image_pdfimage_print

KANIGARAN – Pemerintah Kota Probolinggo tengah bersiap meluncurkan layanan panggilan darurat 112. Dengan nomor telepon bebas pulsa tersebut, masyarakat bisa melaporkan apa yang terjadi di lingkungannya. Operator akan meneruskan informasi yang disampaikan kepada OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Di Indonesia baru 30 kota/kabupaten yang mengimplementasikan layanan darurat ini. Jika Kota Probolinggo siap meluncurkan dalam waktu dekat maka Kota Probolinggo menjadi kota kedua setelah Surabaya, di Jawa Timur yang sudah mengimplementasikan layanan 112.

Kepala Dinas Kominfo Aman Suryaman menyatakan, layanan panggilan darurat ini merupakan bagian dari program smartcity di Kota Probolinggo. “Disini memang ada nomor lokal seperti pemadam kebakaran. Tapi, dengan nomor tunggal masyarakat tidak bingung lagi. Cukup tekan 112 terhubung dengan operator dan direspon pihak terkait,” katanya, Rabu (20/2).

Beberapa tahapan pun telah dilakukan oleh Kominfo untuk meluncurkan layanan tersebut. Diantaranya pengisian kuisioner, verifikasi, pembuatan frekuensi. Bahkan jika di ujicoba sekarang layanan 112 sudah bisa nyambung tapi belum ada operatornya.

“Menuju launching kami menggelar focus grup discussion (FGD) agar OPD bisa memberikan masukan terkait hal-hal sebelum diimplementasikan. Besok (21/2) kami mulai pelatihan call taker 8 orang sebagai operator layanan panggilan darurat,” imbuh Aman.

Wali Kota Hadi Zainal Abidin mengatakan, layanan panggilan darurat melibatkan semua unsur sehingga banyak persiapan sebelum di-launching. Nantinya, masyarakat yang menghubungi layanan tersebut akan terdeteksi lokasi dan identitasnya.

“Semangat ya. Jangan mau kalah dengan daerah lain, karena saya percaya SDM (sumber daya manusia) yang ada ini luar biasa, insyaallah. Melalui FGD ini bisa teridentifikasi dan menemukan solusinya. Beri masukan, jadi saat dijalankan sudah bisa diatasi,” ujar Habib Hadi saat FGD persiapan implementasi 112 di Sabha Bina Pradja.

Menurut Habib Hadi, layanan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. “Jangan sampai saya yang datang dulu kalau ada laporan. Layanan ini adalah bukti bahwa pemerintah ada di tengah-tengah masyarakat. Dan, ini sesuai dengan harapan saya,” imbuhnya.

Kasi Evaluasi Infrastuktur Keperluan Khusus Direktorat Pitalebar Kementerian Kominfo RI, Trisna Daryati menambahkan, layanan darurat 112 ini dibangun oleh pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal pelayanan publik.

“Cukup menghubungi 112, akses mudah dan gampang diingat. OPD mudah berkoordinasi dan penanganan tindaklanjutnya. Telepon ini bebas pulsa tanpa dipungut biaya. Tinggal pemda menyiapkan regulasi yang dibutuhkan,” ujar Trisna. (famydecta/humas)

Probolinggo city government is ready to launch an emergency call 112. The people could report all happened in their community through this toll free number. The operator will continue the report to related working unit based on community needs.

There are only 30 cities/regencies in Indonesia in implementing this emergency call. If Probolinggo city is ready to launch this service soon, then Probolinggo city will be second city in implementing this emergency call 112 in East Java Province. Surabaya is the first.

The head  of Communication and Informatics agency (Diskominfo) Aman Suryaman said this emergency call is a part of smart city program of Probolinggo city. “Indeed there is local number such as for firefighters but with this number, people must not confuse. Just dial 112 and it connected to operator and will be responded by related party,” said him, Wednesday (20/2).

Many stages has been done by  Diskominfo to launch this service, such as making questionnaire and verification of frequency making. Even if it try now, it is connected but there is still no operator.

 “Toward the launching of this service, we held focus group discussion (FGD) to take some ideas before we implement it. Tomorrow (21/2) we’ll start to train 8 call taker as operator of this emergency call,” said Aman.

Mayor Hadi Zainal Abidin said this emegency call involve all element before its launching. Later, people who call this service will be detected their location and their identity.

 “Keep fight. Do not loose to any other regions, because I believe we have incredible human resource, Insyaallah (in a God’s will). Trough this FGD, could be identified some toubles and found the solution. Give some ideas, so we can handle it,” said Habib Hadi when FGD in preparing 112 implementation at Sabha Bina Pradja.

According to Habib Hadi, this service is really needed by people. “Do not let me arrive first if there is report. This service is a proof that there is government in the middle of people. And it suits to my hope,” said him.

The section head of Infrastructure evaluation of Specific needs of Pitalebar Directorate of Kominfo ministry of Indonesia Republic, Trisna Daryati added, this 112 call is developed by regional government to fulfil society’s needs in public service.

 “Just call 112, easy acces and easy to remember. Wrking units is easy to connect and to handle the follow up. It is toll free. And regional government should prepare its regulation,” said Trisna.