image_pdfimage_print

KANIGARAN –  Pemerintah Kota Probolinggo mengumumkan penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K) tahap I. Kabar ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin di Lobi Kantor Wali Kota Probolinggo, Kamis, (7/2).

Habib Hadi Zainal Abidin menyampaikan perekrutan  tahap I ini untuk jabatan tenaga honorer kategori II dalam bidang pendidikan dan bidang pertanian yang memenuhi persyaratan perundang-undangan. Untuk Kota Probolinggo, dari 30 orang tenaga honorer yang terdaftar, hanya 25 orang yang memenuhi persyaratan BKN dengan rincian untuk tenaga pendidik sebanyak 21 orang, dan penyuluh pertanian sebanyak 4 orang. Sedangkan untuk tahap II/ rekruitmen umum masih menunggu informasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Selain itu, Habib Hadi juga mengatakan rekrutmen ini akan dilaksanakan pada tanggal 8–16 Februari 2019 melalui portal resmi BKPSDM Kota Probolinggo. P3K merupakan bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mendapat gaji dan tunjangan sesuai peraturan yang berlaku bagi ASN. “Saya akan memastikan pendaftaran dan rekrutmen P3K online  transparan,  hasil tes akan langsung diketahui saat itu juga,”ujar Habib Hadi.

Habib Hadi mengingatkan kepada masyarakat agar jangan tertipu dengan janji manis yang tidak ada kepastian, jangan percaya sama info yang disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. “Sekali lagi saya mengingatkan, tidak ada yang bisa menjamin untuk meluluskan, semua sesuai dengan prosedur yang berlaku, serta saya akan mengawal, melihat rekrutmen ini,” katanya.

Disamping  itu, Habib Hadi  juga mengimbau untuk kalangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pimpinan Perusahaan/BUMN/BUMD/Perbankan di wilayah Kota Probolinggo untuk meningkatkan keimanan, ketaqwaan dan ketaatan serta rasa syukur kepada Allah SWT.

“Menyediakan tempat beribadah, khususnya musolla dan tempat berwudhu di lingkungan masing – masing, memberikan kesempatan untuk mendirikan sholat untuk karyawan/karywati yang beragama islam, menjaga kebersihan, keamanan, ketertiban dan kenyamanan lingkungan kerja, serta berpakaian rapi dan sopan sesuai dengan norma yang berlaku,” lanjutnya.

Untuk OPD, Habib Hadi juga berharap untuk membudayakan sholat dhuhur dan ashar secara berjamaah dilingkungan kerja masing – masing dan menghentikan sementara seluruh kegiatan pada waktu adzan berkumandang.

“Kami akan memonitor imbauan ini, jika ada dari OPD maupun Perusahaan yang tidak mengindahkan imbauan ini maka akan ada sanksi yang diberikan,” tutup Wali Kota Probolinggo. (mita/humas).

Probolinggo city government announced for first stage recruitment of Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (Contract-based Government Employees/P3K). It is confirmed by Probolinggo mayor, Habib Hadi Zainal Abidin at the lobby of mayor’s office, on Thurday (7/2).

Meanwhile, Habib Hadi also said this recruitment will be held on 8-16 February 2019 through official website of BKPSDM (Regional Civil Service Agency) of Probolinggo city. P3K is part of State Civil Apparatus (ASN), that will get salary and allowance based on the regulation. “I will make sure that this recruitment will transparent, and the result will be announced directly,”said Habib Hadi.

Habib Hadi Zainal Abidin said this recruitment is category II honorary employees in education and agriculture field. Out 30 employees, there are 25 employees that can fulfill the BKN requirements, consisting of 21 of teachers and 4 agriculture instructor. While it will wait for further information from Administrative and Bureaucratic Reform Ministry (Kemenpan-RB) for public recruitment.

Habib Hadi reminds to all the society not to believe uncertain information and hoaxes. “Once again, I remind to all society, there are no guarantee for passing this recruitment, all will based on applied regulation, and I will monitor this recruitment,” he said.

Moreover, Habib Hadi asked all employees of the regional working units, companies, and banks to improve their religious matters.

 “Providing worship place, such as mushola in their office, giving some time to sholat (praying time) for moslem employees, maintaining the cleanliness, security, and safety in their working environment, and also wearing appropriated uniform,” he added.

For the regional working units, Habib Hadi hoped that every shalat Dhuhur (midday prayer) and Ashar (afternoon prayer) will be performed together, and stop all the work while Adzan was announced.

 “We will monitor this suggestion, and there is punishment for the ignorance,” said the Probolinggo mayor.

Leave a Reply

Your email address will not be published.