Wali Kota – Wawali Bahas Persiapan RPJMD 

image_pdfimage_print

MAYANGAN–Dalam perjalanan program 99 hari kerja, Wali Kota Hadi Zainal Abidin dan Wawali HMS Subri menyelipkan persiapan pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Probolinggo tahun 2019-2024. Salah satu yang menjadi pembahasan penting, adalah pembangunan rumah sakit baru di wilayah selatan. 

Dalam paparan yang disampaikan di pertemuan terbatas itu, menjelaskan tentang hasil proyeksi pendapatan daerah, proyeksi belanja daerah, pembiayaan daerah hingga pendapatan daerah. 

Rancangan RPJMD itu telah disesuaikan dengan dimensi pembangunan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019 dan nawa cita, visi misi  Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2020-2025. Serta, kerangka pembangunan rancangan teknokratis RPJMN 2020-2024. 

Tentunya RPJMD 2019-2024 juga mendasari visi Kota Probolinggo. Yakni membangun bersama rakyat untuk Kota Probolinggo yang lebih baik, berkeadilan, sejahtera, transparan, aman dan berkelanjutan. 

Dengan misi I, pembangunan ekonomi yang berdaya saing berbasis sektor potensial. Tujuannya meningkatkan pembangunan ekonomi yang berdaya saing, yang menjadi indikator adalah persentase pertumbuhan ekonomi. Sasaran melalui peningkatan nilai investasi daerah dan meningkatnya sektor perdagangan dan industri. 

Misi II yakni sumberdaya manusia dan kesejahteraan sosial yang berkualitas untuk meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat. 

Misi III, infrastruktur dan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Sedangkan, misi ke IV tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik publik yang baik. 

 

Rencana Pembangunan RSUD

Dalam pemerintahannya, Wali Kota Habib Hadi dan Wawali HMS Subri pun telah merancang  pembangunan serta usulan tematik pembangunan hingga tahun 2024 mendatang. Indikator Kinerja Utama dan Indikator Kinerja Daerah pun telah diprediksi dengan skema tersendiri. 

“Mari kita selesaikan dulu apa yang harus dibereskan sebelum ke DPRD. Karena ini, sudah tahapan hampir selesai,” ujar Habib Hadi di ruang rapat Bappeda Litbang tersebut. 

“RPJMD ini sudah tidak perlu meraba-raba lagi, konsepnya harus aktual,” imbuh HMS Subri.

Masih kata wali kota, melihat fakta dan realitas yang ada di lapangan, relokasi rumah sakit menjadi prioritas utama dalam programnya. Habib Hadi telah mengantongi strategi untuk mewujudkan rumah sakit di wilayah selatan. Tanpa menghilangkan esensi manfaat dari gedung RSUD yang ada sekarang. 

Ia pun meneliti gagalnya realisasi rumah sakit yang sudah direncanakan sejak kepemimpinan Wali Kota HM Buchori silam. “Kesehatan ini urusan wajib pemerintah. Dan, kesehatan menjadi tantangan terberat. Tapi, saya justru merasa tertantang untuk mewujudkannya,” ujarnya. 

Wawali pun meminta kepada Kepala Bappeda Litbang Rey Suwigtyo membuat tim pembangunan rumah sakit baru. Rencananya, tahapan pembangunan baru dilaksanakan tahun anggaran 2020. (famydecta/humas)