Maksimalkan Kinerja Satpol PP, Perlu Penyempurnaan Perda 

image_pdfimage_print

 

KANIGARAN – Pembaretan bagi anggota Satpol PP Kota Probolinggo resmi ditutup oleh Wali Kota Hadi Zainal Abidin, Minggu (3/3). Dari 60 peserta pembaretan, tiga diantaranya dinyatakan tidak lulus dan harus kembali mengikuti pembaretan pada tahun depan. 

 

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Satpol PP Agus Efendi, dalam laporannya saat upacara penutupan pembaretan di halaman markas Yon Zipur 10 di Jalan Soekarno Hatta. “Hanya 57 peserta yang lulus. Dua sakit dan satu dinas luar,” terangnya. 

 

Para personil Satpol PP (yang didalamnya juga personil pemadam kebakaran) telah mengikuti kegiatan sejak 1 Maret hingga 3 Maret. Berbagai materi yang diterima antara lain pembangunan mental karakter dan fisik serta baris berbaris. Untuk materi di dalam kelas tentang pendidikan; penanganan demo massa; wawasan kebangsaan dan pemantapan jiwa korsa. 

 

Narasumber berasal dari Kodim 0820, Polres Probolinggo Kota, Yon Zipur 10 dan CPM. Disamping itu, peserta juga melakukan penjelajahan di tiga pos di luar area Yon Zipur, finish di pelabuhan. 

 

Berakhirnya pembaretan ditandai dengan penanggalan kartu peserta oleh wali kota. Sekaligus pemasangan baret kepada 57 peserta oleh Wali Kota Habib Hadi, Danki B Yon Zipur 10 Lettu Czi Fariz, Kepala Dinas Satpol PP Agus Efendi dan Kepala Pelaksana BPBD Prijo Djatmiko. 

 

Sebagai inspektur upacara, wali kota menyampaikan rasa bangganya kepada seluruh peserta yang masih bertahan dan berhasil melalui pembaretan. Pembaretan ini bertujuan agar seluruh personil memiliki kemampuan dan profesionalisme sehingga dapat mengawal visi misi kota. Yakni membangun bersama rakyat untuk Kota Probolinggo yang lebih baik, berkeadilan, sejahtera, transparan, aman dan berkelanjutan. 

 

Apa yang diperoleh diminta untuk diimplementasikan saat menjalankan tugas. Memiliki sikap, mental dan jiwa korsa yang tinggi. Menjaga kekompakan dan kebersamaan untuk mewujudkan penegakkan peraturan daerah (perda) di Kota Probolinggo secara profesional, mengedepankan kesantunan, persuasif dan pembinaan secara bijaksana. 

 

“Saya ucapkan selamat. Jadilah personil Satpol PP yang tangguh dan berakhlak. Lakukan tugas dengan menjaga tata krama dan santun. Saya memonitor semua kegiatan Satpol PP dan saya mengapresiasi. Tetapi, jangan lengah karena masih banyak tempat-tempat yang menjadi perhatian kita semua dan harus mengambil langkah intensif. Saya percaya, kepala Satpol PP paham apa yang saya sampaikan,” kata Habib Hadi.

 

 Pelanggaran perda oleh pihak yang tidak bertanggung jawab masih kerap terjadi di Kota Probolinggo. Habib Hadi meminta Satpol PP untuk mencermati perda dan mengambil langkah berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. 

 

“Saya juga tidak ingin dalam menegakkan perda, Satpol PP malah dipandang sebelah mata seolah tidak melihat kondisi masyarakat. Untuk itu mari kita lakukan langkah-langkah, perda diperbaiki agar saat melakukan tugas di lapangan Satpol PP tidak terbebani,” tutur Habib Hadi.

 

Mantan anggota DPR RI ini juga berpesan agar Satpol PP menyiapkan diri menjelang pemilu 17 April 2019 mendatang. “Pemilu yang aman dan kondusif harus tercipta sama halnya keberhasilan penyelenggaraan pilkada 2018 lalu. Satpol PP bersama TNI dan Polri harus bersinergi,” tegasnya. (famydecta/humas)