Gerak Cepat, Wali Kota Gerakkan OPD Bantu Warga

image_pdfimage_print

KANIGARAN – Ia hadir di tengah-tengah masyarakat. Itu sudah menjadi komitmennya sejak awal menjabat sebagai wali kota Probolinggo. Terbukti pada Sabtu (9/2) malam, setelah mendapat informasi dari sebuah grup di media sosial, Wali Kota Hadi Zainal Abidin langsung gerak cepat. Ia turun langsung ke rumah warga untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya.

Di media sosial, diinformasikan ada pasangan suami istri (pasutri) yang tinggal sendiri dalam kondisi rumah yang memprihatinkan. Tanpa listrik. Pasutri itu juga harus dibantu belas kasihan warga untuk mendapat makanan sehari-hari.

Ialah pasutri Djuhar, 82 tahun dan Rusni (60 tahun) yang tinggal bersama anaknya, Rasyid, 37 tahun. Warga Jalan KH Hasan Genggong Gang Lele, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran. Djuhar menderita penyakit kulit di sekujur tubuhnya dan didiagnosa penyakit jantung. Sedangkan Rasyid mengalamai keterbelakangan mental. Dengan kondisi tersebut tidak ada yang menjadi tulang punggung keluarga.

Melihat kabar tersebut, Wali Kota Hadi langsung meluncur ke rumah Djuhar. Kemudian ia menghubungi RSUD dr Mohamad Saleh, untuk segera membawa ambulance dan tim kesehatan. Saat masih berada di rumah Djuhar, Habib Hadi-sapaannya, melihat dokter yang memeriksa kesehatan Djuhar. Tak lama berselang Djuhar pun dibawa ke UGD RSUD.

“Pasien setelah dilakukan anamnesa (pengambilan data oleh dokter), diperiksa dokter dan dilakukan observasi. Kondisi pasien tidak indikasi rawat inap, jadi pasien tadi malam sekitar jam 22.30 sudah diberi obat dan diantarkan pulang dengan ambulance. Untuk selanjutnya pasien bisa kontrol ke fasilitas kesehatan terdekat ( puskesmas ),” ujar Plt Direktur RSUD dr Mohamad Saleh, drg Rubiyati saat dihubungi Minggu (10/1) pagi.

Staf Dinas Sosial (Pekerja Sosial Masyarakat) PSM dan Kasi Pemas Kelurahan Kebonsari Wetan pun sudah mendatangi rumah Djuhari, Minggu pagi. Kepala Dinas Sosial, Zainullah menjelaskan Djuhari telah masuk data BDT kemiskinan dan sudah mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berupa beras 10 kg dan telor ayam 10 biji setiap bulannya.

“Pak Djuhar juga punya kartu PKH (Program Keluarga Harapan) Rp 500 ribu setiap tiga bulan. Untuk RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) diupayakan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, untuk peralatan listrik dan lainnya akan diupayakan dari kami (Dinas Sosial) sesuai petunjuk bapak wali kota,” kata Zainullah.

Wali Kota Hadi mengatakan, kehadirannya itu sebagai bentuk perhatian dari pemerintah apabila ada warga miskin tidak mampu maka pemerintah harus hadir. “Melihat fakta dan kondisi, langsung dicek sehingga tepat sasaran dalam penanganan bagi warga miskin yang butuh kehadiran pemerintah,” ujarnya.

Ia pun berharap lurah, RW dan RT harus peka terhadap warganya. Puskesmas juga diminta ikut mengawasi kondisi Djuhar, jika tidak bisa ke puskesmas dokter bisa datang ke rumahnya atau dijemput dibawa ke puskesmas. “Jangan sampai ada yang kelewatan jika ada warga yang butuh diperhatikan. Bila perlu (lurah/RT/RW) setiap hari keliling untuk tahu kondisi di wilayahnya seperti apa,” harap Habib Hadi. (famydecta/humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published.