Kota Probolinggo Tercepat Lakukan Sensus (The City Set the Fastest Record in Reporting Economic Census)

image_pdfimage_print

Kota Probolinggo Tercepat Lakukan Sensus

The City Set the Fastest Record in Reporting Economic Census

 

Sensus ekonomi tahun 2016 telah rampung. Agenda yang diadakan tiap dekade ini memiliki peranan penting dalam memperoleh informasi potret utuh perekonomian bangsa. Bagaimana level perekonomian kita, strukturnya, lapangan kerja yang ada, hingga daya saing perekonomian tersaji dalam data yang telah dikumpulkan melalui sensus ekonomi.

“Data yang terkumpul nanti bukan hanya milik Badan Pusat Statistik (BPS) saja, tetapi milik bangsa Indonesia,” ucap Ketua BPS Kota Probolinggo Syaiful Rahman. Data ini nantinya menjadi landasan untuk pembuatan kebijakan perekonomian ataupun mengevaluasi kebijakan yang telah ada.

Selama sebulan penuh, sebanyak 441 petugas sensus ekonomi di Kota Probolinggo telah melaksanakan tugasnya di wilayah masing-masing. Berbagai macam variabel pertanyaan disodorkan petugas sensus pada perusahaan, perbankan, hingga rumah tangga.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Probolinggo, Budi Krisyanto saat memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi Sensus Ekonomi bulan lalu menyatakan harapannya agar responden dapat bekerjasama dengan petugas sensus.

Sosialisasi ini sendiri memang bertujuan untuk memberikan pemahaman pada para pelaku usaha sehingga mereka bersedia untuk memberikan data yang dibutuhkan petugas.  “Selain itu, saya juga minta pada petugas sensus untuk mengawali perjumpaan dengan responden dengan senyuman. Supaya yang didatangi juga merasa nyaman,” tutur Budi.

Kata-kata Budi Kris ini menjadi bekal bagi para petugas sensus di Kota Probolinggo. Namun, dalam melaksanakan tugasnya, mereka kerap menemui beberapa kendala di lapangan.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala BPS Syaiful Rahman. Saat ditemui di kantornya menyebut kendala yang dialami petugas adalah mereka tidak bisa mendapatkan data pemasukan dan pengeluaran di beberapa perusahaan di Kota Probolinggo yang statusnya cabang perusahaan. “Ini karena wewenang untuk menyampaikan data pemasukan dan pengeluaran ada di perusahaan pusatnya. Terpaksa data itu dikosongi dulu,” ujar Syaiful.

Misalnya, diketahui mini market waralaba yang ada di Kota Probolinggo merupakan cabang perusahaan, dan perusahaan pusatnya ada di Jember. Mereka tidak memiliki wewenang untuk menyampaikan data tersebut. “Yang punya wewenang itu yang di Jember, Mas,” ujar Syaiful pada Link-Go. Untuk mengatasi hal ini, Syaiful mengatakan data tersebut akan dikoordinasikan dengan BPS Jember.

Selain itu, terkadang masalah komunikasi juga menjadi kendala petugas selama melakukan sensus. Terkait hal ini, Syaiful mengatakan pihak BPS setempat nantinya yang akan membantu. “Kalau ada masalah komunikasi, nanti dari internal BPS yang akan membantu, terjun ke lapangan,” tuturnya.

Satu hal yang patut diapresiasi adalah hingga hari ke-20 (20/5), presentase tingkat ketepatan waktu penyelesaian sensus ekonomi di lapangan yang dilaksanakan di Kota Probolinggo mencapai 80,65%. Sehingga Kota Probolinggo menjadi daerah tercepat di Jawa Timur dalam hal penyelesaian sensus ekonomi di lapangan.

“Ini berkat kerja keras petugas dan tentunya kerjasama masyarakat Kota Probolinggo. Yang mantau langsung dari BPS Pusat,” tutur Syaiful. Selain itu, Syaiful menyebut sosialisasi sensus ekonomi tahun ini yang digelar sebelumnya dinilai berhasil.

“Berkat dukungan Ibu Wali Kota dan Pemkot Probolinggo, sosialisasi yang kami gelar seperti di event Semarak Pagi Kota Probolinggo (SPKP) dan Jalan Sehat yang lalu berhasil,” tutur Syaiful.

Tiap harinya masing-masing petugas sensus rata-rata melakukan sensus di 10 bangunan sensus. Dari data yang telah terkumpul, tiap 9 hari sekali, mereka juga mengadakan pertemuan dengan koordinator sensus kecamatan untuk pengumpulan data.

Di hari terakhir sensus ekonomi nanti, data yang telah terkumpul akan di-edit terlebih dulu oleh tim editor sebelum diserahkan ke BPS Provinsi. “Istilahnya, olah cepatnya di BPS sini (daerah), dan olah lengkapnya nanti di BPS Provinsi,” ujar Syaiful. Hasil lengkap sensus ekonomi tahun ini akan diumumkan Wali Kota Probolinggo pada tanggal 17 Agustus nanti. alfienhandiansyah

 

2016 Economic Census has been successfully done. The agenda held once in ten years has an important role in collecting information on the whole picture of national economy. How the economy level is, the structure, available job vacancies, and economic competitiveness are presented in the data collected by economic census.

“The collected data do not belong to the Central Statistics Agency (BPS), but it belongs to the nation,” said the head of Probolinggo city’s BPS, Syaiful Rahman. The data would be a basis to make economic policies or to evaluate the existing policies.

For a whole month, 441 economic census officers in the city have carried out their duty in each area. Various variable of questions were asked by the officers to companies, bankings, and households. 

Regional Secretary’s Assistant for Economic and Development Affairs, Budi Krisyanto, in a Dissemination of Economic Census, stated his expectation that the respondent would cooperate with the economic census officers.

The dissemination was aimed to give an understanding to the business doers so that they are willing to give the data needed by the officers. “Besides, I also ask to the officers to start the mission with a smile. That way, the respondent will feel comfortable to be interviewed,” Budi said.

Those words have been a spirit to the officers in the city. But, the fact tells another story since they still find difficulties in the process.

This was confirmed by Syaiful Rahman. He said that the officers could not get the data in several companies branch in the city. “This is because the one who has authority to give the data is the main company. Concerning to this, we have to fill it empty,” said Syaiful.

A franchise mini market in the city, for instance, is the branch of a company, while the main company is in Jember. In this case, they don’t have the authority to give the data. “The one who has kind of authorization is the main company,” said Syaiful to Link Go. To solve the problem, Syaiful said that the data will be coordinated with Jember’s BPS.

Besides, communication is also being another problem for the officers. Concerning to this, Syaiful said that the local BPS will help them. “If there is a communication problem, the internal side of BPS will help them directly,” he said.

One thing should be appreciated is that up until day 20 (20/5), the city has finished 80.65% of their census. Based on that fact, Probolinggo city has been the fastest region in East Java Province finishing the economic census.

“This thanks to the hard work of the officers and the cooperation of the citizens for sure. The percentage is based on Central BPS observation,” said Syaiful. In addition, Syaiful said that the dissemination of economic census has been another success giving contribution to the census implementation.

“Thanks to the support of the mayor and Probolinggo city administration, the dissemination we held in events like Semarak Pagi Kota Probolinggo and Health Walk were successful,” Syaiful added.

In every single day, each officer conducted 10 censuses on average. Of the collected data, once in 9 days, they also hold a meeting with the district census coordinators for collecting data.

In the end of the census, the collected data would be firstly edited by the editor team before being submitted to the Provincial BPS. “We can say that Regional BPS will do a quick analysis, and Provincial BPS will do a complete analysis on the data,” Syaiful Said. The complete result of economic census will be announced by Probolinggo Mayor on August 17th, 2016.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.