Kupas Permasalahan di Coffee Morning (Coffee Morning, an Event to Solve Problems)

image_pdfimage_print

Kupas Permasalahan di Coffee Morning

Coffee Morning, an Event to Solve Problems

 

Setiap daerah memimpikan infrastruktur jalan yang rapi , bersih dan rata. Apakah impian itu merupakan tanggung jawab dari pemerintah saja ? Bagaimana dengan seluruh lapisan masyarakat, akankah mendukung impian tersebut? Tanpa dukungan masyarakat, program pemerintah tidak akan berjalan sesuai perencanaan.

Demikian dengan Kota Probolinggo yang telah meraih Adipura Kencana beberapa kali tapi kondisi jalan utama yang masih kurang memuaskan. Jalan yang bergelombang akibat truk dan kontainer yang masuk kota, jalan depan pasar tradional yang masih macet , karena penataan parkir yang masih kurang baik serta adanya bongkar muat truk di pasar. Seakan kemacetan merupakan pemadangan yang biasa bagi masyarakat Kota Probolinggo.

Pemerintah Kota Probolinggo dibawah pimpinan Rukmini masih memikirkan keadaan tersebut. Bagaimana kedaaan Kota Probolinggo nantinya akan lebih baik,  tidak lagi di jumpai jalanan yang lubang dan bergelombang serta kemacetan akibat transaksi pasar.

Problematika yang ada itu dibahas saat coffee morning di Puri Manggala Bhakti, kantor wali kota, 26 April lalu. Acara yang dihadiri FKPD (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) dan seluruh SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah) membahas  berbagai permasalahan yang terjadi di Kota Probolinggo saat ini.  

Ada beberapa hal yang penting yang disampaikan oleh Wali Kota Rukmini, antara lain tentang pembangunan pasar dan terminal truk. Pasar baru akan direnovasi menjadi 2 lantai, lantai atas untuk parkir mengurangi kemacetan di Jalan Niaga. Selain pasar baru, pasar kronong dan  wiroborang  juga akan direnovasi. 

“Mengingat sepanjang jalan niaga sering terjadi kemacetan lalu lintas. Dan, tujuan dibangunnya terminal truk agar truk tidak lagi memasuki jalur utama kota. Terminal truk menjadi tempat istirahat para supir truk nantinya. Kedepan semua truk masuk dan keluar harus lewat jalur utara,” jelas wali kota.

Untuk itu, Pemerintah Kota Probolinggo sudah melaksanakan tukar guling dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Jalan Lingkar Utara (JLU) selama ini dikelola Pemerintah Kota Probolinggo di tukar dengan Jalan Soekarno Hatta (dikelola provinsi).

Kebijakan ini didukung oleh anggota FKPD yang berpendapat bahwa truk masuk kota harus ditertibkan dengan kerjasama kepolisian dan Dinas Perhubungan setempat. Pada kesempatan itu, Wali Kota Rukmini menyampaikan pihaknya telah menerima penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha. Penghargaan tertinggi dalam bidang pemerintahan diberikan kepada pemerintah daerah yang selama 3 tahun berturut-turut berstatus kinerja terbaik dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.  

Hal lain yang disampaikan oleh wali kota adalah kegiatan Semipro (Seminggu di Kota Probolinggo) akan bekerjasama dengan 5 stasiun TV nasional. “Sudah disepakati oleh EO (event organizer) yang melaksanakan penyelenggaran Semipro nantinya. Saat Semipro nanti PKL diberi tempat tersendiri, Dispobpar dan Dinas Koperindag agar segera mengatur kebijakannya,” tutur Rukmini.

Pada kesempatan itu, FKPD juga menyampaikan beberapa permasalahan dari sampaian Kapolresta Probolinggo Kota AKBP Handoko Wibowo mengenai gerakan Radikal yang terjadi di Kota Probolinggo. Serta adanya oknum PNS di Dinas Pendidikan dan seorang oknum guru yang terlibat gerakan radikal tersebut.

Hal ini ditanggapi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Adi Suhermanto, bahwa 2 orang oknum tersebut sudah dipanggil untuk diberi arahan dan pembinaan. Hal serupa juga disampaikan oleh Dandim 0820 Probolinggo, jajaran TNI AD juga sudah memantau gerakan radikal yang terjadi di Kota Probolinggo. Dari pantauan tersebut kota ini masih dirasa aman dari hal yang membahayakan. ikayanuarta

 

Each region has dreamed of good infrastructure. But, is that only being the responsibility of the government? What is the role of the society to support the dream? Without them, the government’s program would not be as good as planned.

Probolinggo city has received Adipura Kencana award, but its main roads condition are still questionable. Many roads are wavy, traffic jam around the traditional market due to bad management of parking site and the activity of load and unloading goods at the market. It has been a usual scene for the citizens.

The city administration led by Mayor Rukmini has considered this as the main priority. They concern on how to fix the condition. They expect to have a good condition of roads and good traffic without any annoyance caused by market’s activity.

The problem was discussed in Coffee Morning event, held in Puri Manggala Bhakti. The event was attended by the member of Coordination Forum of Regional Leadership (Forkopimda) and each working unit of the city administration to discuss the problem of the city.

There were important problems stated by Mayor Rukmini i.e. the development of traditional markets and truck station. Pasar Baru (traditional market) would be upgraded to be two-floor market where the second floor is used as a parking site. Besides, Pasar Kronong and Pasar Wiroborang would be other markets renovated.

“The development is implemented to solve the traffic jam at the market. And, later the truck terminal will be developed so that there would be no truck passing through the city main roads. The terminal will be used by the drivers as a rest area. Trucks have to use the northern lane, ” Mayor explained.

Therefore, Probolinggo city administration has implemented an asset swap with the Government of East Java Province. The northern lane (JLU) which has been under the city’s authority would be swapped with the East Java Province’s Soekarno Hatta Street.

The policy is supported by the member of FKPD who stated that the trucks using the city’s main roads should be taken care of, cooperating with the regional police and local Transportation Agency. On that occasion, Mayor Rukmini stated that her side has received Parasamya Purnakarya Nugraha award. The highest award in governmental field is given to regional government which is showing the best performance in running the regional government for 3 years in a row.

The mayor also promoted the city’s annual event, Semipro (a week in Probolinggo City) will cooperate with 5 national TV stations. “It’s been agreed with the EO of the event. In the event, the street vendors will have a special site, and the related agencies will set the policy,” said Rukmini.

The member of FKPD has also an opportunity to share problem occurring in the city. It was stated by the Chief of Regional Police Unit of Probolinggo City, AKBP Handoko Wibowo. He talked about the radical movement occurring in the city, and the involvement of civil servant working in local Education Agency to participate in the radical movement.

This was then responded by the Secretary of Education Agency, Adi Suhermanto. He stated that sanctions in the form of mental development have been given to those two civil servants. Similarly, the Commander of Military District 0820 Probolinggo and TNI AD stated that they have observed the movement in the city. Based on the observation, they consider that the city is still in a safe condition.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.