Regenerasi Seniman Libatkan Pelajar (Students Involved in Traditional Arts)

image_pdfimage_print

Regenerasi Seniman Libatkan Pelajar

Students Involved in Traditional Arts

 

Salah satu tujuan Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) adalah mengangkat kesenian tradisional, sebagai ajang promosi budaya daerah. Regenerasi seniman pun dilakukan melalui kegiatan ini dengan melibatkan para pelajar.

                Kabid Budaya Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Dispobpar) Kota Probolinggo, Hartono mengungkapkan alasan kuatnya mengapa ia melibatkan para pelajar.

“Agar terjadi regenerasi seniman tradisional. Kawan-kawan pelajar ini kami libatkan agar dapat menjadi pengganti Mukadi dan Karni (seniman ludruk dan lengger Kota Probolinggo, red.). Jika tidak, bagaimana masa depan kesenian tradisional sepeninggal mereka?,” ungkap Hartono pada Link Go.

Seperti diketahui, pada gelaran Semipro 2016 yang berlangsung pada 26 Agustus – 4 September ini, sejumlah kesenian dan budaya bakal ditampilkan. Mulai dari kerapan kambing, kerapan sapi brujul, ragam olahraga tradisional seperti kasti dan gobaksodor (hadang), penampilan musik keroncong pelajar, dangdut, campur sari, ludruk pelajar, lomba jula-juli, tari tradisional sampai  jaran bodhag.

Ditanya mengenai kendala untuk mempromosikan budaya daerah, Hartono menjelaskan, selama ini para seniman senior selalu terpaku pada pakem. Padahal seni kan juga harus dapat menjawab tantangan zaman. Inovasi diperlukan asal tidak merusak pakem. Misal, jaran bodhag ditampilkan bersama dengan tari rerere. “Berkolaborasi agar tampilannya jadi menarik,” tegas pria yang pernah menjabat sebagai kepala sekolah di SMPN 4 ini.

“Selain itu, selama ini yang dipikirkan oleh para seniman selalu hasilnya dulu. Padahal harusnya berkarya dulu. Jangan apa-apa sudah hitung-hitungan uang. Nantinya rezeki pasti mengikuti,” lanjut Hartono.

“Seperti para seniman yang minta digilir untuk tanggapan (ditampilkan, red.)  Padahal dalam tampilan kan ada unsur kepantasan. Pantas atau tidak untuk ditonton. Itu yang menjadi dilema bagi kami. Tapi ya, pelan-pelan kami edukasi dan beri pemahaman,” ungkap pria yang dikenal akrab dengan para budayawan ini.

Ketika ditanya Link Go tentang cara agar kesenian tradisional tidak membosankan untuk dinikmati generasi muda, Hartono dengan tegas mengungkapkan bahwa harusnya hal tersebut dimasukkan ke dalam kurikulum.

“Itulah sebabnya kenapa dalam Semipro kami selalu melibatkan para pelajar. Agar mereka sedari dini kenal dan terbiasa dengan kesenian tradisional. Agar mencintainya,” pungkas Hartono. stebbyjulionatan

 

One of the main goals of event Semipro (Seminggu di Kota Probolinggo) is to promote traditional arts; as a promoting media of regional culture. Regeneration of artist through the event is implemented by involving the students.

                The head of culture division of Youth, Sport, Culture, and Tourism Agency (Dispobpar), Hartono has revealed why he involved the students in the event.

“To have the next generations of traditional artists. We involved the students so that they can replace Mukadi and Karni (ludruk and lengger artists of Probolinggo city). If we don’t, then what would happen to the future of traditional arts when they are gone?,” Hartono said to Link Go.

As is known, various arts and cultural events would be presented in the event Semipro 2016 held on August 26 – September 4 including goat race, muddy cow-race, traditional sports events, keroncong music performance, dangdut music, campur sari, traditional dances, and also jaran bodhag, the typical culture of the city.

As was confirmed on the obstacle in promoting regional culture, Hartono said that up until now the senior artists always stick to old-fashioned ways of performing. In fact, arts should be collaborated with new ideas, being updated to present situation (era). Innovations should be made, without changing the main scene of the arts. Jaran bodhag traditional dance, for instance, could be presented along with rerere dance. “They can make collaboration to have better performance,” the former principal of junior high school SMPN 4.

“Besides, the senior artists put the outcome (money) in the first place. In my opinion, working should be in the first place. Don’t worry about the money. When you do your work well, then the money will come to you,” Hartono continued.

Being asked about how to make traditional arts enjoyable to the youth, Hartono has affirmatively stated that traditional arts should be included in the curriculum.

“That is why we always involve the students in Semipro. That way, they would know and be used to traditional arts. To love the arts”, Hartono ended.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.