PKK Harus Bersinergi dengan Pemerintah untuk Memajukan Daerah 

image_pdfimage_print

SURABAYA–Selain pelantikan dan sumpah jabatan Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin dan Wawali HMS Subri, Rabu (30/1) juga dilaksanakan pelantikan Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda Kota Probolinggo. Jabatan itu kini disandang istri wali kota, Aminah Hadi Zainal Abidin. 

Beberapa pesan disampaikan Ketua TP PKK Jawa Timur Nina Soekarwo kepada mereka yang baru akan terjun menangani PKK. “Ibu-ibu bisa mendampingi suami dalam menjalankan tugasnya. Tentu saja, juga Ibu Wakil (istri wawali, Diah Kristanti S.Subri) agar bisa bersinergi dengan baik,” katanya. 

Kepada Ketua TP PKK Kota Probolinggo, Nina Soekarwo mereview tentang Tim Penggerak PKK. Menurutnya, PKK merupakan gerakan pembangunan berbasis keluarga dan juga pemerintah sekaligus pendamping masyarakat dalam memberdayakan kesejahteraan keluarga. 

Posisi gerakan PKK diperkuat dengan perpres no 99 tahun 2017 tentang Gerakan PKK. Ia menceritakan, Perpres PKK punya perjuangan yang cukup panjang sejak rakernas PKK di tahun 2015. 

Adanya Perpres tersebut, bertujuan menguatkan dan meluaskan gerakan PKK, dalam mempercepat pencapaian keluarga sejahtera. Sekaligus dasar hukum mengatur gerakan PKK dan pedoman gerakan PKK. 

Pasalnya, banyak perubahan gerak PKK yang diatur dalam perpres. Diantaranya mendagri mengkoordiniri PKK secara nasional. 

Sementara gubernur, wali kota/bupati, camat, lurah/kepala desa menyelenggaran PKK di wilayahnya. Oleh karena itu PKK dilaksanakan secara berjenjang dari pusat hingga daerah. 

“Sekali lagi, ketua PKK baru kami berharap bahwa ibu segera bersosialisasi melalui pertemuan terbuka. Memposisikan diri dalam permasalahan dan hadir menyelesaikan masalah yang ada,” seru Nina Soekarwo menyemangati. 

Sebagai mitra pemerintah, lanjut Nina, keberadaan PKK tidak boleh membebani pemerintah dan masyarakat. Tetapi, membantu bagi pemerintah dalam mengakses pembangunan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, penanggulangan ekonomi dan lainnya. Justru PKK harus bisa melaksanakan program bersinergi dengan instansi pemerintah. 

“Saya yakin, Ibu-ibu bisa menjalankan PKK. Karena PKK ini kegiatan berorientasi sosial. Di pokja 1 sampai 4 itu banyak sekalo urusannya. PR kita masih banyak terutama terkait stunting, angka kematian ibu (AKI). Kita bersama-sama membantu pemerintah. Begitu juga masalah gizi buruk, AKI dan AKB (angka kematian bayi) . Di Jatim sangat luar biasa, ada penurunan karena peran aktif semuanya. Harapannya, tidak ada lagi ibu melahirkan yang pulang meninggal, dengan risiko tinggi itu tadi. Termasuk AKB juga harus ditekan,” jelas perempuan berparas ayu ini.  

Pesan lain yang disampaikan istri Gubernur Soekarwo ini, di penghujung tugasnya, ia titip ke ibu-ibu Ketua TP PKK untuk terus bergerak menyejahterahkan masyarakat. 

“Semua bisa kita pelajari asal ibu-ibu mau terjun. Dengan begitu akan tahu apa kesulitan di masyarakat, kemudian bisa membantu menyampaikan ke wali kota. Dari penyampaian itu bisa masuk dalam RPJMD atau program yang sasarannya sama yaitu penurunan kemiskinan, derajat kesehatan, pendidikan,” tutur Nina.  

Selain diberi amanah sebagai Ketua TP PKK, Aminah Hadi Zainal Abidin juga menyandang sebagai Ketua Dekranasda. Dekranasda harus mampu mendorong pengrajin untuk terus meningkatkan kualitas produknya hingga berkompetitif di luar negeri. 

Menurut Nina, ada tiga hal yang bisa dilakukan Dekranasda untuk mewujudkan hal tersebut. Yakni, meningkatkan kualitas SDM pengrajin, keunggulan produk dan pemberdayaan yang bertumpu pada potensi lokal. 

“Diangkat bu disana (potensinya), itu tugasnya (Dekranasda). Kira-kira apa kelebihannya di daerah masing-masing,” imbuhnya. 

Ia menginformasikan adanya pinjaman lunak dari Bank UMKM Jawa Timur dan Bank Jawa Timur, dengan persayatan usaha yang dimiliki visible. “Sekali lagi, selamat bertugas. Semoga selama menjalankan amanah selalu dalam lindungan-Nya. Semoga pengabdian kita mendapatkan ridho Allah SWT,” sambung Nina. 

Sementara itu, Aminah Hadi Zainal Abidin mengaku ia siap melaksanakan kebijakan-kebijakan yang sudah dilakukan oleh TP PKK Kota Probolinggo. “Karena ini adalah hal baru buat saya. Jadi, saya masih harus banyak belajar mengurus PKK. Apa-apa yang harus saya lakukan, akan saya pelajari pelan-pelan agar saya tahu kegiatan-kegiatan PKK apa saja. Insyaallah, ke depan PKK bisa bisa lebih maju. Insyaallah,” harap Aminah. (famydecta/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.