Pemkot Gandeng Pemkab Urus 15 Objek (Probolinggo City Finalized a Deal with Probolinggo Regency)

image_pdfimage_print

Pemkot Gandeng Pemkab Urus 15 Objek

Probolinggo City Finalized a Deal with Probolinggo Regency

 

Untuk kesekian kalinya, Pemerintah Kota Probolinggo menggandeng Pemerintah Daerah lain dalam rangka mengurus beberapa urusan pemerintahanan. Setelah tahun lalu berhasil menggandeng Pemerintah Kota Surakarta dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Pebruari ini Pemkot Probolinggo menggandeng “saudaranya” yakni Kabupaten Probolinggo. Kali ini kedua daerah bersepakat mengurus 15 objek penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. Nota kesepahaman yang menjadi prasyarat kerja sama ditanda tangani oleh Hj. Rukmini selaku Wali Kota Probolinggo sebagai Wakil dari Pemerintah Kota Probolinggo, dengan Hj. Puput Tantriana Sari selaku Bupati Probolinggo sebagai Wakil dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo, di Puri Manggala Bhakti Kantor Wali Kota Probolinggo (3/2).

Ke-lima belas objek yang menjadi fokus kerja sama antar kedua daerah di antaranya, pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan penataan ruang, koperasi dan usaha kecil menengah, perindustrian, perdagangan, perhubungan, linkungan hidup, kesatuan bangsa dan politik dalam negeri, kelautan dan perikanan, pertanian, tenaga kerja, pariwisata, energi dan sumber daya air, serta bidang-bidang lain sesuai kebutuhan daerah. Aspek yang dikerja samakan meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian, pemeliharaan dan evaluasi. Kerja sama ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan potensi sumber daya secara berkelanjutan serta memberikan pelayanan umum secara efektif dan efisien guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wali Kota Probolinggo, Rukmini dalam sambutannya menegaskan bahwa kesepakatan dengan Kabupaten Probolinggo sangat penting mengingat batas wilayah antara kedua daerah yang berbatasan langsung. “Keadaan geografis dan topografi wilayah (Kota Probolinggo dengan Kabupaten Probolinggo) langsung berbatasan. (Kerjasama ini) untuk mengantisipasi agar tidak terjadi perselisihan mengenai batas wilayah, maka perlu dilakukan kerja sama yang baik mengenai status wilayah pemerintahan, dengan memperhatikan aspek kemudahan aksesibilitas dan akselerasi masyarakat dalam menerima pelayanan publik”, ungkap Rukmini.

Rukmini menambahkan, ada beberapa hal yang menjai fokus dalam kerjasama antara kedua daerah, salah satunya pengelolaan Perusahaan Daerah Air Minum Daerah (PDAM) Kota Probolinggo yang memanfaatkan sumber mata air Ronggo Jalu, di Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. “Kerja sama yang nantinya terjalin juga akan menitik beratkan pada pengelolaan air untuk PDAM Kota yang berasal dari sumber mata air di wilayah Kabupaten Probolinggo. Selain itu, juga akan fokus pada pengembangan kebudayaan dan pariwisata penyangga kawasan Bromo Tengger Semeru dan pariwisata lokal, pengembangan layanan kesehatan masyarakat perbatasan, parkir berlangganan, penanganan masalah sosial lintas daerah, pengendalian inflasi daerah, pengembangan ekonomi kreatif, peningkatan promosi dan investasi daerah, penanganan kebencanaan daerah serta bidang lain yang akan berkembang sesuai dengan keadaan yang disepakati bersama’, tambah Rukmini.

Tantri, sapaan akrab Bupati Probolinggo dalam kesempatan yang sama mengawali sambutannya dengan mengucapkan permohonan maafnya kepada Wali Kota Probolinggo. “Sebelumnya saya mohon maaf kepada Ibu Wali Kota, selama tiga tahun menjadi Bupati saya hidup di dua alam. KTP saya itu Sidomukti Kraksaan, tapi kenyataannya saya ini warganya Bu Rukmini. Setiap hari saya tinggal di wilayah kota, di sebelahnya Alun-alun. Jadi ini silaturrahimnya Bupati, sekaligus silaturrahimnya warga masyarakat kepada Ibu Walikota”, ungkap Tantri.

Terkait dengan kerja sama, Tantri mengakui hal itu sangat penting dilakukan karena kedua Probolinggo adalah “saudara kandung”. “Menilik dari sejarah, Kota Probolinggo dan Kabupaten Probolinggo adalah saudara satu kandung. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Probolinggo menyambut baik niatan Kota Probolinggo untuk menjajaki kerja sama. Kabupaten Probolinggo memiliki banyak potensi, dengan 24 Kecamatan yang tersebar dari Tongas sampai Paiton, pesisir sampai dataran tinggi pegunungan seperti Sukapura, Tiris, Sumber, Krucil. Di sisi lain, Kota Probolinggo berada di tengah-tengah Kabupaten Probolinggo”, terang Tantri.

Kerja sama ini memang cukup membantu masyarakat kedua daerah. Salah satunya adalah di bidang kesehatan, di mana Kota Probolingg memiliki Rumah Sakit Kelas B yakni RSUD Dr. Mohamad Saleh, sementara Kabupaten memiliki dua rumah sakit yaitu Rumah Sakit Umum Daerah Tongas dan Rumah Sakit Waluyo Jati di Kraksaan. Dengan kerja sama ini nantinya diharapkan mampu mempermudah masyarakat kedua daerah alam menerima pelayanan kesehatan di masing-masing rumah sakit kedua daerah. “Kami masih dalam tahap membangun, yang tentunya ada beberapa infrastruktur yang belum sempurna dan belum 100 persen kami miliki. Tentunya ada infrastruktur yang dimiliki oleh RSUD Dr. Mohammad Saleh yang tidak dimiliki oleh RSUD di Kabupaten Probolinggo. Begitu juga sebaliknya, mungkin ada infrastruktur di Kabupaten Probolinggo yang belum dimiliki oleh rumah sakit di Kota Probolinggo. Ini mungkin bisa dikerjasamakan. Bagaimana rakyat saya, yang memiliki jarak tempuh semisal warga Bantaran dan Wonomerto yang terlalu jauh jika ke Tongas dan Kraksaan. Mungkin akan regulasi yang sedikit rumit karena ada BPJS, mungkin tiga direktur rumah sakit ini bisa segera menjalin kerja sama agar rakyat kita bisa dengan cepat dan murah dalam menjangkau akses pelayanan kesehatannya”, harap Tantri.

Berkaitan dengan sumber mata air, Tantri juga menyatakan membuka selebar-lebarnya kerja sama. “Kami membuka pintu selebar-lebarnya kesempatan kerja sama sumber daya alam khususnya mata air. Prinsipnya adalah bagaimana rakyat itu mendapat pelayanan dengan baik, murah, cepat dan tepat. Kedepan saya berharap kedua daerah membuka seluas-luasnya kemungkinan seluruh aspek yang bisa dikerja samakan, ungkap Tantri. (abdur hamzah)

 

 

Another deal of agreement on governmental affairs has been made by Probolinggo City Government with other regional governments. Following other agreements with Surakarta City Government and Banyuwangi Regency Government done in 2015, Probolinggo City has finalized another agreement with its “colleagues”, Probolinggo Regency Government, this year in February. Both of them agree to make a deal on 15 fields of governmental affair and regional development. An MoU as the precondition of this cooperation was signed by Mayor Rukmini as the Mayor of Probolinggo and Hj. Puput Tantriana as the Regent of Probolinggo at Puri Manggala Bhakti, City Hall.

The 15 fields of governmental affair being the focus of both sides are education, health, public work and urban planning, cooperatives and small-medium enterprises (UKM), industry, trade, transportation, environment, national unity and domestic politics, maritime and fisheries, agriculture, manpower, tourism, energy and water resource, and other fields based on regional necessities. The aspects of cooperation on this agreement are planning, implementation, supervision, monitoring, maintenance, and evaluation. The cooperation is done to optimalize the management of sustainable potential resource and to give an effective and efficient public service to increase the society’s welfare.

Mayor Rukmini in her speech stated that the deal is important regarding that the two regions are directly in a boundary. “Geographically, the two regions are in a boundary. The deal is made to anticipate any conflicts on boundaries, considering to aspects of accessibility and community acceleration in having public services,” said Rukmini.

Rukmini added that the focus of the deal is on the management of local tap water company (PDAM) which is utilizing the water resources located in Probolinggo Regency. Besides, it will focus on the cultural and tourism development to support for Bromo Tengger Semeru area and local tourism, development of health services for rural community, parking services, multi-areas social-problems management, control of regional inflation, development of creative economy, increasing the promotion of regional investment, management of regional disaster, and other sectors that will be developed based on the conditions that have been set.

Tantri, the nickname of Probolinggo Regent at the same opportunity stated her apology to Probolinggo Mayor. “I’d like to say my apology to the mayor since I got two identity since I’ve been a regent. My identity card states that I’m Kraksaan resident, but in fact I’m Probolinggo city resident because my official residence is in Probolinggo city, next to the city square. So I can call that this is a meeting between a regent (and also a resident) and Probolinggo Mayor,” said Tantri.

Related to the deal, Tantri admitted that it is important since the two regions are ‘siblings’. “Based on history, Probolinggo city and regency are siblings. Therefore, the Government of Probolinggo Regency has welcomed the Government of Probolinggo City to make cooperation. The regency has many potency with its 24 districts. On the other side, Probolinggo city lies in the middle of the regency,” said Tantri.

The cooperation do much favor for both region’s residents. One of them is in health sector in which Probolinggo City has a class-B hospital, RSUD dr. Moh Saleh. Meanwhile the regency has two hospitals namely RSUD Tongas and RS Waluyo Jati in Kraksaan. Having this cooperation, hopefully it would help the residents to have a good health service in each hospital. “We are a developing region of which the infrastructure is not perfect yet. Certainly, there are infrastructures RSUD dr. Moh Saleh has that the regency’s hospitals don’t have. On the contrary, there might be infrastructures in regency’s hospitals that the city’s hospitals don’t have. This could be managed in a cooperation so that my residents who live in a rural areas such as Bantaran and Wonomerto could have an easy access to the health service,” Tantri hopes.

Related to water resources, Tantri also stated that her side will be widely open for cooperation. “We would be very welcome for an opportunity of cooperation in natural resources sector, especially water resources. The most important is that the residents could get a good, cheap, and quick service. For the next move, I hope that both sides could be widely open towards any possibilities of cooperation on all aspects,” said Tantri.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.