782 Ikan Meriahkan Koi Show Perdana di Kota Probolinggo

image_pdfimage_print

KEDOPOK – Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menghadiri puncak gelaran 1st Young Koi Show Probolinggo, Minggu (17/2) di GOR Kedopok. Sebanyak 186 peserta dari berbagai daerah, dengan jumlah 782 ekor ikan koi ikut dalam lomba yang baru kali pertama digelar di kota ini.

Ketua Panitia Habibur Rahman Novan menjelaskan, karena baru pertama kali diadakan, koi show ini memberikan kesan tersendiri bagi panitianya. Kendati demikian, gelaran ini menjadi prestasi luar biasa bagi Probolinggo. Sebab, ada 782 ikan yang ikut lomba berbagai kategori. Juara umum diraih klub dari Lumajang.

Habibur menjelaskan, peserta lomba ada yang dari Banda Aceh, Bengkulu, Jakarta, Semarang, Jogja, Balikpapan, Blitar, Kediri, Lumajang, Kota Probolinggo serta sejumlah daerah lainnya. Kriteria penilaian koi meliputi kondisi badan, kualitas dan motif.

“Harapan kami, periode show tahun mendatang Pemerintah Kota Probolinggo bisa lebih menyupport kami. Tentunya, acara ini akhirnya bisa terselenggara karena support dari berbagai pihak,” ujar Habibur.

Saat seremonial penyerahan hadiah pemenang lomba, juga dihadiri Ketua Asosiasi Pecinta Koi Indonesia Sugiarto dan beberapa dewan juri lainnya. Menurut Sugiarto yang berkesempatan menyampaikan sambutan, apa yang dialami panitia di Probolinggo dalam gelaran 1st Young Koi Show ini adalah pembelajaran.

“Karena dari situlah kita bisa mengetahui, siapa yang benar-benar rela hati untuk kebersamaan. Inilah yang terpenting. Kebersamaan berbuah positif. Tidak usah berpikiran negatif. Dengan suksesnya acara ini Komunitas Pecintai Koi di Probolinggo lebih semangat lagi. Show ini penilaiannya sangat ketat, ikannya bagus-bagus,” tutur Sugiarto menyemangati.

Kepada wali kota, Sugiarto menginformasikan, dunia ikan hias sangat memiliki potensi besar. Melalui media sosial, jual beli ikan koi hampir setiap saat terjadi di kalangan masyarakat.

“Wawasan bagi pemerintah, usaha ikan hias bisa menjadi UKM kecil. Usaha ini bisa menjadi alternatif pengembangan ikan hias di Kota Probolinggo. Saatnya pemerintah ikut memikirkan pengembangan ikan hias,” jelas Sugiarto lagi.

Wali Kota Hadi Zainal Abidin menegaskan, kali ini, pemerintah memang belum secara maksimal memberikan support. Sebab, kegiatan itu tidak masuk dalam anggaran OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait, yakni Dinas Perikanan.

“Event tahun depan, kami (pemerintah) siap, sehingga semua bisa bersinergi. Karena saya lihat, pemahaman ikan hias ada dampak ekonomi yang sangat bagus. Kita bisa melihat juga dari aspek manfaat di wisata dan kuliner. Warga Kota Probolinggo yang belum paham, jadi mengerti potensi pengembangan ikan koi,” ujar Habib Hadi saat menyampaikan sambutan.

Habib Hadi pun menekankan agar acara ini dapat terselenggara lagi di tahun depan. Tentunya dengan kerja sama Pemerintah Kota Probolinggo. “Mudah-mudahan bisa menjadi satu hal yang positif bagi masyrakat Kota Probolinggo. Kalau bermanfaat untuk masyarakat, akan kami dukung,” tegasnya.

Orang nomor satu di Kota Probolinggo ini berharap, apa yang dikembangkan dapat terus berpotensi dalam sisi ekonomi bagi masyarakat. “Bagi pecinta atau hobi ikan koi, ini menjadi event daya tarik tersendiri. Saat itu, UMKM bisa muncul. Dengan adanya terobosan dengan pihak swasta, kita dapat saling mengisi hal yang positif,” imbuh Habib Hadi.

Setelah menyerahkan hadiah secara simbolis kepada para pemenang, Habib Hadi didampingi Kepala Dinas Perikanan Sudiman meninjau ikan yang menjadi grand champion serta membuka lelang ikan koi. (famydecta/humas) 

Leave a Reply

Your email address will not be published.