Segera Realisasikan Layanan Call Center 112 (City to Launch 112 Call-Center Service)

image_pdfimage_print

Segera Realisasikan Layanan Call Center 112

City to Launch 112 Call-Center Service

 

Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri menyelenggarakan layanan nomor tunggal panggilan darurat di tingkat kabupaten /kota.

Layanan nomor tunggal ini digunakan untuk panggilan keadaan darurat dengan nomor 112. Layanan ini diharapkan bisa berjalan optimal dan manfaatnya dirasakan langsung masyarakat. Melalui sistem pusat panggilan darurat terpadu, akan mempermudah masyarakat dalam penanggulangan keadaan darurat.

Termasuk mempercepat penanggulangan keadaan darurat Indonesia, serta mempermudah koordinasi antar instansi terkait,” ujar Kepala Dinas Kominfo Kota Probolinggo Rey Suwigtyo. 112 bakal mengganti nomor layanan sebelumnya yaitu 110 (layanan kepolisian), 118 (layanan ambulans) dan 113 (layanan pemadam kebakaran).

Ada 100 kabupaten/kota di Indonesia yang menjadi target penyediaan layanan ini. Pemerintah pusat mengumpulkan data dan mengukur kesiapan daerah yang diusulkan dalam penyediaan dan penyelenggaraan layanan panggilan darurat terpadu melalui kuisioner.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta pemerintah daerah yang terpilih serius, untuk menyediakan dan mengintegrasikan berbagai layanan yang ada dalam satu panggilan tunggal. Kota Probolinggo sendiri terpilih karena memang masuk dalam daftar kabupaten/kota e-government binaan pusat.

Rey Suwigtyo mengikuti kegiatan sosialisasinya pada 27 April lalu di Hotel Red Top Jakarta. Usai mengirimkan kuisioner tahap pertama dilanjutkan pengiriman kuisioner tahap kedua pada 23 Mei kemarin. “Secara umum intinya kita siapkan segala fasilitas yang diperlukan. Mulai dari pembangunan infrastruktur, penyediaan pelaksanaan, integrasi, dan SDMnya, sesuai dengan kuisioner yang kita kirimkan,” ujarnya.

Untuk gedung yang dipakai yaitu eks ruang pertemuan Dharma Bhakti di lantai II yang berada di area kantor pemkot. Namanya berubah menjadi command centre yang berarti ruang komando yang terintegrasi untuk beberapa layanan 24 jam dan gratis.

 

Di gedung tersebut sudah disiapkan listrik dengan daya 10.500 watt, jaringan server, monitor LCD 6 unit, Genzet ATS (Automatic Transfer Switch), touchscreen panel, dashboard aplikasi dan jaringan bandwith internet.

                Kemkominfo akan menganalisa dan mengevaluasi kuisioner, kemudian pemberian sarana yang dibutuhkan. Sistem sewa atau hibah, menyesuaikan dengan sarana yang disiapkan daerah. “Perlahan-lahan tapi pasti layanan terpadu 112 tersebut bisa terealisasi. Tinggal koordinasi terkait penyiapan SDM, khususnya untuk instansi vertikal seperti kepolisian. Dan juga mempersiapkan fasilitas lainnya,” imbuh Tyo panggilan akrabnya.

                Berkaitan dengan SDM ini juga disebutkan harus ahli IT (informasi teknologi), menguasai IT dan dapat melakukan pemeliharaan dan perbaikan terhadap sistem layanan ini. Kemampuan yang harus dimiliki Ahli IT, antara lain menguasai Instalasi Perangkat Komputer (PC Server, Router, Switch, PC Agent), Menguasai Konsep Networking, Pemrograman, Sistem Operasi Linux (Cent OS, Ubuntu), Instalasi dan Debugging Aplikasi, Pengetahuan Database My SQL. Admin kan mendapat pelatihan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. yulianisah

 

 

Directorate General of Posts and Information Technology of Communication and Information Technology Ministry, cooperating with Home Affairs Ministry launch a single-service of emergency call in the level of regency/city.

This services is used for emergency call by dialing 112.It is expected to be optimal and could be well-used by the citizens. By having an integrated emergency call system, it will ease the citizens in handling an emergency situation.

“Including to handle the emergency situation in Indonesia, and to ease the coordination between related institutions,” said the head of Probolinggo City’s Communication and Information Technology, Rey Suwigtyo. 112 will replace the previous call-services including 110 (police service), 118 (ambulance), and 113 (fire service).

There are 100 regencies/cities in Indonesia which will be the target of the service. Central Government, by using questionnaire, collects data and measure the preparedness of each region which is proposed to provide and implement this integrated emergency call service.

Home Affairs Minister, Tjahjo Kumolo has asked selected regional governments to provide and integrate any services available in a single-call service. Probolinggo city is chosen since it is on the list of e-government regencies/cities under the supervision of central government.

Rey Suwigtyo participated in dissemination on April 27th at Hotel Red Top Jakarta. After submitting first-stage questionnaire, it was then continued with the second one on May 23rd. “Generally, we will prepare the facilities needed including infrastructure development, integration, and human resources, as listed in the questionnaire we had sent,” he said.

For the central server, the city administration will use the unused meeting room of Dharma Bhakti on the second-floor of city administration office area. The meeting room will turn to be a command centre integrated in 24 hours and it’s free.

10,500 watt of electricity, server network, 6 unit of LCD monitor, generator ATS (Automatic Transfer Switch), touchscreen panel, application dashboard, and internet connection have been installed in the command centre.

The ministry will analyze and evaluate the questionnaire, and then deliver the facilities needed. “Soon or later, the 112 integrated service will be realized. We just have to have coordination related with the human resources, especially for vertical institutions including regional police unit. And also get other facilities prepared,” added Tyo.

The human resources should be IT experts, mastering IT and are able to do maintenance and repair the service system. The IT experts should be skillful in installing computer hardware/software (PC server, router, switch, PC agent), mastering the concept of networking, programming, Linux operating system (Cent OS, Ubuntu), installation and application debugging, and mastering the Database My SQL. The administrator will be trained by the ministry.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.