Banyak Manfaat, Wali Kota Pertahankan SPKP

image_pdfimage_print

 

 

WONOASIH –  Semarak Pagi Kota Probolinggo (SPKP) di Kecamatan Wonoasih, Minggu (3/3) menjadi SPKP pertama di masa kepemimpinan Wali Kota Hadi Zainal Abidin dan Wawali HMS Subri. Ini menjadi bukti sebagai salah satu komitmen bahwa program yang baik dari kepemimpinan sebelumnya akan tetap dipertahankan. 

 

Menurut Wali Kota Habib Hadi, SPKP punya banyak manfaat seperti memfasilitasi UMKM mengenalkan dan memasarkan produknya. “Ini sesuai dengan visi misi kami yang ingin mengembangkan UMKM di setiap tahunnya,” ujarnya saat menyampaikan sambutan di depan undangan dan masyarakat. 

 

Dan, melalui SPKP Pemkot Probolinggo bisa menginformasikan tentang program pembangunan yang sudah dilaksanakan dan akan dipersiapkan. Disamping itu, kegiatan ini juga menjadi media menambah wawasan, pengetahuan dan saling bertukar informasi serta terjalinnya peluang kerjasama antara berbagai pihak. 

 

Hadir saat SPKP Wawali HMS Subri, Ketua DPRD Agus Rudianto Ghaffur, Dandim 0820 Letkol Inf Imam Wibowo, Wakapolresta Kompol Imam Pauji, Danki B Yon Zipur 10 Lettu Czi Fariz, Wakil Ketua DPRD Mukhlas Kurniawan, pimpinan Bank Jatim, anggota DPRD serta pejabat Pemkot Probolinggo. 

 

SPKP kali ini digawangi Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas Perikanan dan Kecamatan Wonoasih. Dalam laporannya, Camat Wonoasih Deus Nawandi menjelaskan ada 53 stand yang berpartisipasi dalam SPKP. Terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sekolah, perusahaan, UMKM, industri hingga Pedagang Kaki Lima (PKL). SPKP diawali dengan tampilan yel-yel dari dari ibu-ibu Kelurahan Pakistaji disambung dengan Tari Javin Mandailing dari sanggar Panji Laras. 

 

Deus juga menginformasikan pelatihan marketer online yang baru saja diadakan Kecamatan Wonoasih. “Manfaatkan marketer online dari Wonoasih untuk memasarkan produk yang ada. Marketer online ini juga berpotensi mengurangi pengangguran di usia muda dengan ekonomi kreatif,” ujar mantan Kasubag Protokol ini. 

 

Di kesempatan itu, Wali Kota Habib Hadi menyerahkan bantuan satu unit chest freezer dari Dirjen Penguatan Daya Saing untuk produk kelautan dan perikanan. Kemudian penyerahan piagam pelatihan marketer online sekaligus sertifikat halal untuk dua UMKM di Kota Probolinggo. 

 

Tema SPKP episode pertama di Jalan Mastrip (depan makam China) hingga lapangan Wonoasih ini “Menciptakan pemilu damai untuk berkesinambungannya pembangunan dan penataan kawasan pesisir”. Untuk itu, wali kota pun mengingatkan masyarakat untuk menggunakan hak suaranya dan ikut menjaga ketertiban keamanan selama pesta demokrasi berlangsung. 

 

“Saya ngecek ke gudang logistik KPU, melihat langsung kesiapan kotak suara dan surat suara. Surat suaranya sudah datang, yang belum datang dari surat suara DPRD Kota Probolinggo. Para calon legislatif ini, sabar dulu ya pasti nanti datang suratnya,” gurau Habib Hadi kepada pimpinan dan anggota DPRD yang hadir di SPKP. 

 

Usai rangkaian acara seremonial, wali kota dan wawali bersama para pejabat meninjau stand SPKP satu per satu. Ada yang berbeda dalam SPKP di era wali kota baru ini, yakni meminimalisir bunyi sound system dan banyak melibatkan masyarakat dengan cara berinteraksi memberikan pertanyaan. Hasil UMKM di Kota Probolinggo pun hampir ada di semua stand. 

 

Berbagai layanan diberikan oleh sejumlah OPD, seperti pelayanan kesehatan, promosi rumah bersubsidi, pelayanan kependudukan, tampilan prestasi sekolah. Selain itu ada sosialisasi tentang kesehatan, klinik lingkungan hingga pelaksanaan pemilu ada di SPKP.

 

Di stand Bakesbangpol, menghadirkan KPU dan Bawaslu untuk menyosialisasikan tentang tata cara pencoblosan surat suara. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kebingungan di masyarakat untuk memilih partai dan nama caleg yang begitu banyak. 

 

Saat disodori pertanyaan spontanitas soal bagaimana supaya tidak bingung dengan pilihan masyarakat, istri wawali, Diah Kristanti HMS Subri memberikan tips. “Sejak dari rumah mantapkan pilihannya untuk partai apa dan caleg siapa. Jangan sampai berpindah pilihan karena pengaruh tidak baik,” serunya. 

 

Akselerasi Pembangunan di Berbagai Kawasan

Pada kesempatan itu, Habib Hadi juga menegaskan tentang pembangunan yang harus bersinergi dan berkesinambungan untuk mewujudkan pembangunan Kota Probolinggo melalui optimalisasi pengembangan kawasan utara, akselerasi pembangunan kawasan tengah dan kawasan selatan. 

 

Ia juga mengungkapkan kepada masyarakat soal rencana pembangunan rumah sakit baru di wilayah selatan. Pemkot berkomitmen mewujudkan perumahan dan kawasan permukiman yang sehat dan layak huni menuju masyarakat sejahtera. 

 

Selanjutnya, meningkatkan kualitas sarana, prasarana dan utilitas perumahan dan kawasan permukiman yang nyaman dan aman. Pengurangan dan pencegahan perumahan dan kawasan permukiman kumuh, menyediakan perumahan yang layak huni dan menciptakan kemandirian masyarakat Kota Probolinggo untuk membangun perumahan yang layak huni. 

 

Kemudian mengendalikan pemanfaatan tanah sesuai rencana penataan bangunan lingkungan perumahan dan kawasan permukiman. Wali kota juga berencana mengembangkan penataan kawasan pesisir. “Lalu menyediakan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan mendukung program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL),” katanya. (famydecta/humas)