MENCARI BIBIT UNGGUL BULU TANGKIS (BADMINTON CHAMPIONSHIP, AN OPPORTUNITY TO SCOUT NEW TALENTS)

image_pdfimage_print

MENCARI BIBIT UNGGUL BULU TANGKIS

BADMINTON CHAMPIONSHIP, AN OPPORTUNITY TO SCOUT NEW TALENTS

 

                Bulutangkis merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat populer dan mempunyai banyak penggemar di Indonesia. Dan dari cabang olahraga ini juga Indonesia mendapatkan beberapa kali medali emas di Olimpiade. Di Kota Probolinggo pun cabang olahraga ini sangat digemari dan lumayan mendapatkan prestasi. “Terakhir, kita mendapatkan medali waktu Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN),” kata M. Harijadi, ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Probolinggo.

                Untuk mencari bibit-bibit unggul di Kota Probolinggo, PBSI Kota Probolinggo bekerjasama dengan Djarum Foundation mengadakan Kejuaraan Kota (Kejurkot) bulutangkis tahun 2016. “Selain mencari bibit unggul, Kejurkot ini juga untuk membina atlit, dan meningkatkan prestasi atlit,” kata Harijadi. Kejurkot ini digelar selama tiga hari, mulai tanggal 26-28 Februari 2016 di GOR. A. Yani dan diikuti oleh 226 atlit bulu tangkis. Para atlit tersebut merupakan perwakilan dari 8 klub yang ada di Kota Probolinggo, yakni PB Tunas Harapan, PB. Yupiter, PB. Sumawirja, PB. Pelangi, PB. Obama, PB. Citra Jaya, PB. Bayuangga, dan PB. Abadi Kota.

                Wakil Wali Kota, Suhadak pun mengharapkan Kerjukot ini untuk memupuk persaudaraan antar atlit dan menjunjung tinggi sportivitas. “Persaingan boleh, tapi jangan lupa memupuk persaudaraan. Juara bukanlah segala-galanya, yang terpenting adalah persaudaraan untuk persatuan dan kesatuan Kota Probolinggo. Kepala PBSI provinsi Jawa Timur, Wijanarko Adi Mulya pun berpesan yang lebih ditujukan kepada para atlit dan orang tua atlit. “Saya berharap para atlit mempunyai kemauan untuk berlatih dengan keras dan pantang menyerah. Dan untuk para orang tua, tolong perhatikan asupan gizi yang masuk perharinya, pola makan harus dijaga, karena penampilan/performa atlit, selain dari latihan, juga sangat tergantung pada asupan gizinya. Dia juga mengharap untuk selalu melakukan koordinasi antara pemerintah kota dan KONI untuk mensupport pembinaan atlit.

                Kejurkot ini merupakan event tahunan yang diadakan oleh PBSI Kota Probolinggo. “Sebenarnya bila mengacu pada provinsi kegiatan ini harusnya dilaksanakan dua kali dalam setahun, tapi kita (Kota Probolinggo) hanya mengadakan kegiatan ini setahun sekali,” kata Harijadi. Terdapat lima kategori (kelompok umur) yang dilombakan dalam Kejurkot kali ini yakni, kategori usia dini (maksimal 10 tahun), kategori anak-anak (12-13 tahun), kategori pemula (14-15 tahun), kategori remaja (16-17 tahun) dan kategori taruna (18 tahun). “Dan ada satu kategori tambahan yakni kategori ganda veteran (jumlah umur 80 tahun) untuk memberi semangat kepada atlit muda,” kata ketua panitia, Ahmad. Kejurkot ini memperebutkan piagam penghargaan dan uang pembinaan. hariyanti agustina

 

Badminton is one of popular sports with huge fans in Indonesia. And badminton is the sport Indonesia often gets a golden medal from. In Probolinggo city, badminton is also popular and has earned many achievements. “Last time, we got a medal in National Students Sport Olympic (O2SN),” said M. Harijadi, the chairman of badminton association PBSI of Probolinggo City.

In order to scout new talents in the city, PBSI of Probolinggo City in cooperation with Djarum Foundation held a City Championship of Badminton 2016. “Besides to scout new talents, the championship is also held to develop our athlete, and improve their achievements,” said Harijadi. It was held in three days, started on February 26-28 2016 at sport centre GOR A. Yani, and participated by 226 badminton athletes. Those athletes are the representatives of 8 badminton clubs in the city, which are PB Tunas Harapan, PB. Yupiter, PB. Sumawirja, PB. Pelangi, PB. Obama, PB. Citra Jaya, PB. Bayuangga, and PB. Abadi Kota.

Vice Mayor Suhadak hopes that the championship could enhance the brotherhood of athletes and keep sportive. “Competing each other is good, but don’t forget about brotherhood. Being a champion is not everything, the most important is brotherhood for the sake of unity as Probolinggo citizens,” said Suhadak. The chairman of East Java’s PBSI, Wijanarko Adi Mulya told the athletes and their parents, “I hope that the athletes could have a willing to train hard and never give up at any situation. For parents, please take a concern on the athletes’ daily nutrition, maintain their health, because their performance is not only depend on their training but also on their nutrition. He also hopes to have a good coordination with the city administration and KONI to support athletes development.”

                Badminton City Championship is an annual event held by Probolinggo City’s PBSI. “Actually, based on the provincial regulation, it should be held twice a year, but we (Probolinggo city) just have it once a year,” said Harijadi. There are five categories (age-based) being competed in the championship. They are early age (maximum 10 years old), kids (12-13 years old), beginners (14-15 years old), teenagers (16-17 years old), and taruna (18 years old). “And there is another category called veteran (80 years old) to motivate the young athletes,” said the head committee Ahmad. The champions of the event will get a certificate and some money.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.