Peringati Hari Pers, Wali Kota Hadi Bacakan Syair Perangi Hoax

image_pdfimage_print

STOP BERBAGI HOAX

Zaman sudah berganti

Sekarang era banjir informasi

Tak semua info, terverifikasi

Karena itu, jangan asal membagi

Manusia makhluk istimewa

Diberi akal untuk berlogika

Karena itu jangan gegabah

Saat menyebar info belum jelas kebenarannya

Hoax bertebaran di dunia maya

Mari kita selalu waspada

Dan ikut memeranginya

Salah satunya, tak ikut menyebarkannya

Media sosial tempat bersosialisasi

Bukan tempat saling mencaci

Atau tempat memprovokasi

Indahnya saling menghargai

Pers adalah pilar ke empat demokrasi

Pers juga harus mengedukasi

Memfilter misinformasi dan disinformasi

Agar masyarakat tak salah persepsi

Inilah tulisan yang dibaca Wali Kota Hadi Zainal Abidin, saat Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Kota Probolinggo, Selasa (12/2), di Alun-alun. Tulisan itu sarat akan pesan yang mendalam, agar masyarakat bisa menjadi pengguna media sosial yang baik. Dan, pers harus bisa menjadi bagian dalam edukasi masyarakat.

Peringatan HPN tahun ini terbilang unik dan berbeda. Melibatkan Forum Anak Kota Probolinggo yang diketuai Arimbi Wilujeng, para jurnalis bersama siswa menaiki becak dari depan Kantor Wali Kota di Jalan Panglima Sudirman ke Alun-alun. Pelepasan becak oleh Wawali HMS Subri. Di pendapa sebelah timur Alun-alun sudah siap menu nasi tradisional beralas daun pisang.

Pasalnya, dengan makan lesehan dan beralas daun lebih menunjukkan kesederhanaan dan kebersamaan. Dalam rangka HPN, Wali Kota Hadi mengajak semuanya membaca informasi dengan baik dan tidak terpengaruh berita hoax. Tidak terlalu reaktif dengan pemberitaan negatif. Pilih media yang menyajikan berita edukatif dan memilah mana sumber yang benar atau tidak.

Jurnalis Senior, Ikhsan Mahmudi yang hadir kala itu, mengungkapkan pers punya banyak fungsi dan peran misalnya fungsi informatif, edukatif, ekonomi maupun entertainment. “Pers dan pemerintah sama-sama ingin mencerdaskan masyarakat. Wali kota punya program apa, kami akan meliput dan memberitakannya,” ujar jurnalis ngopibareng.id itu.

Habib Hadi menambahkan ia suka berdiskusi dan bertukar pikiran baik itu dengan kalangan pers. “Berdiskusi dan saling mengisi. Karena tidak ada media, kami (pemerintah) tidak akan bisa bergerak,” katanya.

Pemerintah Kota Probolinggo sangat menghargai, selama ini teman-teman pers di Kota Probolingo ikut mewarnai dan mengedukasi masyarakat. Keterlibatan forum anak, lanjut Habib Hadi, menjadi satu sinergi tentang informasi karena banyak berita hoax dan anak-anak juga aktif bermedia sosial.

“Informasi yang diterima harus terverifikasi fakta dan datanya. Banyak berita hoax yang tidak tahu kebenarannya justru ikut menyebarkannya. Negara bisa hancur kalau termakan hoax. Tetapi negara bisa kuat kalau bersatu dengan fakta-fakta yang ada,” imbuh Habib Hadi.

Sementara itu, Forum Anak Kota Probolinggo mengharapkan pers dan pemerintah dapat mendukung program mereka. Salah satunya stop perkawinan anak dan kampanye menggunakan helm untuk anak-anak. (famydecta/humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published.