Ada 230 Kasus Gizi Buruk di Tahun 2018

image_pdfimage_print

KANIGARAN – Pemerintah Kota Probolinggo benar-benar berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, baik dari segi sarana dan prasarana hingga proses peningkatan mutu gizi. Dalam upaya peningkatan tersebut Dinas Kesehatan Kota Probolinggo menggelar seminar gizi dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke 59 tahun 2019. 

Seminar tersebut dibuka Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, di Puri Manggala Bhakti, Rabu (20/2). Kabid Kesehatan Masyarakat NH Hidayati melaporkan, sebanyak 150 peserta yang mengikuti seminar tersebut, diantaranya tenaga kesehatan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi profesi kesehatan dan organisasi kemasyarakatan. Narasumber dari Praktisi/Tenaga Ahli dari Akademi Gizi Surabaya.

“Tujuan seminar ini secara umum untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang keluarga sadar gizi dengan kampanye isi piringku (menu bergizi empat sehat lima sempurna). Sedangkan secara khusus yaitu peserta dapat mengetahui definisi keluarga sadar gizi, peserta mengetahui cara mencapai keluarga sadar gizi, peserta mengetahui isi piringku dan perserta mengetahui penerapan isi piringku dalam mencapai keluarga sadar gizi,” kata Hidayati.

Wali Kota Hadi Zainal Abidin dalam sambutannya menjelaskan, saat ini Indonesia masih dihadapkan pada tantangan berbagai permasalahan gizi, yaitu masih tingginya prevalensi stunting, gizi buruk dan anemia pada ibu hamil serta meningkatnya obesitas pada orang dewasa.

“Salah satu cara untuk memenuhi pemenuhan gizi masyarakat adalah melalui peningkatan pengetahuan ibu yang menjadi madrasah bagi anak-anak dan menjadi ujung tombak keberhasilan gizi di keluarga dan melalui seminar tentang gizi seperti saat ini,” kata Habib Hadi. 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, permasalahan gizi di Kota Probolinggo pada tahun 2018 yaitu 230 gizi buruk (2,65 persen); 497 kasus gizi kurang (5,53 persen); gizi lebih ada 603 kasus (6,71 persen). Yang menggembirakan, prevalensi stunting statusnya zero. 

Menurut Habib Hadi, yang mendasari masalah gizi bukan hanya kemiskinan tetapi pengetahuan masyarakat akan pola hidup sehat dan pemenuhan gizi yang kurang optimal. Untuk itu, ia berjanji akan akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Probolinggo baik dari segi sarana dan prasarana. 

“Sesuai janji saya, dalam visi misi dan program saya, ibu hamil sampai melahirkan akan mendapat perhatian dari pemerintah untuk mendapatkan pemeriksaan dan tambahan gizi. Saya akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Probolinggo salah satunya yaitu membangun rumah sakit baru, karena  rumah sakit yang sekarang sudah tidak layak lagi,” ucap Habib Hadi. (soni/humas)