Wali Kota Hadi – Wawali HMS Subri Sapa Ribuan Warga di Pesta Rakyat 

image_pdfimage_print

 

 

KANIGARAN – Lautan manusia memadati sepanjang Jalan Panglima Sudirman hingga Jalan Suroyo, Sabtu (23/2) malam. Ribuan warga berbagai usia dan profesi itu menyaksikan arak-arakan Wali Kota Probolingo Hadi Zainal Abidin dan Wawali HMS Subri menuju Alun-alun menggunakan kesenian Kelabang Songo. 

 

Lambaian tangan dan senyuman pemimpin baru di Kota Probolinggo itu menyapa hangat warganya. Wali Kota Habib Hadi dan Wawali HMS Subri kompak mengenakan kemeja putih dan celana hitam. 

 

Bukan tanpa alasan keduanya memilih memakai pakaian tersebut. “Dulu, waktu kami masih berjuang (saat pilkada 2018) dan bertatap muka dengan masyarakat memakai baju putih seperti ini. Sekarang kami ingin menyapa masyarakat dengan baju yang sama,” kata Habib Hadi, sesaat sebelum berangkat ke Alun-alun. 

 

“Selain itu, pakaian ini lebih menampakkan kesederhanaan dan kami menyukai itu,” imbuh Habib diamini HMS Subri yang ada disampingnya kala itu. 

 

Sejak dari depan rumah dinas wali kota di Jalan Panglima Sudirman, masyarakat begitu antusias menyambut kedatangan Habib Hadi dan Subri. Berteriak sambil melambaikan tangan, cara masyarakat mendapat perhatian dari keduanya. Ribuan smartphone dengan aplikasi kamera mereka tujukan ke arah Habib Hadi dan Subri. 

Alunan musik kelabang songo, membawakan lagu-lagu religi yang enak didengar. Sesekali kesenian khas Madura (bagian dari etnis di Kota Probolinggo) itu bergoyang-goyang mengikuti irama lagu. 

 

Warga yang meluber ke jalan membuat kendaraan sulit melintas. Petugas pun harus hati-hati mengarahkan masyarakat agar tidak merangsek. 

Tampilkan Kesenian Multietnis

Perjalanan dari rumah dinas ke Alun-alun memakan waktu lumayan lama, dari pukul 19.15 hingga 20.30. Sesampainya di pintu masuk Alun-alun sebelah selatan Habib Hadi dan istrinya, Aminah Hadi Zainal Abidin bersama HMS Subri dan sang istri, Diah Kristanti HMS Subri disambut kesenian islami hadrah (kesenian etnis Arab).  

 

Di tugu tengah Alun-alun, giliran kesenian barongsai etnis Tionghoa memberikan sambutan hingga masuk ke venue Pesta Rakyat Kota Probolinggo 2019. Di pintu masuk venue sudah bersiap Mbah Guco, salah satu seniman senior di Kota Probolinggo mengalungkan kain batik ke Habib Hadi dan Subri. 

 

Di dalam venue, tamu undangan yang terdiri dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD, pimpinan instansi vertikal dan pejabat di lingkungan Pemkot Probolinggo. Di sekitaran panggung, masyarakat sudah memadati Alun-alun yang terpasang tenda-tenda kuliner berkupon. 

 

Ada 23 menu dari kuliner lokal baik makanan dan minuman yang disajikan gratis untuk masyarakat. Panitia pun menyediakan 6600 kupon yang sudah disebarkan ke masyarakat. 

 

Yang menarik dalam rangkaian acara malam itu, wali kota juga menuangkan beras kuning dan uang logam ke perwakilan warga dari berbagai etnis yang ada di Kota Probolinggo. Filosofinya, sebagai lambang pemimpin akan bertanggung jawab untuk bersama-sama menciptakan kemakmuran yang adil dan merata untuk masyarakat Kota Probolinggo. 

 

Kemudian menyalakan obor semangat sebagai bentuk komitmen pemimpin terpilih, bersama rakyat membangun Kota Probolinggo lebih baik, sejahtera, berkeadilan, transparan dan aman. 

 

Sejumlah lembaga pendidikan memeriahkan pesta rakyat. Antara lain SMP Negeri 2, Forum Anak Kota Probolinggo, SMP Negeri 5, SMAN 4, SMP Negeri 1, MI Muhammadiyah, MAN 2, SMA Negeri 2, IGTKI, SMPK Mater Dei dan SMA Negeri 1 serta organisasi masyarakat.

 

“Kepada adik-adik semua, terimakasih. Inilah keanekaragaman di Kota Probolinggo dan harus ditampilkan tanpa ada perbedaan sedikit pun. Yang penting, keberagaman, toleransi harus kita jaga. Masing-masing punya cara yang berbeda, jangan mau dipecahbelah dan tidak rukun. Mari kita jaga nama baik Kota Probolinggo,” pesan Habib Hadi. Kemasan pesta rakyat menandakan keberagaman etnis dan budaya di Kota Probolinggo. (famydecta/humas)