Dipersiapkan Untuk Hadapi MEA (Education Expo, Preparation to Face AEC)

Dipersiapkan Untuk Hadapi MEA

Education Expo, Preparation to Face AEC

 

Di tengah bentangan kain putih, Chusnul Khotimah (17), siswi SMKN 2 Probolinggo, tampak seperti dewi yang tengah anggun menari di atas gugusan awan. Dikelilingi keenam rekannya yang lain, ia membawakan nukilan gerak Tari Topeng untuk menutup penampilan mereka di ajang Festival Dance Expo Pendidikan Kota Probolinggo 2016, Jumat (20/5) lalu.

Begitu mereka selesai, gerumuh tepuk tangan dan teriakan para pengunjung meramaikan sisi timur Lapangan Yon Zipur. Ya, penampilan grup dance yang menamakan diri mereka Esemkada Krew ini terbilang sangatlah memukau di ajang yang berlangsung selama 2 hari itu (sampai Sabtu, 21 Mei 2016).

 “Saya ingin menunjukkan bahwa tari tradisional itu bagus dan bisa dikombinasi dengan dance atau tari modern lainnya,” tutur Chusnul saat diwawancara oleh Link Go usai performance mereka.

Expo Pendidikan bertema Nyalakan Pelita Terangkan Cita-Cita menampilan 20 atraksi band pelajar dan 21 grup dance. Termasuk juga lomba mading 3D dan bazaar.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Probolinggo, Adi Suhermanto, dalam laporannya pada wali kota menyebutkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. “Tak hanya pembelajaran di kelas tapi juga kegiatan ekskul (extra kurikuler, red) di lapangan. Sebagai ajang unjuk keterampilan bagi para siswa” terang Adi.

Selain memperingati Hari Pendidikan Nasional (2 Mei) dan Hari Kebangkitan Nasional (20 Mei) yang setiap tahunnya diperingati oleh Pemerintah Kota Probolinggo, khususnya Dinas Pendidikan, lanjut Adi, tujuan lain dari kegiatan ini adalah memberikan dasar kemampuan atau kewirausahaan dari para anak didik. Total, ada 40 stan pameran yang siap menampilkan produk-produk kewirausahaan sekolah. 18 gugus SD dan sisanya dari SMP dan SMA.         

Seperti kerajinan hand painting yang dipamerkan oleh Uliah, siswi SMKN 3 Kota Probolinggo. Bersama rekan-rekannya, ia mempraktekkan sekaligus menjual kerajinan hand printing dalam bentuk sarung bantal.

Saat diminta untuk memberikan sambutan, Wali Kota Probolinggo Rukmini menyampaikan bahwa pendidikan adalah bidang pembangunan terpenting bagi keberlangsungan bangsa.

“Pendidikan merupakan bidang pembangunan yang sangat esensial bagi keberlangsungan dan keunggulan suatu bangsa. Hal ini disebabkan karena pendidikan sebagai upaya yang paling efektif untuk meningkatkan SDM,” ujar perempuan yang pernah duduk sebagai anggota Komisi VIII DPR RI ini.

Pendidikan di kota maju, lanjut Rukmini, maka harus dibuktikan dengan adanya unjuk karya produk unggulan dari masing-masing tingkat satuan pendidikan yang dikemas melalui expo pendidikan. Untuk itulah, di peringatan Hardiknas ini kita diajak menyaksikan kebolehan putra-putri bangsa yang berkompetisi lewat lomba.

“Saya berharap ini bukan hanya dipersiapkan untuk mengikuti kegiatan expo saja, tapi nantinya dipersiapkan untuk menghadapi MEA,” ujar Rukmini. stebbyjulionatan

               

                Wearing a white dress, Chusnul Khotimah (17), a student of high school SMKN 2 Probolinggo, looked like a goddess dancing on the cluster of clouds. Surrounded by her six partners, he performed Topeng dance in the closing of Festival Dance of Education Expo 2016, Friday (20/5).

Once they ended their performance, applause and spirit of the audience have surrounded the event held at the eastern side of Yon Zipur field. Ya, the performance of Esemkada Krew has been astonishing the event held in two days.

“I want to show that traditional dance is a good art and could be combined with other modern dance,” said Chusnul as she was interviewed by Link-Go.

The event performs 20 music band performances and 21 dance group, including 3D wall magazine competition and bazaar.

Secretary of local Education Agency, Adi Suhermanto in his report stated that the event is held to improve the quality of education. “Improvement is needed not only in the class learning activity, but also in the extracurricular activity. It is held to show the student’s talent, ” said Adi.

Besides to commemorate the National Education Day (May 2nd) and National Awakening Day (May 20th), the event was held to give the students a basic ability and entrepreneurship. Totally, there were 40 booths in the exhibition, displaying the products of the participated schools. 18 groups of elementary schools, and the rest were from junior high school and senior high school.

A hand printing product was displayed by Uliah, a student of senior high school SMKN 3 Probolinggo. Along with her partners, she showed how to make the painting and sell it in the form of pillow case.

Mayor Rukmini, in her speech, stated that education is the most important field in the regional development, as the part of the nation’s sustainability.

“Education is an essential development field for the sustainability of a nation. This is because education is the most effective way to increase the quality of human resources,” said Rukmini.

Education, in advanced cities, Rukmini continued, should be proven by the implementation of education expo which can be the opportunity for each education unit to display their best products. Therefore, in the commemoration of National Education Day, we have to see the talent of our next generations who compete each other in the form of competitions.

“I hope that the products are set not only for the expo, but also to face ASEAN Economic Community (AEC),” said Rukmini.