Wali Kota-Wawali Kunjungi Anak yang Kedua Orang Tuanya Meninggal Kesetrum

image_pdfimage_print

KANIGARAN–Bulan Maret nanti, usianya genap tiga tahun. Tanggal 27 Februari, tepat 40 hari ia ditinggalkan selamanya oleh kedua orangtuanya. 

Dialah Muhammad Ayub Daulazaqy. Ia menjadi yatim piatu setelah orang tuanya, Joko Sandi dan Elista Sidauruk meninggal karena tersetrum listrik saat di dalam rumahnya. 

Masih melekat diingatan, peristiwa yang menggemparkan Probolingo pada 18 Januari silam itu. Empat warga di Jalan Sunan Kalijaga, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan meregang nyawa akibat tersetrum saat terjadi banjir. 

Selain orang tua Ayub, korban meninggal lainnya adalah Sri dan Totok. Mereka menjadi korban karena kesetrum listrik di genangan air di dalam rumah kontrakan Joko. 

Ayub –panggilan bocah itu– kerap mencari keberadaan kedua orangtuanya. Meski masih belum jelas berbicara, ia selalu menyebut dan mencari orang tuanya sampai ke dalam rumah.

Ayub kini tinggal bersama neneknya, Misya, di Jalan Cokroaminoto Gang 2. Ayub pun sudah masuk ke dalam kartu keluarga tantenya, Ria Megasari. 

“Sudah masuk dalam KK-saya. Karena saya tidak punya anak, jadi Ayub saya anggap anak saya,” kata perempuan muda yang berdagang mi ayam di Jalan Cokroaminoto tersebut. 

Kata sang nenek, Ayub sering membuka jendela dan melihat ke teras rumah pada pukul 23.00. Bocah itu pun lalu berkata melihat sang ayah, Joko di luar. Keluarga percaya jika kedua orangtua Ayub masih berada di sekitar anaknya. 

Bantuan Pemkot

Rabu (20/2) siang, Wali Kota Hadi Zainal Abidin bersama Wawali HMS Subri pun menyempatkan menjenguk Ayub. Kunjungan itu dilakukan di sela kesibukan keduanya yang begitu padat. Tidak ada niat lain, hanya ingin dekat dengan warganya. 

“Kami ingin bertemu dengan Ayub. Melihat perkembangannya, karena anak ini harus mendapat perhatian,” ujar Habib Hadi. 

Ayub memang belum sekolah, namun Pemerintah Kota Probolinggo akan menjamin pendidikannya. “SD sampai SMA tidak masalah, karena sudah gratis. Untuk PAUD/TK-nya ini harus dibantu juga,” kata wali kota. 

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Zainullah yang mendampingi siang itu menambahkan, untuk PAUD/TK bisa bersekolah di lembaga pendidikan milik pemerintah yang dekat dengan rumah Ayub. 

Dinsos pun akan membantu memberi nutrisi pada Ayub secara rutin. “Anak ini sudah kami data. Kami bekerjasama Disdikpora memberikan keringanan untuk pendidikannya,” ungkap Zainullah. 

Pada kesempatan itu, Habib Hadi menyerahkan bantuan secara spontan kepada Ayub. “Jangan dilihat jumlahnya, semoga bermanfaat dan barokah untuk membantu kebutuhan Ayub,” tambahnya. 

Wawali HMS Subri pun agak terkejut dengan sikap Ayub yang begitu aktif. Subri pernah bertemu dengan Ayub sesaat setelah orangtuanya meninggal, Ayub cenderung diam saat digendong. 

Ia mengaku terharu dengan apa yang dialami Ayub. Namun bersyukur ia masih punya nenek dan keluarga yang merawatnya.  “Terima kasih kepada pak wali dan pak wakil, kepada Pemerintah Kota Probolinggo sudah mau berkunjung dan melihat perkembangan Ayub,” ujar Ria Megasari. (famydecta/humas)