Jasling Bersama Wali Kota Habib Hadi 

image_pdfimage_print

 

KANIGARAN – Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin punya cara sendiri untuk menciptakan suasana yang adem di wilayahnya. Salah satunya dengan Jasling, jamaah Subuh keliling. Jumat (1/3), jasling pertama dilaksanakan di rumah dinas (rumdin) wali kota Jalan Panglima Sudirman. Tanpa undangan resmi masyarakat manapun bisa ikut jasling ini.   

Sejak pukul 03.30, jamaah mulai berdatangan ke rumdin wali kota. Halaman rumdin disulap menjadi tempat sholat berjamaah. Nampak Wali Kota Habib Hadi duduk membaur dengan masyarakat saat khotmil quran. Di sisi jamaah perempuan, juga ada istri Habib Hadi, Aminah Hadi Zainal Abidin. 

Tidak hanya masyarakat umum, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga mengikuti Jasling tersebut. Saat sholat Subuh berlangsung, wali kota pun tidak harus di depan, ia memilih berada di tengah-tengah jamaah lainnya. 

Saat menyampaikan sambutannya, Habib Hadi sempat meminta maaf kepada para jamaah jika tempat sholat tidak di musholla atau di dalam rumdin. Pasalnya, musholla di rumdin tidak cukup menampung para jamaah yang begitu banyak. Sedangkan di dalam rumdin masih dilakukan renovasi. 

Kendati demikian, Habib Hadi tidak ingin kondisi tersebut justru menghilangkan esensi dari Jasling. Jasling ini diselengarakan untuk mempererat silaturahim, mempererat kekeluargaan dan memupuk keimanan dan ketakwaan. 

“Semoga kita selalu dikuatkan ketakwaan fid dunya wal akhirah. Dengan Jasling ini bisa duduk bersama tanpa ada sekatan, tanpa ada perbedaan, karena kita sama dihadapan Allah SWT,” ujar Habib Hadi. 

Sebenarnya, sebelum menjadi wali kota, Habib Hadi punya kelompok jamaah keliling sambil membawa kopi dan makanan ringan. Tujuannya untuk mengingatkan masyarakat supaya lebih giat beribadah. Kini, yang pernah dijalankannya kembali diadakan lagi. 

“Karena saya membutuhkan doa dan support dari masyarakat dalam menjalankan amanah serta tugas sebagai wali kota dalam menentukan arah kebijakan demi kemaslahatan umat,” imbuhnya. 

Habib Hadi berharap, Jasling bisa menjadi ajang silaturahim dan syiar ke lingkungan-lingkungan yang ada. Ia sangat ingin bersilaturahim dengan masyarakat bukan hanya melalui kegiatan yang resmi saja. 

“Biar suasananya nyaman, tentram sehingga bisa terus membangun bersama masyarakat. Di satu sisi pemerintah harus membangun infrastruktur dan sumber daya manusia dan lainnya. Tapi, batin juga perlu bersama masyarakat. Kita lakukan kegiatan keagamaan melibatkan tokoh masyarakat memberi suatu hal yang positif, energi positif dan semangat hidup sesuai motivasi agama,” jelasnya Habib Hadi, sesaat sebelum sholat Subuh dimulai. 

Kenapa harus waktu Subuh? Menurut Habib Hadi, Subuh punya banyak tantangan dibandingkan waktu sholat lainnya. Di waktu yang sulit itu, ia ingin menunjukkan bahwa jamaah bisa dilakukan sambil kumpul-kumpul dan melakukan kegiatan positif. 

Jasling bakal dilaksanakan saban hari Jumat. Soal lokasi, masih akan ditentukan secara spontanitas kemudian di-share kepada masyarakat. Di tengah kesibukannya, jika tengah berada di Kota Probolinggo, Habib Hadi tetap akan mengikuti Jasling. “Ada atau tidak ada saya, Jasling harus tetap berjalan,” pesannya. 

Jamaah Subuh pagi itu diikuti masyarakat dari sejumlah daerah, misalnya Ahmad dari Kelurahan Ketapang dan Nasihin dari Kelurahan Jrebeng Kidul. “Saya tahunya dari facebook tidak pakai undangan. Kegiatan ini bagus sekali, bisa sholat berjamaah dengan wali kota dan tidak ada sekat (pembatas) antara kami dan Habib,” ujar Ahmad. 

“Saya berharap kegiatan ini bisa tetap istiqomah dan jamaahnya tambah banyak,” sahur Nasihin yang juga mengaku tahu informasi Jasling dari media sosial. Setelah sholat dan tausiyah oleh ustad, Habib Hadi duduk bersilah dan berbincang dengan jamaah. (famydecta/humas)