Pantau Tryout UNBK, Wawali Temukan Sekolah Alami Gangguan Jaringan 

image_pdfimage_print

KEDOPOK – Sejak Senin (25/2) hingga Kamis (28/2) mendatang, sebanyak 4200 siswa kelas 9 SMP/MTs negeri dan swasta di Kota melaksanakan tryout Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Memantau jalannya tryout, Wawali Kota Probolinggo HMS Subri mendatangi empat sekolah. 

Pantauan dimulai di SMP Negeri 10 lalu ke SMP Negeri 1 kemudian bergeser ke sekolah di wilayah selatan SMP Negeri 6 di Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok. Di SMP tersebut ada 198 siswa yang mengikuti tryout di tiga kelas, satu kelas diketahui mengalami error. 

“Sudah mulai sekitar 20 menitan lalu gangguan sampai sekarang. Kami sudah melaporkannya ke pihak Disdikpora,” kata Kepala SMP Negeri 6 Eko Cahyono.  Melihat kondisi tersebut, Wawali Subri meminta ada penanganan segera agar masalah serupa tidak terjadi saat UNBK berlangsung nantinya. 

SMP Negeri 8 di wilayah Kecamatan Wonoasih pun didatangi oleh Subri, yang didampingi Kepala Disdikpora Maskur. Selama di sekolah-sekolah, Subri melihat proses tryout, sarana dan prasarana di sekolah. Ia juga menyemangati para siswa agar dapat menyelesiakan soal dengan baik. 

Wawali mengaku, sesuai arahan Wali Kota Hadi Zainal Abidin yang sangat concern di bidang pendidikan, bahwa pendidikan bukan hanya sekadar kegiatannya saja tetapi kualitasnya seperti apa. 

“Tidak hanya sekadar gratis tapi seperti apa kualitasnya. Sesuai arahan beliau (wali kota) kami melihat kesiapan sekolah-sekolah di tengah dan selatan. Melihat kesiapan semua sekolah hadapi UNBK. Memastikan tidak ada kendala apapun yang dihadapi seluruh sekolah di Kota Probolinggo,” katanya. 

Soal jaringan error di satu kelas di SMP Negeri 6, Subri menganggap itu hal yang baik karena terjadi saat ini bukan ketika UNBK yang sebenarnya berlangsung. Dengan begitu, semua jajaran Disdikpora menjadi lebih siap mengantisipasi dan tidak kembali terjadi. 

“Insyaallah bisa diatasi. Ini masalah jaringan saja. IT (informasi teknologi) memang kadang kendalanya seperti itu. Saya berharap saat UNBK tidak terjadi seperti itu agar adik-adik tidak mengalami gangguan, kalau sampai terganggu bisa-bisa berpengaruh ke faktor psikologisnya. Tidak hanya pada adik-adik tapi juga pihak sekolah,” terang Subri. 

Subri menegaskan, sekolah di wilayah utara dan selatan harus punya semangat yang sama. Harapannya, tingkat kualitas pun seimbang. Soal sarana dan prasarana di sekolah-sekolah tersebut, Subri mengatakan sudah cukup memadai. 

Sementara itu, Kepala Disdikpora Maskur mengatakan, pihaknya mempunyai tim teknis (jaringan) dan proktor (materi) untuk mengatasi error jaringan seperti SMP Negeri 6. Satu tim terdiri dari dua orang. “Kami siap mengantisipasi supaya tidak terjadi saat UNBK tanggal 22 sampai 25 April,” jelasnya. (famydecta/humas)