PEMERINTAH KOTA PROBOLINGGO PERPANJANG KERJASAMA DENGAN BPPT. (PROBOLINGGO CITY EXTENDS ITS COOPERATION WITH BPPT)

image_pdfimage_print

PEMERINTAH KOTA PROBOLINGGO PERPANJANG KERJASAMA DENGAN BPPT.

PROBOLINGGO CITY EXTENDS ITS COOPERATION WITH BPPT

Pemerintah Kota Probolinggo kembali memperpanjang kesepakatan bersama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi yang ditandatangani langsung oleh Wali Kota Rukmini dan Kepala BPPT Unggul Priyanto di Bandung akhir bulan Februari kemarin. Tidak jauh berbeda dengan kesepakatan sebelumnya yang akan habis masa berlakunya pada bulan April tahun ini, maksud dari kesepakatan bersama ini adalah untuk mengembangkan dan memanfaatkan potensi serta meningkatkan kapasitas masyarakat dan lembaga-lembaga daerah melalui penerapan dan pemasyarakatan teknologi untuk mendukung pembangunan daerah Kota Probolinggo dalam mewujudkan tujuan kesejahteraan masyarakat. Adapun tujuannya adalah untuk meningkatkan fungsi-fungsi kepemerintahan, pembangunan daerah dan pelayanan publik; Menjalin kemitraan strategis dalam pelaksanaan pembangunan daerah; Mendayagunakan dan memberdayakan potensi serta peranan masing-masing pihak secara sinergis dan saling mendukung; terakhir, Meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam lingkup pemberian, pertukaran serta pengembangan informasi.

Obyek dari kesepakatan bersama ini meliputi perumusan kebijakan dan penerapan teknologi, penelitian dan pengembangan teknologi baru, pendidikan dan pelatihan manajemen teknologi, pemanfaatan dan penerapan hasil-hasil penelitian yang telah ada, pemanfaatan sarana dan prasarana serta bantuan teknis. Sementara itu ruang lingkupnya meliputi: Pengkajian dan penerapan kebijakan teknologi; Pengkajian dan penerapan teknologi agroindustri dan bioteknologi; Pengkajian dan penerapan teknologi pemanfaatan suberdaya alam dan lingkungan; Pengkajian dan penerapan teknologi industri rancang bangun dan rekayasa; serta Pengkajian dan penerapan teknologi informasi, energi dan material. Dengan ditandatanganinya kesepakatan bersama dengan ruang lingkup tersebut, maka memungkinkan tiap-tiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemerintah Kota Probolinggo untuk melakukan kerjasama dengan BPPT dengan membuat perjanjian kerjasama.

Badan Lingkungan Hidup Kota Probolinggo adalah salah satu SKPD yang telah lama bekerjasama dengan BPPT di bidang lingkungan hidup. Menurut Setyorini Sayekti selaku Kepala Bidang Tata dan Penataan Lingkungan Hidup, kerjasama dengan pihak BPPT sudah dimulai sejak tahun 2008. “Kerjasama kami dengan BPPT terkait dengan penerapan dan pengkajian teknologi dibidang lingkungan hidup sejak tahun 2008 sampai 2013, kemudian diperpanjang pada tahun 2014 – 2015, 2015 – 2016, dan kemarin diperpanjang lagi untuk satu tahun kedepan,” ujar perempuan bergelar Master of Science ini.

Ditemui disela-sela kesibukannya, Rini panggilan akrab Setyorini Sayekti lebih lanjut memaparkan beberapa kegiatan yang telah dicapai hasil kerjasama selama dengan BPPT dibidang lingkungan hidup. Diantaranya yaitu pemanfaatan gas metan yang ada di TPA, pengembangan biogas limbah tahu, penyusunan kajian untuk lingkungan hidup strategis pesisir, penyusunan rencana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup (RPPLH) yang merupakan amanat dari undang-undang, pemanfaatan teknologi hijau untuk konservasi mangroove, serta DED (detail engineering design) untuk sanitary landfill di TPA. Sebagai timbal baliknya, BPPT memilih Kota Probolinggo sebagai pilot project untuk kegiatan penerapan hasil penelitian mereka. “Penelitian-penelitian yang dilakukan oleh BPPT itu kan harus di implementasikan ke pemerintah daerah dan tidak hanya jadi dokumen penelitian semata, jadi mereka mencari lokasi di daerah dengan pembiayaan dari mereka sendiri. Dan Kota Probolinggo dipilih sebagai pilot project mereka untuk pengembangan gas metan yang ada di TPA,” jelas perempuan eselon tiga di BLH ini.

Dalam perjanjian kerjasama yang ditandatangani kemarin antara BLH dengan BPPT adalah penyusunan naskah akademik untuk penetapan kawasan lindung. Selain itu masih melanjutkan beberapa program-program yang telah dan tengah berjalan saat ini. Yaitu pemanfaatan teknologi hijau untuk konservasi mangroove, karena kegiatan ini merupakan kegiatan time series (berkelanjutan). Kemudian juga untuk optimalisasi pemanfaatan gas metan TPA, kerena ini akan berkembang terus. “Untuk gas metan yang di TPA sendiri tekanannya belum stabil, jadi masih memerlukan pendampingan terus dari BPPT sampai tahun 2017 nanti,” tambahnya.

Kedepan, hasil kerjasama antara Pemerintah Kota Probolinggo dengan BPPT akan didapat pengetahuan untuk penerapan teknologi. “Dalam proses pengkajian dan penerapan teknologi oleh BPPT ini didalamnya ada transfer knowledge, jadi kita ini juga di didik untuk belajar dan mengembangkan sendiri program yang telah dilakukan dan diterapkan di Kota Probolinggo. Sehingga mereka tidak menciptakan ketergantungan, tapi kita diajari melihat kondisi kemudian mencari peluang didalamnya lalu mengimplementasikan. Dan mereka dari pihak BPPT tetap membuka peluang sebagai konsultan,” tutupnya. Abdjamal

Probolinggo city administration extend its cooperation with the Board of Assessment and Technology Appliance (BPPT), signed by Mayor Rukmini and the head for BPPT Unggul Priyanto in Bandung on last Februari. Similar to the previous agreement which would be expired on the next April, it aims to develop and utilize the potency and to increase the society capacity and regional institutions by applying technology to support the regional development of the city to realize the society’s welfare. The goal of the cooperation is to increase the functions of governance, regional development, and public service, to have a strategic partnership in implementing regional development, to empower the potency and the role of each side in a synergy to support each other, and to increase the effectiveness and efficiency in giving, trading, and developing information.

The object of the cooperation covers formulation of technological policies and appliances, researches and development on new technology, education and training of technological management, utilization and appliance of existing research result, utilization of facilities and technical assistance. Meanwhile the scope includes assessment and appliance of technology utilization of natural resource and environment; assessment and appliances of industrial technology of development planning and engineering; and assessment and appliances of information technology, energy and material. Once the cooperation signed, then the working units of the city have the opportunity to have cooperation with BPPT.

The local Environment Agency (BLH) is one of the working units that have good record of cooperation with BPPT on environment. According to the head for Environmental Agency division, Setyorini Sayekti, the cooperation has been implemented since 2008. “It is related with assessment and appliances of technology on environment, started in 2008 – 2013, extended in 2014-2016, and for the next year,” said the woman who has the degree of Master of Science.

Met during her working hours, Rini – that’s how people call her – mentioned several programs that have been achieved thanks to the cooperation with BPPT. Among them is the utilization of methane gas at the landfill, development of tofu waste biogas, assessment on strategic environment at the coastal area, planning on protection and management of environment (RPPLH) which is regulated on the bill, utilization of green technology for mangrove conservation, and detail engineering design (DED) for sanitary landfill. On the other side, BPPT chose Probolinggo City as the pilot project of their research appliances. “Researches implemented by BPPT should be implemented to regional government instead being only document. So, they look for a location in the regional government and they chose Probolinggo City to be the pilot project for developing methane gas at the landfill,” she said.

BLH and BPPT have agreed to sign the cooperation on academic script for protection area establishment. Besides, they still continue several programs that has been implemented which is the utilization of green technology for mangrove conservation since it is a time series program. The optimization of methane gas at the landfill is another program that needs further development. “The pressure of methane gas at the landfill is not stable, and we need BPPT to guide us until 2017,” she added.

For further step, the result of the cooperation will earn some knowledge of technology appliances. “In the cooperation with BPPT, there will be transfer knowledge, so we learn and develop the programs implemented by the city. They teach us to be independent. We are taught to observe our condition then to see if there any opportunities in it to create and implement a program. And BPPT give us a favor as a consultant,” she ended.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.