Mantapkan Sinergitas Tiga Pilar di H-45 Pemilu 

image_pdfimage_print

KANIGARAN–Pemilu tinggal 45 hari lagi per Senin (4/3). Untuk mempersiapkan gawe nasional tersebut, Polres Probolinggo Kota menggelar Focus Group Discussion (FGD) sinergitas tiga pilar dalam rangka mengawal dan mengamankan pileg dan pilpres 2019 yang aman, damai dan sejuk. 

Narasumber dalam FGD tersebut Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal; Wawali HMS Subri; Dandim 0820 Letkol Inf Imam Wibowo; Kajari Martiul; Ketua KPU Ahmad Hudri; Ketua Bawaslu Azzam Fikri; serta Ketua MUI Kiai Nizar. Peserta FGD dari camat, lurah, babinsa dan babinkamtibmas di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota. 

Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal menegaskan, saat proses pemungutan dan penghitungan suara berlangsung, TNI dan Linmas diharapkan melakukan koordinasi dengan Polri untuk melakukan pergeseran. Dalam pemilu 2019, ada lima pemilihan. Setiap TPS, tidak lebih dari 300 pemilih. Perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu mengasumsikan, pelaksanaan dimulai pukul 07.00, serta penghitungan selesai hingga pukul 02.00 pagi. 

“Antisipasi kekuatan fisik yang prima. Sinergitas betul-betul harus dijaga. Karena sekarang, musim pancaroba jadi mudah membuat kondisi fisik terganggu,” katanya.

Memasuki penghitungan suara, dalam waktu dua jam quick count sudah bisa diketahui siapa suara terbanyak. Inilah potensi kerawanan yang muncul dan harus diantisipasi. “Linmas, saya harap betul-betul memberikan kontribusi menjaga saat penghitungan agar berjalan tertib dan sesuai yang kita harapkan bersama,” ujar kapolres. 

Kejadian teror terjadi di daerah lain, biasanya diikuti dengan tindakan kriminalitas. Untuk itu, kapolresta menekankan kegiatan pam swakarsa karena keamanan dan ketertiban bukan tanggungjawab Polri tetapi tanggungjawab bersama. 

Di era informasi seperti saat ini, berita hoax selalu membanjiri masyarakat. “Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat jangan menelan mentah-mentah informasi yang diterima. Jangan mudah menerima informasi yang belum valid. Kita satu kesatuan harus menjaga soliditas untuk Kota Probolinggo tercinta,” tegas AKBP Alfian. 

Ajak Aktifkan Siskamling

Saat ini polisi pun tengah disibukkan dengan maraknya pencurian toko klontong. Kapolres menginstruksikan untuk melakukan pengungkapan dan penangkapan kasus pencurian yang meresahkan masyarakat. “Mari kita aktifkan lagi pam swakarsa, siskamling,” ujar pria yang menjabat 1 tahun 11 bulan di Kota Probolinggo ini. 

Wawali HMS Subri, dalam sambutannya menegaskan, baik Kapolresta dan Dandim telah membuktikan status Kota Probolinggo dari zona merah menjadi zona aman. Dengan sinergitas tiga pilar bersama tokoh agama dan masyarakat, Subri yakin 17 April nanti akan terbukti bahwa Kota Probolinggo zona yang sangat aman. 

Menurutnya, sinergitas yang terjalin tidak cukup hanya di pimpinan saja. Tetapi, juga harus sampah ke bawah. “Saya memohon agar semua harus betul-betul netral. Jangan sampai ASN memakai atribut partai, memfasilitasi kegiatan partai politik atau golongan yang berpotensi menumbuhkan keresahan. Kalau itu sampai terjadi, saya akan memberikan sanksi,” tegas Subri. 

Pilihan adalah masalah hati dan pikiran, bukan masalah fisik. Subri menghargai perbedaan yang ada, karenanya perbedaan harus ada. Ia pun meminta camat, lurah mengaktifkan kembali siskamling untuk membantu TNI dan Polri dengan apa yang dimiliki oleh pemerintah. 

“Kota Probolinggo itu milik kita, yang bisa menjaga kondusifitas Probolinggo adalah kita. Kita jangan mau diobok-obok oleh orang luar. Seperti serangan berita hoax yang saat ini sudah sangat mengerikan,” ucapnya. 

Sesuai arahan wali kota, sistem keamanan internal bukan serta merta mengandalkan TNI dan Polri semata. Tapi, ada gerakan bersama masyarakat. Tidak aktifnya siskamling, menurut Subri adalah persoalan kemauan dan kesadaran masyarakat terhadap kepedulian lingkungannya sendiri. 

“Hal yang per keistiqomah-an yang basic-nya adalah kesadaran pribadi bahwa kita adalah bagian dari lingkungan. Kita harus menggugah masyarakat. Jika sudah istiqomah siskamling tidak hanya musim pilkada saja tapi juga kesehatan. Saya yakin jika kita eksis maka tindakan kriminal bisa ditekan,” sambung pria yang berprofesi sebagai arsitek itu. 

Pada kesempatan itu, Subri juga meminta jajaran OPD di bawahnya untuk bersikap profesional. “Jangan acuh tak acuh mengatakan ini bukan bagian saya, ini bagian ini. Saya minta seluruh jajaran OPD harus punya kepekaan, punya empati bahwa ini adalah gawe nasional, bukan sektoral,” jelasnya. 

Kepada media, Subri pun berharap agar media harus lebih kreatif, cermat dan edukatif. Idealismenya jangan hanya semangat mencari berita untuk meningkatkan oplah. “Ini memang era keterbukaan, tapi selektif terhadap berita yang tidak mengedukasi sedikit di-rem,” imbuhnya. 

Dandim 0820 Letkol Inf Imam Wibowo berani menjamin saat ini kondisi Kota Probolinggo aman sehat wal afiat. Masyarakat sudah dewasa dan tahu mana yang sesuatu yang benar dan tidak. “Saya mengimbau, berjalanlah di jalan yang benar, tidak berbuat dzolim dan berburuk sangka,” jelas pria yang lama berdinas di Papua ini. 

Dalam FGD itu, Kajari Martiul menjelaskan soal tindak pidana pemilu dan proses hukumnya. Ketua KPU Ahmad Hudri membahas tentang tahapan pemilu yang sedang menyortir dan melipat surat suara. Sedangkan Ketua Bawaslu Azzam Fikri membeberkan tahapan pengawasan pemilu. (famydecta/humas)