Orangtua Harus Menjadi Tauladan Bagi Anak (Parents Should Be Role Model for Their Children)

image_pdfimage_print

Orangtua Harus Menjadi Tauladan Bagi Anak

Parents Should Be Role Model for Their Children

 

                Tidak sedikit orangtua berpikir bahwa pendidikan itu tanggung jawab sekolah. Pemikiran tersebut tidak cukup sampai disitu karena lingkungan dan pemerintah pun sangat berperan aktif dalam mementukan proses tumbuh kembang anak. Jadikanlah keluarga seperti surga, Baiti Jannati.

                Demikianlah yang disampaikan Wali Kota Probolinggo Rukmini pada saat seminar pendidikan keluarga dalam rangka hari pendidikan nasional, 4 Mei lalu. Dihadapan para undangan yang didominasi anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP), wali kota ingin memberikan pengertian akan pentingya mengenal karakter anak.

                “Pendidikan dini anak itu adalah di rumah, bersama keluarga. Orangtua harus memberikan kasih sayang yang lebih pada anaknya. Jadilah idola bagi putra-putri kita,” imbau Wali Kota Rukmini yang memiliki empat orang anak ini.

                Katanya, terpenuhinya hak anak itu muncul dari kepercayaan diri orangtua dalam mendidik anak. “Anak adalah amanah dari Allah SWT yang di dalamnya melekat hikmah, harkat dan martabat. Sebagai orangtua, kita wajib memberikan yang terbaik. Jadilah orangtua tauladan dan inspirasi bagi anak,” ujar Rukmini.

                Sosialisasi bertema “Keteladanan orangtua awal keberhasilan membangun karakter pendidikan anak menuju Baiti Jannati” ini digelar DWP Kota Probolinggo. Ketua DWP setempat, Subowati Johny Haryanto menyatakan, sebagai istri pegawai harus lebih tahu banyak tentang harmonisasi keluarga terutama tumbuh kembang anak di masa depan.

                “Istri  pegawai harus lebih peka terhadap perkembangan anak di zaman yang serba canggih. Sebab anak sekarang tidak bisa hanya di-doktrin dengan pola pendidikan seperti zaman dahulu. Tetapi, harus mendidik anak sesuai zamannya,” tegas istri sekda kota ini.

                Seminar sehari ini menghadirkan Judi Suharsono, Dosen Unmer Malang. Lelaki berkepala plontos ini memberikan tips kepada para orangtua agar diterapkan sehari-hari ke sang anak. Yaitu, pentingnya menjaga cara berkomunikasi yang baik dengan anak. “Setiap anak mencium tangan (saat akan berpergian atau kondisi apapun) elus kepalanya sambil bilang-bilang sesuatu (yang positif tentunya). Anak itu, 95 persen yang dicontoh adalah orangtuanya,” terang Judi Suharsono.

                Karena  Menurut pria bertitle Doktor itu 95 persen perilaku anak meniru orangtuanya. Karakter adalah jumlah keseluruhan dari nilai-nilai, keyakinan, agama dan kepribadian seseorang. Karakter tercermin dalam perilaku dan tindakan kita sehari-hari. Karakter merupakan kombinasi ketulusan, sifat tidak mementingkan diri sendiri, pengertian, pendirian, loyalitas dan rasa hormat.

“Jika seseorang berkembang melampaui kemampuan rata-rata banyak orang, selalu ada saja yang berupaya menghancurkannya. Karakterlah yang menjaganya. Pendidikan informal dalam lingkungan keluarga merupakan dasar yang memberikan kontribusi yang cukup dalam pembentukan karakter seseorang,” beber Judi, pria yang humoris itu.

Bagaimana mengembangkan karakter anak? Judi membaginya menjadi tiga hal. Yaitu, role model meliputi disiplin, inisiatif, kepemimpinan, bertutur dan santun. Kedua, message of the week  yang artinya memberikan pesan moral kepada anak melalui kata-kata bijak dan cerita. Kemudian yang terakhir adalah hidden curriculum, maksudnya menyelipkan atribut pendidikan karakter dalam pembelajaran, menyatukan dalam kompetisi mata pelajaran.

Sebelum belajar memahami karakter anak, yang terpenting adalah bagaimana kita memahami diri sendiri sebelum memahami anak kita. Jodi pun menuturkan, mengubah karakter diri mengubah hidup kita. Caranya, dengan mulailah menjadi tauladan yang baik, berbicaralah dengan kalimat kekinian mulai sekarang. famydecta

 

 

 

 

 

Many parents think that education is the responsibility of the schools. This mindset is quite wrong since neighborhood and the government has another role to determine the development of the children. Make the family like heaven, Baiti Jannati.

That’s what Mayor Rukmini said at the seminar of family education in commemorating National Education Day, last May 4th. Standing before the invitee dominated by the member of Dharma Wanita Persatuan (DWP), the mayor wants to give them understanding on the importance to know their children’s character.

“Pre-education for children is implemented at home, with the family. Parents should give them affection. Be their idol,” said Mayor Rukmini who has 4 children.

She said, the rights of children could emerge from the confidence of the parents when educating their children. “Children are mandate from Allah SWT. As parents, we have to give them the best. Be a role model and inspiration for your children,” said Rukmini.

The dissemination with the theme “Exemplary of Parents-The Beginning of Success to Build Children’s Education Character Towards Baiti Jannati” was held by DWP of Probolinggo City. The head of local DWP, Subowati Johny Hariyanto said that the wives of civil servants should know more about family harmonization especially the development of the children.

“The wives of civil servants should be more sensitive to the development of the children in this modern era. Because, children must be educated based on the character of the era,” said the wive of Regional Secretary of Probolinggo City.

The seminar invited Judi Suharsono, a lecturer of Universitas Merdeka Malang. He gave some tips to parents so that they can apply them in their daily activities with the children. He told that the important thing is how to have a good communication with the children. “When a kid kisses his/her parents’ hand, you should coax his/her head while saying something positive. 95% children do what their parents do,” said Judi Suharsono.

According to him, character is the total amount of values, faith, religion, and the personality of a person. The character can be seen in our daily activities. It is a combination of sincerity, unselfishness, caring, loyalty, and respect.

“If someone develops beyond the average people, there would be someone else trying to destroy it. Character will keep it away from destruction. Informal education in the family is a basic giving an important contribution in building someone’s character,” said Judi.

How do we develop our children’s character? Judi divides it into three things. The first thing is role model involving discipline, initiative, leadership, and good manner. The second one, message of the week which means the parents should give them moral messages to their children in the form of words or stories. Then the last one is hidden curriculum; it means that the parents should involve education attribute in their way of learning, combining it in the competition of learning.

Before we understand the children’s character, the most important thing is how we understand ourselves. Judi said that changing our character means changing our way of life. We can start by being a good role model. Talk with them with popular language in this era. 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.