Pemkot Berencana Perluas Masjid Agung

image_pdfimage_print

KANIGARAN – Rencana perluasan Masjid Agung Raudlatul Jannah sepertinya bakal terealisasi dalam tahun ini. Anggaran yang telah dipersiapkan sudah cukup untuk membeli tanah di sisi utara masjid, di Jalan KH Agus Salim tersebut.

Kabar itu menjawab keinginan jamaah dan pengurus yang berharap Masjid Agung agar dikelola lebih bagus dan bisa menjadi ikon Kota Probolinggo, sama seperti sejumlah masjid di daerah lain. “Pemkot Probolinggo sudah menyiapkan anggaran. Tanah itu sudah siap dibeli oleh Pemkot. Insyaallah akan kami ambil alih, mohon doanya semoga lancar,” kata Wali Kota Hadi Zainal Abidin.

Terkait perluasan masjid, masih akan dibahas dan dikonsep oleh tim yang akan dibentuk oleh wali kota. “Kami pelajari lagi nantinya yang jelas untuk mendukung pemanfaatan sarana dan prasarana dari Masjid Raudlatul Jannah,” imbuh Wawali HMS Subri, yang ikut mendampingi audiensi wali kota bersama penasehat dan jamaah masjid, Selasa (12/2).

Menurut Subri, secara fisik masjid memang butuh sentuhan yang lebih art sebagai ikon Kota Probolinggo. Wawali pun siap menggunakan keahliannya dalam bidang konstruksi dan desain agar perwajahan masjid lebih bagus. “Saya siap membantu pemkot dalam konstruksi dan infrastruktur agar lebih baik. Tapi sesuai kemampuan saya, bukan intervensi urusan yang lainnya (urusan proyek),” tegasnya mewanti-wanti.

Audiensi juga dihadiri Sekda Bambang Agus Suwignyo, Staf Ahli Paeni, Kepala BPPKAD Imanto, Asisten Pemerintahan Gogol Sudjarwo, Kabag Pemerintahan Ina Lusilinawati, Kabag Kesra Choirul Anam. Sekitar 15 orang mengatasnamakan penasehat dan jamaah Masjid Agung bersilaturahim dengan wali kota di ruang Sabha Bina Pradja.

Perwakilan jamaah mengatakan, pengelolaan masjid harus makin intensif dan fokus untuk dijadikan ikon Kota Probolinggo. Kemakmuran masjid Raudlatul Jannah juga perlu diperhatikan baik dari sisi kebersihan, kenyamanan dan estetikanya.

“Pemerintah harus lebih intensif sehingga apa yang diharapkan bisa tercipta sesuai harapan bersama. Jika itu (perhatian) betul-betul dilaksanakan maka masjid bisa menjadi makmur dan menjadi ikon Kota Probolinggo,” terangnya.

Menurut Penasehat Masjid Raudlatul Jannah, Lukman, perubahan dari takmir ke direktur di masjid tersebut masih terkesan prematur. “Banyak keluhan dan perlu diselamatkan dari banyak kekurangan dari suara para jamaaah,” tuturnya.

Apa kata wali kota menanggapi keluhan tersebut? Wali Kota Hadi Zainal Abidin sudah memikirkan bagaimana Masjid Agung bisa diperindah, dibuat nyaman dan diperbaiki. Dengan adanya permasalahan yang disampaikan kepadanya, ia pun harus mengambil langkah dan mencari solusi terbaik.

“Keinginan saya, masjid harus makmur dan transparan. Langkah yang diambil pemerintah nantinya harus dihargai. Mudah-mudahan keputusan yang diambil dapat dipahami pengurus dan jamaah. Semoga bisa menyelesaikan ketidaknyamanan yang dirasakan oleh jamaah Masjid Agung,” katanya.

“Saya minta waktu dalam waktu secepatnya menyelesaikan dengan OPD terkait. Banyak hal, harapan untuk masjid ke depannya. Bagaimana masjid bisa lebih indah dipandang, tata bangunannya juga bagus. Tentu perlu perhatian dari pemerintah juga,” sambungnya.

Habib Hadi berencana membicarakan idenya untuk memakmurkan masjid dengan berbagai cara. Seperti mengajak anak-anak penghafal al quran duduk di depan masjid sambil mengaji. “Memakmurkan masjid itu banyak cara asal mendukung dan bekerjasama. Tidak hanya kegiatan rutinitas tetapi juga mengambil langkah yang baik. Apa yang akan dilakukan pemerintah, kami tidak akan arogan,” jelasnya. Segala uneg-uneg yang tertuang dari para jamaah masjid tersebut mendapat respon dari wali kota untuk kemudian akan dibahas segera. (famydecta/humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published.