Kota Probolinggo Punya Dua Petugas Linmas Perempuan (City’s Female Linmas-Officers on Service)

image_pdfimage_print

Kota Probolinggo Punya Dua Petugas Linmas Perempuan

City’s Female Linmas-Officers on Service

 

                Ada yang berbeda dari kegiatan sosialisasi untuk para petugas Linmas (Perlindungan Masyarakat) di Kecamatan Mayangan. Di deretan bangku peserta sosialisasi, terdapat dua perempuan berkerudung yang sedang menyimak penjelasan dari narasumber. Mereka pun menggunakan seragam hijau kebanggaan petugas Linmas.

                Mereka-kah petugas Linmas perempuan yang berasal dari Kelurahan Jati. Kelurahan ini merekrut dua petugas perempuan dalam menjalankan tugas-tugas Linmas. Keduanya sudah betugas sejak Oktober 2015 lalu.

                Adalah Yayuk Rahayu dan Ina Sulistyowati, dua ibu rumah tangga yang sukarela menjadi anggota Linmas Kelurahan Jati. “Awalnya ada tawaran dari pihak kelurahan untuk perekrutan Linmas perempuan. Dan saya merasa ada panggilan kemanusiaan yang muncul dari hati saya, dan keluarga menyetujui dan mendukung, sehingga saya meng-iyakan tawaran tersebut,” kata Yayuk.

                Wanita berusia 43 tahun ini mengatakan tidak mengalami kesulitan dalam menjalankan tugas. “Selama ini tugas-tugas yang diberikan tidak pernah mengganggu tugas sehari-hari sebagai ibu rumah tangga, jadi saya merasa enjoy dengan pekerjaan ini,” katanya. Dia mengaku, belum merasakan duka dalam menjalani pekerjaan ini walaupun bayaran yang diterima tidak seberapa.

Semua hal yang disampaikan oleh Yayuk diamini oleh Ina. “Kami berdua ini adalah ibu RT (Rukun Tetangga) di lingkungan kami, jadi kami sudah biasa untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat, ditambah lagi sekarang menjadi Linmas,” kata wanita 31 tahun ini.

Ina yang juga merupakan anak dari Mukadi, seorang seniman lokal, mengatakan bangga menjadi Linmas karena bisa terjun langsung dalam melayani masyarakat. “Selama ini kan hanya mendukung suami dalam memberikan pelayanan, sekarang ikut melayani,” katanya.

Mereka (Yayuk dan Ina) juga mengatakan bahwa keluarga mereka pun ikut bangga dengan keputusan mereka menjadi Linmas. “Malah anak saya itu kalau saya pulang pake seragam Linmas, selalu difoto, katanya mau dimasukkan ke facebook, biar tementemennya itu tau bahwa ibunya menjadi seorang Linmas,” kata Yayuk.

Hendra Kusuma, Kasi Trantib di Kelurahan Jati menceritakan awal mula dari perekrutan Linmas perempuan ini. “Sebenarnya ide awal perekrutan ini berdasarkan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 84 tahun 2014 tentang penyelenggaraan perlindungan masyarakat,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa dalam peraturan tersebut terdapat regu dapur umum yang notabene identik dengan perempuan. Dia pun mengakui bahwa perekrutan Linmas perempuan ini tidak dilakukan secara terbuka tetapi pemilihan kedua petugas tersebut sesuai dengan persyaratan yang tertera dalam peraturan mendagri tersebut. “Kami hanya menawarkan kepada bapak-bapak RT, kebetulan dua orang itu (petugas yang terpilih) adalah ibu RT yang aktif dalam kegiatan kelurahan, sesuai dengan kriteria, saat kami tawarkan, ternyata mereka mau, jadilah mereka direkrut sebagai petugas Linmas perempuan,” jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa tidak ada perlakuan khusus untuk petugas Linmas perempuan. “Tidak ada yang khusus, tetapi mereka memang tidak kami libatkan dalam piket malam, hanya pada kegiatan-kegiatan tertentu saja. Untuk saat ini, mereka kami libatkan pada saat ada kegiatan pemberian bantuan, karena biasanya penerima bantuan itu kan kebanyakan ibu-ibu, bila dibantu laki-laki masih ada rasa sungkan, tapi bila yang membantu sesama perempuan kan lebih terbuka,” lanjutnya. Hendra mengklaim saat ini petugas Linmas perempuan hanya ada di Kota Probolinggo dan Kabupaten Situbondo di Provinsi Jawa Timur.

Kasi Trantib di Kecamatan Mayangan, M. Rofi’i pun sangat mengapresiasi adanya petugas Linmas perempuan yang ada di Kelurahan Jati. Dia merasa hal tersebut merupakan terobosan penting. “Itu merupakan suatu kehormatan tersendiri petugas Linmas perempuan pertama yang ada di Kota Probolinggo ada di Kecamatan Mayangan,” katanya.

Rofi’i juga sangat mengapresiasi kedua petugas tersebut. “Karena bila tidak ada kesadaran yang tinggi, tidak akan ada orang yang mau menjadi Linmas apalagi perempuan,” katanya. Dia berharap seluruh kelurahan yang ada di Kecamatan Mayangan mempunyai petugas Linmas perempuan. “Bahkan kalau bisa seluruh kelurahan yang ada di Kota Probolinggo mempunyai petugas Linmas perempuan,” sambungnya.  hariyantiagustina

 

There was something new in the dissemination held for Linmas (community protection) officers at the Office of Mayangan District. There were two hijabi women listening to the speaker’s presentation. They wore green uniform, the pride of Linmas officers.

They are the female Linmas-officers from Jati sub-district. The sub-district has recruited two women to be Linmas officers. Both have been on duty since last October 2015.

Yayuk Rahayu and Ina Sulistyowati, two housewives who volunteer to be Linmas officers of Jati sub-district. “There was an offer from the sub-district office on female-linmas-officers recruitment. And I felt that my sense of humanity coming out from my heart. I took that offer since my family support me,” said Yayuk.

The 43-year-old woman said that she has no difficulty in doing her duty. “The duty of being Linmas officers does not affect my daily activities as housewives. I enjoy doing this duty,” she said. She’s happy doing this duty instead of low wage she receives.

It goes the same with Ina. “We both are the wives of head of Rukun Tetangga (neighborhood organization) in our neighborhood, so it’s been our duty to serve the community,” said the 31-year-old woman.

Ina who is the daughter of local artist, Mukadi, is proud to be Linmas officer because she can directly serve the community. “All this time, I just support my husband’s duty as the head of Rukun Tetangga to serve the community. And now, being a Linmas officer, I can serve them directly,” she said.

They (Yayuk and Ina) also stated that their family is also proud with their decision to be Linmas officers. “When I’m home wearing Linmas uniform, my son takes a picture of me and then posts it on facebook. He wants to show his friend that his mother is a Linmas officer,” Yayuk said.

Hendra Kusuma, the head of peace and order section of Jati sub-district told Link Go the chronology of his office’s decision to recruit female Linmas.  “The idea of this recruitment is based on Regulation of Home Affairs Ministry No. 84 of 2014 on Implementation of Community Protection,” he said.

According to Hendra, te regulation states that there is a part of Linmas that is identical to women role. He admitted that it was not an open recruitment, but based on the requirements mentioned in the regulation. “We just offered it to the head of RTs who are active in the sub-district activities. When we offered them this opportunity, they said yes, and that’s how we got female Linmas officers,” he explained.

He stated that there is no special treatment to those female officers. “Nothing special, but we don’t put them on night shift. We just assign them on certain events. And now, we assign them on groceries distribution activity, because usually the beneficiaries are women. It would be more comfortable when the beneficiaries are being helped by women officers,” he continued. Hendra claimed that in East Java, female Linmas officers are only available in Probolinggo City and Situbondo Regency.

The head of peace and order section of Mayangan District, M. Rofi’I appreciates the recruitment. He considers this as a significant innovation. “It’s an honor that the first female Linmas officers in the city are from Mayangan District,” he said.

Rofi’i also gives his appreciation to those two officers. “There will be no female Linmas officers when there is no high awareness of the women themselves,” he said. He eaxpects each sub-district in Mayangan district to have female Linmas officers. “Even if possible, I hope that each sub-district in the city will have female Linmas officers,” he continued.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.