Wali Kota-Wawali Turun Langsung Perangi Sampah 

image_pdfimage_print

KEDOPOK–Membeludaknya sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kedopok di Jalan Mastrip, menjadi perhatian Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin dan Wawali HMS Subri. Selasa (19/2), mereka turun langsung ke lokasi, untuk meninjau sampah yang banyak dilaporkan oleh masyarakat sekitar.

Sesampai di lokasi, TPS yang tepat bersebelahan dengan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan (RTHKP) Kedopok itu memang sangat memprihatinkan. Meluber hingga ke jalan. Hampir sebagian Jalan Kahayan, dipenuhi sampah. Kondisinya lebih mirip Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mini, ketimbang TPS.

“Ini tidak bisa dibiarkan begini. Harus ada tindakan, karena katanya yang membuang sampai bawa tossa dan pikap,” keluh Habib Hadi –sapaan akrab wali kota- saat berada di lokasi TPS tersebut.

Sampah di kawasan tersebut disinyalir bukan hanya dari warga Kota Probolinggo. Tetapi juga disinyalir dari daerah tetangga.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pun diperintahkan bertindak cepat. Salah satunya, dengan membuat taman di sekitar TPS, serta menempatkan petugas sekaligus pos pantau. “Nanti dipercantik dengan taman supaya indah. Kalau sekarang, tidak indah pemandangannya,” jelas wali kota.

Dengan adanya taman, masyarakat diharapkan tidak membuang sampah hingga meluber ke jalan. Sampah dimasukkan ke dalam TPS yang sudah dibangun oleh DLH setempat.

“Tentunya kami harap masyarakat memantau, memonitor dan diingatkan, jika ada orang yang membuang sampah sembarangan. Karena itu yang kami harapkan dari masyarakat. Kami juga ingin masyarakat nyaman, lingkungannya tidak bau dicemari sampah,” harap Habib Hadi.

Perlu Komitmen Bersama

Menurutnya, TPS yang sudah disediakan juga membutuhkan komitmen bersama untuk menanggulangi sampah. Kesadaran masyarakat dibutuhkan untuk bergerak bersama pemerintah. Karena, ada sisi ekonomis dari sampah asal masyarakat memahami.

“Ada bank sampah juga. Masyarakat harus diedukasi untuk merubah sampah memiliki nilai ekonomis. Sampah yang tidak ada artinya kalau dimanfaatkan dan didaur ulang hasilnya lebih baik,” tutur mantan anggota DPR RI ini.

Selanjutnya, Pemkot akan mencari lokasi aset pemerintah dan pemberian bak sampah di setiap kelurahan. Kemudian diangkut menggunakan truk compactor.

“Jika ada kebutuhan sarana prasarana terkait lingkungan, akan kami siapkan. Selain untuk menjaga lingkungan, juga mempertahankan Adipura yang sudah ada. Tahun ke tahun harus lebih meningkat dan apa yang dibutuhkan akan kami support,” tegas Habib Hadi.

Sementara itu, Kepala DLH Budi Krisyanto menyatakan, saat ini DLH punya dua truk compactor. Tahun 2019 di bulan April, akan ada pengadaan satu truk compactor lagi. Pihaknya juga akan mengusulkan gerobak sampah.

“Dan yang tidak kalah pentingnya kami akan menguatkan 91 bank sampah yang ada. Tapi, yang produktif ada 56 bank sampah. Kami akan dampingi supaya menjadi media mengelola sampah sehingga tidak semua sampah masuk ke TPA,” ujarnya.

Diketahui, saat ini Kota Probolinggo hanya memiliki 17 TPS. Jumlah itu jauh dari kebutuhan masyarakat untuk membuang sampah. Jika tidak dalam bentuk bangunan TPS tersebut, cukup diberi kontainer sehingga mudah membuangnya.

“Susahnya itu kalau masyarakat tidak mau dekat tapi membutuhkan. Ini yang susah. Tidak mau dekat pembuangan sampah tapi membutuhkan tempat pembuangan,” keluh kepala OPD yang humoris ini.

Beberapa hari ini, DLH akan mengkondisikan TPS Kedopok dengan menggunakan truk. (famydecta/humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published.