Kembangkan UKM lewat Event Wisata

MAYANGAN–Bee Jay Bakau Resort (BJBR) kini menjadi salah satu ikon wisata di Kota Probolinggo, yang dikelola oleh pihak swasta. BJBR juga menjadi jujugan banyak wisatawan. Baik dari Probolinggo sendiri hingga luar kota. Kondisi itu diharapkan membawa efek domino yang ikut dirasakan oleh masyarakat atau UMKM di kota mangga.

Hal itu yang ditegaskan Wakil Wali Kota Probolinggo HMS Subri, saat memenuhi undangan Sensasi Durian di BJBR, Sabtu (16/2). Ini adalah tahun kedua BJBR menggratiskan durian bagi pengunjungnya.

Bedanya, jika tahun lalu Rp 100 ribu makan sepuasnya, tahun ini dengan tiga tiket masuk pengunjung bisa menukarkannya dengan satu buah durian gratis. Harga satu tiket masuk ke BJBR di weekend sebesar Rp 50 ribu.

Bagi pengunjung warga Kota Probolinggo, bisa mendapat diskon 50 persen harga tiket. Dengan menunjukkan kartu identitas. Namun, kuponnya tidak dapat ditukar dengan durian.

Sebanyak 11 pikap pedagang durian dari Lumbang, Kabupaten Pasuruan sudah siap melayani pembeli. Sensasi durian BJBR ini bisa dinikmati pada 15 – 17 Februari saja.

Selain durian, di area BJBR pengunjung juga bisa menikmati dan berbelanja produk khas UMKM Kota Probolinggo. “Kami tidak berpikir pada duriannya, tetapi lebih pada UMKM yang ada di Kota Probolinggo ini yang kami mau majukan. Ada 30 UMKM dengan berbagai produknya kami fasilitasi ikut di stand,” ujar HRD BJBR Joko Yulianto.

Sinergi Pemerintah-Swasta

Keberadaan BJBR di Kota Probolinggo disadari oleh Joko harus bisa menggandeng pemerintah dan memperkenalkan kegiatan yang sedang dilakukan. Pihaknya mengaku tidak melihat profit, BJBR punya pujasera yang rencananya diisi dengan berbagai produk dari UMKM Kota Probolinggo.

“Kami sekaligus menyeleksi UMKM yang bisa mengisi pujasera. Silahkan di tempati tidak usah sewa, listrik dan air ditanggung kami. Kami hanya sharing omzet 10 persen setiap bulannya. Dengan catatan, produknya harus higienis karena kami tidak mau pengunjung mengeluh sakit perut setelah makan di pujasera,” imbuh Chef Jo, salah satu karyawan BJBR.

Sebenarnya, kerjasama BJBR dengan UMKM sudah dilaksanakan sejak lama. Produknya ada di BJBRmart. Dan saat ini sudah ada tiga UMKM yang mengisi pujasera.

Wawali HMS Subri menyambut baik kegiatan yang menunjukkan sinergitas antara pihak swasta dan pemerintah dalam hal ikon wisata di Kota Probolinggo. “Memang saat ini yang memulai adalah pihak swasta. Permulaan yang baik. Menjadi trigger (pemicu). Kami tentunya berharap, ada pengusaha swasta lain yang mau mendukung program pemerintah ke depan agar Kota Probolinggo menjadi salah satu destinasi wisata di Jawa Timur,” katanya.

Wawali Subri pun mengapresiasi bantuan secara tidak langsung dari pihak swasta ke Pemkot Probolinggo. Ia menekankan kepada Asisten Pemerintahan Gogol Sudjarwo yang ikut mendampinginya siang itu, agar ada komunikasi lebih lanjut agar yang sudah baik ini bisa lebih baik lagi ke depannya.

Pemkot disebutkan Wawali Subri, menunggu pengusaha atau pihak swasta lain agar ikut menunjukkkan kepeduliannya membangun Kota Probolinggo. “Kami juga harus tanggap. Kalau pengusaha swasta bisa maka kami juga harus mengambil peran sesuai tugas masing-masing. Karena kami ini regulatornya (pembuat kebijakan,” terangnya.

Siang itu, HMS Subri bersama istri, Diah Kristanti HMS Subri ditemui owner BJBR Benjamin Mangintung menikmati sensasi durian. Kemudian meninjau stan UMKM dan berbincang dengan mereka. Subri memberi masukan kepada UMKM untuk mengembankan produknya hingga bisa bekerjasama dengan perhotelan. (famydecta/humas)