image_pdfimage_print

KANIGARAN – Mitra lingkungan hidup Pemerintah Kota Probolinggo mendapatkan sosialisasi penguatan perannya dalam pengelolaan sampah, Selasa (19/2). Sosialisasi penguatan energi positif ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran dan kepedulian dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional 2019.

Bertempat di Puri Manggala Bakti, sebanyak 16 unsur mitra lingkungan hidup, kader kelurahan berseri, tokoh agama, tokoh masyarakat dan perwakilan pondok pesantren mengikuti sosialisasi yang dibuka Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin. Siang itu, Wawali HMS Subri nampak mendampingi.

“Kegiatan ini menyinergikan program kegiatan lingkungan hidup dan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD). Sehingga, kemitraan masyarakat lebih berkelanjutan. Sesuai dengan visi misi dan program 99 hari wali kota dan wakil wali kota,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Budi Krisyanto dalam laporannya.

Wali Kota Habib Hadi menambahkan, volume timbunan sampah semakin meningkat. Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat. Sampah berasal dari berbagai sumber. Baik itu permukiman, pasar, perkantoran, sekolah, pabrik, pertanian, peternakan dan sebagainya.

Sedangkan proses penguraian sampah tidak bisa sekejap, seperti saat membuang sampah. Berbagai dampak pun ditimbulkan apabila sampah tidak dikelola dengan baik. Mulai pencemaran lingkungan, timbulnya penyakit, rusaknya ekosistem, memicu timbulnya emisi gas rumah kaca yang berakibat pada perubahan iklim.

Galakkan 3 R 

Berdasarkan riset Jurnal Science, Indonesia sebagai negara penghasil sampah plastik terbesar kedua di dunia. “Saya mengajak semua untuk mengembangkan energi positif dalam pengelolaan lingkungan hidup. Dan, selalu sadar serta peduli terhadap lingkungan dengan melakukan kegiatan konkret,” ujar Habib Hadi.

Kegiatan yang dimaksud antara lain tidak membuang sampah dan limbah sembarangan, melakukan penghijauan atau penanaman pohon, mengelola sampah menjadi produk bermanfaat, konservasi hutan dan sumber air serta membakar sampah.

“Kendalikan sampah plastik dengan 3R (reduce, reuse, recycle). Kurangi penggunaannya (sampah plastik), menggunakan kembali dan mendaur ulang menjadi produk yang bisa dimanfaatkan,” tuturnya.

“Saya juga meminta Satpol PP lebih intensif melakukan pemantauan di lapangan sekaligus penegakkan perda pengelolaan sampah di Kota Probolinggo,” sambung Habib Hadi. Sosialisasi siang itu, menghadirkan narasumber dari Universitas Brawijaya Malang dan peraih kalpataru. (famydecta/humas)

Environmental partner of Probolinggo city government get socialization in strengthening their role in waste management, on Tuesday (19/2). It is to increase the awareness and care of the environment for Hari Peduli Sampah Nasional 2019 (National Waste Care day 2019). 

Placed at Puri Manggala Bhakti hall, 16 partners of environment, cadre of Berseri village, religious and community figures, and representative of Pesantren (Islamic dormitory) attended the socialization which is opened by Probolinggo mayor Hadi Zainal Abidin. That day, vice mayor HMS Subri is also accompanied the mayor.

 “It is to synergize environmental programs and regional working units program. So partnership of community is sustainable, based on vision, mission and 99 programs of mayor and vice mayor,” said the head of environment (DLH) Budi Krisyanto in his report.

 Mayor Habib Hadi said there are increasing volume of waste in conjuction with the increase of the population and community’s activity. Waste comes from many sources, whether it is from housing, market, offices, schools, factoties, farmings, ranches, and so on.

While it takes a long time to proceed waste. Many impacts happened if waste do not manage well, such as environmental pollution, disease, broken ecosystem, triggering greenhouse gas emission which will cause climate change.

Improve 3R activity

Based on research of Jurnal Science, Indonesia is the second country for plastic waste producer of the world. “I invite to all of you to develop positive energy in managing environment. And always aware and care to the environment by doing a concrete activity,” said Habib Hadi.

A concrete activity is such as no littering, greening or tree planting, managing waste to be useful products, forest and spring conservation and burning the waste.

 “Control plastic waste by 3R (Reuse, Reuse, Recycle). Reduce the usage (plastic waste), use and recycle become useful products,” he said.

“I also asked Satpol PP (Government police) to be more intensive in monitoring the area and enforcing the regional regulation of waste management of Probolinggo city,” said Habib Hadi. The speaker of this socialization are from Universitas Brawijaya Malang and Kalpataru (award for environment activist) winner.

Leave a Reply

Your email address will not be published.