HMS Subri: Sampaikan Usulannya, Jangan Malu Ajak Anak Ikut Merencanakan Pembangunan

image_pdfimage_print

KANIGARAN – Setelah menjaring aspirasi dari kaum perempuan dalam merencanakan pembangunan di Kota Probolinggo tahun 2020 beberapa waktu lalu, Senin (4/2) giliran perwakilan anak-anak diajak terlibat dalam Focus Group Discussion (FGD). Diharapkan, melalui FGD ini mendapat usulan kebutuhan anak dalam pembangunan daerah.

“FGD memberikan peluang atau kesempatan pada semua anak-anak dalam memberikan masukan serta urun rembug merencanakan pembangunan di Kota Probolinggo. Sekaligus mengakomodir kebutuhan pembangunan berdasarkan anak, pemenuhan hak anak dan perlindungan anak. Biar anak-anak nyaman, betah tinggal di kota yang kita cintai ini,” jelas Kepala Bappeda Litbang Rey Suwigtyo.

FGD anak dalam perencanaan pembangunan diikuti 150 peserta yang berasal dari forum anak, forum anak kecamatan, forum anak kelurahan, perwakilan SMP/MTs-SMA/SMK/MA dan kelurahan. Paparan yang disampaikan terkait perencanaan pembangunan dan keterlibatan anak dalam proses pembangunan, dilanjutkan diskusi tiga kelompok (fisik, ekonomi dan sosial).

Dalam pembukaan FGD, Wawali HMS Subri mengatakan FGD ini dilaksanakan oleh Pemkot Probolinggo sebagai bentuk penghargaan kepada anak. “Menghargai adik-adik di tingkat pelajar agar sudah mulai aktif memberikan masukan dan sarannya. Bahkan terlibat dalam membangun Kota Probolinggo. Kemasan besarnya adalah musrenbang,” katanya.

Reformasi sudah dimulai sejak tahun 1999, sejak itu pula negara telah memberikan peluang kepada masyarakat dan pemerintah daerah untuk lebih berperan dalam tata kelola perencanaan dan keuangan di daerah. Untuk menuju pemerintahan daerah yang demokratis demi mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance).

Mekanisme perencanaan diatur dalam UU nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan, telah memberikan peluang kepada masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menganalisa keadaan dan membuat usulan sesuai kebutuhan.

“Pada kenyataannya, usulan itu sering mandeg karena alasan yang tertentu pula. Salah satunya disebabkan dikuasai golongan atau kelompok tertentu. Oleh karena itu, kami sudah sampaikan ke Bappeda Litbang agar diupayakan musrenbang dijadikan kendaraan, jadi alat dalam menangkap aspirasi masyarakat untuk membangun apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh masyarakat termasuk para pelajar,” ungkap Subri, yang sangat interaktif dalam membuka acara.

Wawali berpesan, pelajar ikut mengawal pembangunan Kota Probolinggo untuk memahami dan memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan tersebut. “Sampaikan, usulkan, dicatat. Jangan malu. Ini penghargaan dari pemkot untuk adik-adik untuk turut serta membangun Kota Probolinggo. Dimana kalian lahir, tumbuh dan berkembang nantinya,” pesannya.

Berbicara tentang anak, sambung Wawali Subri, anak ini investasi masa depan kita. Maka perlu perhatian khusus kepada mereka sekaligus kesempatan agar sejak dini mengenal dan terlibat dalam pemerintahan di daerah. Untuk itu, Pemkot Probolinggo memberikan ruang dalam mengapresiasi hak-hak anak melalui FGD ini.

“Saya berharap melalui forum yang baik ini dapat meningkatkan akses, partisipasi dan memberikan manfaat bagi anak dalam mengisi pembangunan di daerahnya. Keberanian dan ide adik-adik sangat kami butuhkan, insyaallah kami akan mengupayakan sebaik-baiknya (usulan),” imbuh Subri.

Wawali juga berharap kegiatan ini dapat menghasilkan aspirasi/usulan yang melekat dengan hak anak. Sesuai dengan prestasi yang berhasil diraih yakni penghargaan Kota Layak Anak Kategori Pratama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (famydecta/humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published.