KRPL Hantar Kelurahan Kanigaran Juara Tingkat Provinsi (Kanigaran Sub-district Earns Another AchievementKRPL Hantar Kelurahan Kanigaran Juara Tingkat Provinsi Kanigaran Sub-district Earns Another Achievement)

KRPL Hantar Kelurahan Kanigaran Juara Tingkat Provinsi

Kanigaran Sub-district Earns Another Achievement

 

Pembinaan Kesejahteraan Keluarga atau yang biasa kita kenal dengan PKK, punya 10 program jitu yang mendapat pengakuan hingga di kanca internasional. Itu terbukti dari berbagai penghargaan yang dianugerahkan oleh badan dunia seperti World Health Organization (WHO), United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF), United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dan Asian Management Program.

Artinya, gerakan PKK memberi andil yang signifikan dalam pembangunan di Indonesia, khususnya dalam menjangkau  keluarga di pelosok-pelosok pedesaan/kelurahan. Spesifikasi gerakan PKK yang tidak dimiliki oleh organisasi atau gerakan lain adalah pada kekuatan jaringan komunikasinya yang mantap dan mapan, dari tingkat pusat sampai pintu rumah tangga, yaitu melalui dasawisma dan posyandu.

Lomba pun kerap digelar berjenjang dari tingkat desa hingga pusat. Lomba ini dimaksudkan sebagai sarana apresiasi terhadap para kader di pelosok-pelosok pedesaan/ kelurahan yang berhasil mengimplementasikan 10 program pokok PKK dengan efektif.

Pada tahun 2016 Kota Probolinggo berhasil menyabet Juara III tingkat Provinsi Jawa Timur katagori pelaksana terbaik 10 program pokok PKK yang diwakili Kelurahan Kanigaran. Penghargaan tersebut diterima oleh Wakil Ketua TP PKK Kota Probolinggo Subowati Johny Haryanto. Penghargaan ini diberikan saat puncak peringatan BBGRM XIII, Hari Kesatuan Gerak PKK ke 44 tingkat Provinsi Jawa Timur di Pendopo Krido Manunggal Pemkab Tuban, 11 Mei lalu.

Kota Probolinggo juga mendapat 2 buah pin emas seberat 5 gram. Pin emas ini diberikan kepada  kader PKK  yang telah mengabdi lebih dari 15 tahun. Mereka yang menerima pin tersebut adalah Subowati Johny Haryanto dan Sugianti.

Apa yang membuat Kota Probolinggo meraih prestasi tersebut? Pasalnya, keberhasilan ini terukit berkat komitmen dari kader PKK Kelurahan Kanigaran dengan mengunggulkan KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) yang berada di wilayah RW 6 dan program UP2K (Usaha peningkatan Penghasilan Keluarga).

Ketersediaan pangan dalam jumlah yang cukup sepanjang waktu merupakan keniscayaan yang tidak terbantahkan. Ke depan, setiap rumah tangga diharapkan mengoptimalisasi sumberdaya yang dimiliki, termasuk pekarangan untuk menyediakan pangan bagi keluarga. 

“Prinsip dasar KRPL antara lain pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan dan dirancang untuk ketahanan dan kemandirian pangan, diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal, konservasi sumberdaya genetik pangan (tanaman, ternak, ikan), dan menjaga kelestariannya melalui kebun bibit desa menuju peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Lurah Kanigaran Angga Pramudya.

Pada puncak BBGRM XIII, Bude Karwo, sapaan akrab Nina Soekarwo selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur memberi pujian atas prestasi yang dimiliki TP PKK baik di Jawa Timur atau di kabupaten/kota.

“Beliau mengharapkan peran serta dari dasa wisma lebih digiatkan lagi. Dan, waktu sambutan, Pakde Karwo mengatakan bahwa suatu negara yang akan maju harus berbasis gotong royong karena melalui gotong royong, kepedulian dan perhatian terhadap sesama bisa diangkat menjadi nilai. Nilai itu yang akan dijadikan program Jawa Timur, melalui industri kreatif perempuan. Sedangkan, TP PKK-lah yang nantinya menjadi garda terdepan untuk meningkatkan perekonomian,” ujar istri Seklur Kanigaran, Hani.  ikayuniarta

               

Family Welfare Movement (PKK) or in Indonesia usually known as PKK has 10 great programs acknowledged in international level. The organization has received several award from international organization including WHO, UNICEF, UNESCO, and Asian Management Program.

It means PKK has a significant role in Indonesia’s development especially to support the families in villages. The specification of PKK that others don’t have is on their good communication network, from the upper level until the households as the lowest level including dasawisma (a group consists of 10 households) and posyandu (integrated health services post).

Various competitions of any level have been held. The competitions are held as an appreciative facility towards the cadres in the villages who succeed to implement 10 main programs of PKK effectively.

In 2016, Probolinggo City has successfully been the third champion in Provincial level as the best implementer of 10 main PKK programs represented by Kanigaran villages. The award was received by the Vice Chairman of TP PKK Probolinggo City, Subowati Johny Haryanto. The award was handed over at the commemoration of BBGRM XIII, the 44th Anniversary of PKK of East Java Province, at Pendopo Krido Manunggal, Tuban Regency, May 11th.

Probolinggo city received a couple of 5 grams of gold. The golden pin was given to the PKK cadres who have served PKK for more than 15 years. The ones who received the pin were Subowati Johny haryanto and Sugianti.

What makes the city receive the achievement? It was thanks to the commitment of PKK cadres of Kanigaran village by proposing KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) located in RW 6 and UP2K (Usaha Peningkatan Penghasilan Keluarga) program. KRPL is a program designed to help rural women to be self-sufficient in food production. While UP2K is a program implemented to increase the income of families, to increase the society welfare.

Sufficient food supply is a necessity we can’t ignore. In the future, it is expected that each household can optimize the existing resources, including a land to provide their need of food.

“The basic of KRPL is the utilization of an eco-friendly land and designed to create food security and be self-sufficient in food production, food diversification based on local resources, conservation of food genetic resources (plants, cattle, fish), and to keep it conserved to increase the income and the welfare of society,” said the head of Kanigaran sub-district, Angga Pramudya.

In the main event of BBGRM XIII, Bude Karwo, the nick name of Nina Soekarwo as the chairman of East Java Province PKK, stated her compliments on the achievements of PKK in East Java including those in regencies and cities.

She expects the role of dasawisma to be increased. In the speech, East Java Governor, Pakde Karwo stated that an advanced country should be based on ‘gotong royong’ that could be a value. The value is then turned to be program in the province by empowering the creativity of women. And, PKK would be in the front line to increase society economy.