Wawali HMS Subri: Kerja-Ibadah Harus Seimbang

image_pdfimage_print

KANIGARAN – Kali pertama menjadi inspektur upacara di Pemerintah Kota Probolinggo, Wakil Wali Kota HMS Subri menekankan banyak hal terkait kepemimpinannya bersama Wali Kota Hadi Zainal Abidin. Salah satunya, tagline di Pemerintah Kota Probolinggo adalah kerja, ibadah, kerja, ibadah.

Selaku pimpinan daerah yang baru, kata HMS Subri, saat upacara, Senin (18/2) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diabsen dan segera diserahkan kepadanya. Setiap bulannya di tanggal 17 Pemkot menggelar upacara bendera. Subri ingin mengetahui siapa yang hadir dan tidak hadir. Jika tidak hadir maka ada alasannya mengapa. Itu berlaku juga bagi para undangan bukan hanya peserta saja. Dengan begitu, ia ingin melihat integritas yang dimiliki OPD.

“Pengabdian kepada masyarakat ini bukan sekadar materi. Ada sisi sosialnya yaitu amanah bagi ladang surga kita nantinya. Melalui profesi sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara) bisa melakukan hal lebih dan mengumpulkan pundi amal. Inilah yang menjadi semangat saya untuk bergabung dengan panjenengan semua,” kata Subri-panggilannya.

Wawali pun mengajak semua ASN dan karyawan Pemkot Probolinggo melakukan yang terbaik untuk Kota Probolinggo. Menurutnya, hidup harus mempunyai orientasi. “Kalau ingin kaya, jangan jadi ASN. Jadilah pengusaha saja. Pilih salah satu, karena kalau tidak nanti akan ribet memilah tugasnya. ASN dan karyawan Pemkot melakukan tugas untuk memperbaiki Kota Probolinggo,” ujar Subri saat menyampaikan amanah di upacara yang digelar di halaman kantor wali kota di Jalan Panglima Sudirman.

Menurutnya, pemahaman tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) sangat penting. Untuk itu, ASN juga perlu mendapat ESQ (Emotional Spiritual Quotient) penggabungan antara pengendalian kecerdasan emosi dan spiritual. Dengan ESQ diharapkan untuk istiqomah mengemban amanah sebagai ASN dan karyawan pemkot.

Subri menegaskan, semua level pegawai di Pemkot Probolinggo harus mempunyai kreatifitas. Jangan menunggu diperintah oleh pimpinan atau kepala daerah saja. Apabila pegawai mempunyai kreatifitas, Subri memastikan tidak akan kekurangan pekerjaan.

Saat ini, ia bersama Habib Hadi tengah melakukan revitalisasi jabatan pada tugas staf ahli, asisten dan inspektorat. “Mereka harus bisa memberikan masukan, kajian, second opinion bagi kami. Jabatan mereka ini terhormat dan  harus berdaya. Saya menganggap pak asisten seperti menko (menteri koordinator) karena asisten mengetahui semua hal tentang OPD yang ada dibawahnya,” jelas suami dari Diah Kristanti HMS Subri ini.

Subri pun mengingatkan, bahwa saat ini Wali Kota Habib Hadi dan dirinya bersama seluruh ASN dan karyawan berada dalam satu perahu yang sama, yaitu Pemerintah Kota Probolinggo. Oleh karenanya, semua harus saling support dan tidak perlu harus selalu menoleh ke belakang.

“Sesuaikan dengan kepemimpinan yang baru. Inilah budaya kami, cara kami untuk kebaikan bersama.Kami mengimbau, tidak ada kelompok yang tidak produktif sehingga mengganggu efektifitas kerja. Jika kami temukan tentu akan kami tindaklanjuti. Mari menjaga perahu ini bersama,” ajaknya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI divisi pencegahan sudah turun ke Kota Probolinggo, lanjut Subri, sehingga ke depan Pemerintah Kota Probolinggo harus lebih baik. Harus clean. Jabatan hanyalah amanah yang kapan saja bisa diambil oleh Allah SWT, maka harus bisa mengendalikan target kinerja dan prestasi.

Subri mewanti-wanti kepada seluruh pegawai untuk tidak menggunakan cara yang tidak bijak dan mengadu domba. “Kami tidak mau di-adu domba. Ada tiga hal yang kami lakukan. Yaitu informasi, cek and ricek kemudian assesment. Kita semua harus bisa bekerjasama dengan tim. Jangan sampai demi meraih bintang malah menginjak yang dibawah. Kalau berhasil, harus berhasil bersama,” tutur pria yang berprofesi sebagai arsitek ini.

Ia juga menyingung tentang aturan sholat tepat waktu dan meminta maaf kepada pihak yang tidak berkenan. Menurut Subri, sekian persen dari apa yang dilakukan di dunia ada hak Allah SWT, seperti ibadah. “Jika kita mempedulikan hak Allah SWT, insyaallah akan ada keberkahan yang diberikan Allah SWT kepada kita. Untuk itu tagline kita adalah kerja, ibadah, kerja, ibadah. Harus seimbang,” ungkap ayah satu orang putri ini.

Tidak hanya itu, wawali juga mengingatkan tentang percepatan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) yang sesuai kesepakatan dengan BPK RI diserahkan pada 22 Maret 2019 mendatang. Kemudian menjaga lingkungan karena banyaknya penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) serta meningkatkan kinerja karena saat ini sudah diberlakukan tunjangan kinerja (tukin).

“Mohon apa yang kami sampaikan bisa segera di-follow up. Kami ingin selalu memperhatikan tidak hanya kinerja tetapi juga kesejahteraan. Selama hak-nya benar dan halal segera diserahkan,” pungkas wawali. (famydecta/humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published.