Sensus Ekonomi Libatkan 441 Petugas Sensus (441 Surveyors Deployed in Economic Census)

image_pdfimage_print

Sensus Ekonomi Libatkan 441 Petugas Sensus

441 Surveyors Deployed in Economic Census

 

Tinggal 2 bulan lagi, Sensus Ekonomi 2016 yang belakangan cukup ramai diperbincangkan digelar. Gelaran 10 tahunan tersebut kini tinggal menunggu waktu. Hingga kini, sensus ekonomi telah dilaksanakan sebanyak 3 kali, yakni di tahun 1986, 1996, dan 2006. Tahun ini menjadi sensus ekonomi yang ke-4. Sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, sensus ekonomi tahun ini dilaksanakan sejak tanggal 1 s/d 31 Mei 2016.

Sebagai salah satu indikator perekonomian Indonesia, sensus ekonomi bertujuan untuk menghitung jumlah kegiatan usaha ekonomi di seluruh Indonesia kecuali sektor pertanian. “Nantinya hasil dari sensus ekonomi ini akan menjadi landasan pemerintah untuk menyusun kebijakan perencanaan pembangunan ke depan,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik Kota Probolinggo, Syaiful Rahman.

Di Kota Probolinggo sendiri, BPS setempat bertugas untuk melakukan sensus di 5 kecamatan. Dari 5 kecamatan tersebut, terdapat 58.083 rumah tangga yang menjadi wilayah sensus BPS setempat.

Untuk melaksanakan sensus ekonomi tahun ini, BPS Kota Probolinggo telah menyiapkan 441 petugas sensus yang telah melalui tahapan seleksi sebelumnya. Rinciannya, 111 orang bertindak sebagai pengawas dan 330 orang sebagai pendata. Seluruh petugas tersebut disebar di 5 kecamatan dan memiliki wilayah sensus masing-masing yang disebut sebagai peta wilayah blok sensus.

Mereka akan melakukan sensus di lokasi tetap/permanen seperti mall, perkantoran, lokasi tidak tetap seperti pedagang kaki lima atau pasar kaget, usaha keliling seperti tukang bakso, sol sepatu. Selain itu mereka juga melakukan pendataan di tiap rumah tangga.

“Peta ini nantinya digunakan oleh petugas untuk melakukan pendataan. Rata-rata tiap petugas melakukan pendataan di 2 blok sensus yang terdiri dari 160-240 rumah tangga,”  jelas Syaiful. “Di tiap rumah tangga tidak menutup kemungkinan ada aktivitas usaha di dalamnya. Apalagi sekarang bisnis online sudah banyak,” lanjutnya.

Saat ini, BPS setempat tengah menyiapkan kegiatan pelatihan bagi petugas sensus yang akan dilaksanakan mulai tanggal 28 Maret s/d 15 April 2016. “Pelatihan dibagi dalam 4 gelombang. Petugas pendata akan mengikuti pelatihan selama 4 hari. Sedangkan pengawas 3 hari,” jelas Syaiful.

Berdasarkan data sensus ekonomi tahun 2006, di Kota Probolinggo terdapat 26.973 unit usaha. Jumlah tersebut terbagi dalam beragam jenis sektor usaha. Dari jumlah tersebut, 2.150 unit usaha telah berbadan hukum, dan sisanya sebanyak 24.823 unit usaha tidak berbadan hukum.

Sedangkan berdasarkan data survey di tahun 2014, unit usaha terbanyak di Kota Probolinggo adalah di sektor retail (perdagangan), yakni 24,44% disusul sektor industri pengolahan sebesar 15,75% dan industri transportasi sebesar 13,17%.

Nantinya hasil dari sensus ekonomi ini akan diolah terlebih dahulu oleh BPS Kota Probolinggo sebelum dikirim ke tingkat provinsi dan berakhir di BPS RI. Hasil resmi dari sensus ekonomi ini akan diumumkan pada upacara peringatan HUT RI ke-71 tanggal 17 Agustus. _alfienhandiansyah

 

 

In the next couple of months, 2016 Economic Census that has been a viral would be held. The event which is held every 10 years is about to begin. So far, economic census has been held for three times in 1986, 1996, and 2006. This year would be the fourth event. As schedulled, it would be held on May 1-31 2016.

As one of indicators of Indonesian economy, the census has a goal to calculate the economic activity in Indonesia except agricultural sector. “The result of the census would be a basis for the government to make a policy of development planning in the future,” said the head of Central Statistic Agency (BPS) of Probolinggo City, Syaiful Rahman.

In Probolinggo City, BPS has a duty to conduct a census in 5 districts consisting of 58,083 households.

To implement the census, local BPS will deploy 441 surveyors that have been selected before. They are classified into 111 supervisors and 330 assessors. They would be spread to 5 districts and have their own territory of census, called as ‘map of census block area’

They will conduct a census to a permanent location such as department stores, offices, and mobile location such as street vendors. Besides, they will also conduct a census to each household.

“The map will be used to collect data. Each surveyor has responsibility to collect data in 2 census blocks consisting of 160-240 households,” Syaiful explained. “They may find a business activity in each household. Moreover, online business has been rapidly developing,” he continued.

At the moment, BPS is preparing to host a training program for the surveyors which would be held on March 28th – April 15th 2016. “The training will be divided into 4 phases. The assessor will have 4-days training, while the supervisor will have three days,” Syaiful explained.

Based on the data of 2006 economic census, there were 26,973 business type in the city. The number is divided into various business sectors. Of the mentioned number, 2,150 business type are legally incorporated, while the rest of it are not.

Meanwhile, based on the data in 2014, the most business type in the city was in retail sector (trade) by claiming 24.44%. The second one was processing industry (15.75%), and the third one belonged to transportation industry (13.17%).

The result of the census will be processed by the local BPS before being sent to Provincial BPS and BPS of the Republic of Indonesia. The official result will be announced in the ceremony of 71st anniversary of Indonesian Independence on August 17th.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.