Ratusan Siswa Ikuti Sosialisasi Pemantauan Kualitas Air 

image_pdfimage_print

LUMBANG – Ratusan siswa SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA di Kota Probolinggo mengikuti sosialisasi pemantauan kualitas air sungai dengan metode bioasessment. Sosialisasi ini merupakan tahap awal menuju lomba Diksun Mama (Detektif Kecil Sungai Memantau Bersama). 

Uniknya, sosialisasi oleh UPT Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) itu digelar di outdoor, tepatnya di Kampung Madu, Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Usai sosialisasi para peserta dari 31 sekolah itu terjun ke Pesanggrahan Kali Gede, Lumbang. 

Kepala UPT Laboratorium Lingkungan Sri Wulandari mengatakan, sosialisasi ini untuk meningkatkan kepedulian dan semangat para siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Juga sebagai wadah kreatifitas dan inovasi para siswa memberikan manfaat bagi pengelolaan kualitas lingkungan. 

Dengan memantau kualitas sungai, para siswa bisa memberikan petunjuk adanya gangguan lingkungan pada ekosistem sungai, menginventarisasi sumber daya biologis. “Metode bioasessment ini. Siswa diharapkan dapat melakukan pemantauan kualitas sungai secara mandiri,” ujar Sri Wulandari. 

Masih menurut Sri Wulandari, yang mengikuti sosialisasi ada tiga kader Diksun Mama yang baru dan dua kader lama. Lomba Diksun Mama pun dibuat agak berbeda dibanding tahun lalu, jika dulu tingkat SD/MI membuat makalah sekarang harus membuat komik kreatif. Sedangkan tingkat SMP/MTs/SMPLB dan SMA/MA/SMALB video reporting yang dibuat harus lebih fokus.  

“Dalam sosialisasi ini, mereka mendapat penjelasan tentang teknik dalam bioasessment. Siswa memantau kualitas air, dengan melihat biota dan apa yang ada di sungai. Jika masih banyak biota berkembang artinya kondisi air sungai masih belum tercemar,” imbuh Sri Wulandari. 

Kepala DLH Budi Krisyanto menambahkan, Diksun Mama mengenalkan sejak dini kepada siswa terhadap pelestarian lingkungan dengan menjaga kualitas air. Mengenalkan cara deteksi air dengan keberadaan biota yang ada. 

“Sehingga timbul kepedulian dan peran serta generasi muda, terbangun konsistensi dunia pendidikan dan DLH. Dari tahun ke tahun peserta meningkat bahwa pihak sekolah meminta kegiatan Diksun Mama terus menerus dilakukan,” katanya. 

Dari hasil pemantauan yang dilakukan, para siswa bisa memberikan rekomendasi dan usulan untuk dilanjutkan ke OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait. Budi Kris pun berharap, ke depan kader Diksun akan menularkan ilmunya ke teman yang ada di dalam maupun luar sekolah. “Serta melakukan pemantauan kualitas sungai di sekolah sekolah secara mandiri,” ujarnya. 

Kegiatan ini juga melibatkan siswa siswi dari SMPLB dan SMALB. “Harus memberikan kesempatan untuk adik-adik ini memiliki pengetahuan dan semangat kepedulian terhadap lingkungan hidup dalam menjaga kualitas air di sungai,” imbuh Budi Kris. 

Pembukaan sosialisasi itu juga dihadiri Camat Lumbang B.Heriwahjudi, para dewan juri Anthoni Sofyan dari Sekola Konang, Pengamat Lingkungan Sukirlan dan Dinas Perpustakaan dan Arsip M.Robeth. 

Setelah mendapatkan materi, ratusan siswa yang dibagi per kelompok sekolah mendapatkan peralatan melakukan pemantauan air sungai Pesanggrahan. Seperti jala, box plastik, ayakan plastik, kaca pembesar hingga dokumen terkait biota sungai.

Rangkaian pelaksanaan lomba Diksun Mama dimulai pada 14 Maret 2019 untuk tingkat SD di aliran sumber mata air ardhi di Kecamatan Wonoasih. Pelaksanaan tingkat SMP dan SMA pada 18 Maret – 28 Maret 2019 di sungai yang mengalir di Kota Probolinggo. Pengumpulan komik kreatif SD pada 22 Maret 2019, reporting video tingkat SMP dan SMA 29 Maret – 1 April 2019. Finalnya, di Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) tanggal 9 April 2019. (famydecta/humas)