Pemkot Jemput Bola Lakukan Perekaman E-KTP 

image_pdfimage_print

 

MAYANGAN – Menjelang pesta demokrasi 11 April 2019 mendatang, masih ada 12.222 warga Kota Probolinggo yang belum melakukan perekaman KTP elektronik (e-KTP). Di sisa waktu yang ada ini, Wawali Kota Probolinggo HMS Subri mendesak seluruh komponen pemerintahan untuk bergerak cepat jemput bola. 

 

Camat, lurah hingga RW dan RT harus mendorong warganya melakukan perekaman e-KTP. Untuk memudahkan kontrol, wawali meminta ada target perolehan.

 

Semua stakeholder diminta fokus upayakan percepatan KTP elektronik, sesuai dengan amanah Wali Kota Hadi Zainal Abidin. “Kami tidak ingin jajaran kami di pemerintahan menjadi penghambat baik secara langsung atau tidak langsung, Kata wawali HMS Subri. 

 

“Ada hal sepele yang kadang membuat kendala, misalnya lupa menanyakan nomor telpon. Jadi saat KTP elektronik sudah jadi tidak bisa menghubungi warga dan sebaliknya warga tidak tahu apakah sudah jadi atau tidak,” imbuh wawali, saat memimpin rapat di Dispenduk Capil, beberapa waktu lalu.

 

Subri mengingatkan, pentingnya pemahaman aparatur pemerintahan yang harus melayani masyarakat. Camat dan lurah juga diminta menyiapkan SDM (sumber daya manusia) sesuai dengan klasifikasi. Ia tidak mau mendengar ada keluhan kurangnya SDM atau belum mendapat pelatihan. 

 

“Jangan sampai masyarakat tidak terfasilitasi perekaman KTP elektroniknya dan akhirnya golput. Jangan sampai itu terjadi di Kota Probolinggo,” tegas Subri mengingatkan. 

 

Blangko Mencukupi

Merespons amanah dari Wali Kota Habib Hadi dan Wawali HMS Subri, Dispenduk Capil Kota Probolinggo punya program jemput bola rekam cetak KTP elektronik di tempat. Tim dari Dispenduk Capil turun ke kelurahan agar masyarakat lebih mudah melakukan perekaman. Jadwal jemput bola pun telah dibuat. 

 

“Sudah ada by name juga yang belum melakukan perekaman. Kebanyakan, dari 12.222 yang belum melakukan perekaman KTP elektronik adalah pemilih pemula. Kalau soal blanko, sangat mencukupi. Kami siap,” ujar Kepala Dispenduk Capil Tartib Goenawan. 

 

Ya, Sabtu (23/2) jemput bola perekaman KTP elektronik berlangsung di wilayah Kecamatan Mayangan, tepatnya di kantor Kelurahan Jati. Setelah hari sebelumnya jemput bola di Kelurahan Mangunharjo. Kelurahan Jati, menurut Lurah Jati Endah Dwi Kumalasari, ada 1024 warganya yang belum melakukan perekaman. 

 

Kelurahan Jati menduduki posisi kedua yang paling banyak warganya belum melakukan perekaman setelah Kelurahan Mangunharjo. Di wilayah Jati, perekaman dilaksanakan selama dua shift. Yaitu pukul 09.00 – pukul 12.00 kemudian dilanjutkan pukul 16.00 – pukul 19.00. 

 

“Dalam sehari kemarin (23/2) ada 98 warga yang sudah melakukan perekaman KTP elektronik. Bagi warga yang belum perekaman, bisa ke kecamatan atau ke Dispenduk Capil,” ujar mantan Kasubag Komunikasi Kepala Daerah pada Bagian Humas dan Protokol ini. 

 

Diketahui, 12.222 data tersebut termasuk data warga yang sudah meninggal dan bekerja di luar kota sehingga belum melakukan perekaman. “Saya mengimbau ke masyarakat untuk memanfaatkan program jemput bola oleh Dispenduk Capil. Dengan begitu masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke kecamatan atau kantor Dispenduk Capil. Dan, target 12.222 warga belum perekaman bisa dituntaskan. Ayo bareng-bareng kita aktif mengingatkan, karena di bulan April ada gawe nasional yang merupakan hak dan kewajiban kota semua untuk menyukseskannya,” tutur HMS Subri. (famydecta/humas)