Kembali Lombakan Olahraga Tradisional (Traditional Sports Competition Reintroduced)

image_pdfimage_print

Kembali Lombakan Olahraga Tradisional

Traditional Sports Competition Reintroduced

 

                Dulu, permainan anak-anak selalu dilakukan di luar rumah dan berkelompok. Hal tersebut membuat anak-anak lebih mudah berbaur dan berinteraksi dengan teman sebayanya. Perkembangan teknologi yang cukup pesat di zaman sekarang, membuat anak-anak lebih cenderung memainkan permainan yang berbasis teknologi dan menyendiri daripada permainan fisik yang dilakukan secara berkelompok. Olahraga tradisional pun semakin jarang dimainkan oleh anak-anak sekarang.

Maka dari itu, Pemerintah Kota Probolinggo berupaya untuk melestarikan olahraga tradisional ini lewat pertandingan olahraga tradisional yang menjadi salah satu kegiatan unggulan dalam rangkaian Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) 2016.

                Pertandingan olahraga tradisional selalu masuk dalam kegiatan Semipro mulai 2014 lalu. Untuk tahun ini, ada empat olahraga tradisional yang dilombakan yakni egrang, kasti, terompah panjang (bakiak) dan hadang atau disebut juga gobak sodor. Keempat olahraga tradisional ini merupakan olahraga yang membutuhkan kekompakan dan kerjasama yang bagus antar anggota tim sehingga peserta harus pandai berkomunikasi dengan anggota tim lainnya.

                Egrang adalah alat permainan tradisional yang terbuat dari dua batang bambu. Permainan ini sangat membutuhkan ketrampilan dan keseimbangan tubuh, dan umumnya dilombakan secara per kelompok.

                Kasti telah dikenal sejak dulu bahkan mulai penjajahan Belanda. Kasti merupakan salah satu permainan bola kecil yang dimainkan oleh dua regu yaitu regu pemukul dan regu penjaga. Masing-masing regu berjumlah 12 orang.

                Terompah panjang (bakiak) dimainkan sedikitnya 3 orang per kelompok. Bakiak ini menggunakan sejenis sandal panjang yang terbuat dari kayu dan bisa muat beberapa orang. Olahraga ini membutuhkan kekompakan untuk memenangkan lomba.

                Hadang mempunyai berbagai nama seperti gobak sodor atau gala asin. Permainan ini dimainkan oleh 3-6 orang per regu. Permainan ini membutuhkan kerjasama, kecepatan, ketangkasan dan kekompakan antar anggota regu.

                Target dalam perlombaan ini adalah para anak SD/MI yang ada di Kota Probolinggo. “Pertandingan olahraga tradisional memang ditujukan untuk generasi muda khususnya anak SD sehingga mereka mengenal dan bisa memainkannya,” kata Nunuk Heri S, Kabid Olahraga di Dinas Pemuda Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kota Probolinggo.

Kukuh Suryadi, Koordinator Sekretariat Semipro juga mengatakan bahwa dengan kegiatan ini olahraga tradisional tidak punah dan tetap dimainkan oleh generasi muda. Dia juga menambahkan pertandingan olahraga tradisional ini tidak melulu karena hadiahnya, tapi karena unsur keceriaan dan kekompakan yang tercipta diantara para peserta lomba. “Pasti ada cerita lucu yang tersisa dalam setiap pertandingan olahraga tradisional,” lanjutnya.

                Semipro adalah kegiatan tahunan yang diadakan untuk menambah daya tarik wisata di Kota Probolinggo. Dalam event ini, disajikan berbagai kegiatan budaya, olahraga, kuliner dan seni. “Semipro memanglah menjadi tuangan kegiatan tradisional untuk menjaga budaya dan kearifan lokal Kota Probolinggo,” kata Kukuh. Selain olahraga tradisional, SEMIPRO juga mengadakan perlombaan olahraga bola voli dan voli pantai. hariyantiagustina

 

 

 

 

 

 

                Children games used to be played outside the house and in a group. That made the children easier to socialize and made interaction each other. The rapid development of technology nowadays has made them to prefer technology-based games and being individual than physical game in a group.  Traditional sports barely played by the children todays.

Therefore, Probolinggo city administration is making efforts to preserve these traditional sports by holding traditional sports matches that will be the agenda of Semipro (Seminggu di Kota Probolinggo) 2016.

                The sports have been the agenda of Semipro since 2014. In this year, there will be four traditional sports being competed including egrang, kasti (kinda base ball), terompah panjang, and hadang or usually called as gobak sodor. Those four traditional sports need compactness and good cooperation among the team members so that they have to be smart in communicating each other.

                Egrang is a traditional game using two bamboo stilts. It needs skills and body balance and it’s generally being competed in a group.

                Meanwhile, kasti (Indonesian base ball) has been known since the Dutch colonial era. It is a game using small ball played by batting team and fielding team. Each team consists of 12 players.

                Terompah panjang is played by at least 3 players per group. It is a game wearing a long wooden-slippers and can fit to several people. The game needs compactness to win it.

                Hadang has several different names including gobak sodor or gala asin. It is played by 3-6 players per group. It needs cooperation, speed, agility, and compactness among the group members.

                The target of the competition is the elementary-school students in the city. “Traditional sports are held for the youth especially the elementary-schools students so that they are able to know and play the game,” said Nunuk Heri S., the head of sport division of Probolinggo City’s Youth, Sport, Culture, and Tourism Agency.

Kukuh Suryadi, the secretariat coordinator of Semipro also said that by holding the games, traditional sports would be played by the youths. he also added that the games are not all about the prizes, but it’s values are more on its compactness created between the participants. “There would be funny moments in each traditional sports games,” he continued.

                Semipro is an annual event held to enhance the tourism attraction in Probolinggo city. In the event, there will be cultural, sports, and arts events held. “Semipro is a media to hold traditional activities to preserve the culture and the local wisdom of Probolinggo city,” Kukuh said. Besides traditional sports, Semipro will hold volley ball and beach volley-ball.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.