Habib Hadi Minta FKUB Kerja Aktif

image_pdfimage_print

Kanigaran-Di awal kepemimpinannya, Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin melakukan audiensi dengan beberapa stakeholder di Kota Probolinggo. Kali ini, Senin, (25/2), giliran FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) melakukan audiensi dengan Wali Kota Probolinggo. Acara tersebut, digelar di Ruang Transit Kantor Wali Kota Probolinggo.

Pagi itu, para pengurus FKUB yang hadir berjumlah 10 orang. Yang terdiri dari perwakilan dari agama Islam, Katolik, Kristen, PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Budha dan Al Irsyad. 

Dalam acara tersebut Ketua FKUB Abdul Halim, menyampaikan beberapa maksud dan tujuannya kepada Wali Kota, serta mengungkapkan rasa terimakasih atas diterimanya rombongan pengurus FKUB di Pemkot.

Abdul Halim menyampaikan, lima tugas pokok dari FKUB. Yakni, menyelenggarakan dialog dengan pemuka agama dan tokoh masyarakat, menampung aspirasi ormas keagamaan dan masyarakat, serta menyalurkan aspirasi kepada Wali Kota sebagai bahan pengambilan keputusan.Tak hanya itu, FKUB juga mensosialisasikan peraturan perundang-undangan serta memberikan rekomendasi tertulis terhadap permohonan pendirian tempat ibadah. 

“Kedepan kami berharap, Pemkot bisa terus memfasilitasi setiap tugas-tugas yang kami laksanakan. Seperti, pendanaan serta juga memberikan himbauan tertulis maupun iklan layanan masyarakat. Selain itu, juga bisa membantu dan mengarahkan kerja pengurus guna menunjang kerja FKUB menjadi lebih baik lagi”, ungkap Ketua FKUB.

Disamping itu, Habib Hadi sendiri menyampaikan, bahwa pihaknya menaruh harapan penuh kepada seluruh masyarakat Kota Probolinggo, FKUB khususnya. Bahwa di era kepemimpinannya, tidak akan ada minoritas agama karena Wali Kotanya seorang keturunan Arab.

“Untuk menepis hal itu semua, kita harus mempunyai persamaan persepsi dan pikiran. Berada di koridor yang ada, mengenal dan melihat serta asuk ke dalam lini terbawah. Prinsip-prinsip masing-masing agama harus dihormati, serta setiap agama harus diakui, dilindungi dan diayomi”, tegasnya.

Habib Hadi berharap, FKUB harus bekerja lebih aktif, untuk selalu memberikan edukasi kepada masyarakat dari semua agama. Sehingga apabila terjadi suatu permasalahan yang menyangkut keagamaan, FKUB ini sebagai wadah untuk memberikan masukan kepada Pemkot dalam pengambilan suatu keputusan. 

“Jadi, FKUB bukan hanya formalitas tapi kerja pasti dengan selalu berperan aktif dalam mencermati setiap perkembangan. Saya juga ingin pendidikan keagamaan di semua sekolah diterapkan”, tegas Habib Hadi. (Malinda/Humas)