Tingkatkan PSN, Wali Kota Kampanyekan Lewat Medsos

image_pdfimage_print

Kademangan– Sampai saat ini, Kota Probolinggo belum terbebas dari penyebaran penyakit demam berdarah. Utamanya di musim penghujan ini, penyebaran penyakit ini semakin bertambah. Kondisi ini memaksa Pemerintah Kota Probolinggo terus berupaya menekan penyebaran penyakit ini. Segala upaya telah dilakukan. Salah satunya, pagi tadi, Rabu, (6/3), Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin melakukan pengambilan video untuk iklan layanan masyarakat di kediamannya (Pondok Pesantren Riyadlus Solihin) Ketapang.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Probolinggo Ninik Ira Wibawati, penyakit demam berdarah telah menjangkit 230 orang selama bulan Januari. Bulan Februari 41 orang terpantau terjangkit DBD, dan bulan Maret sampai hari ini ada 7 orang yang juga terjangkit penyakit yang belum ditemukan obatnya ini. “Kami akan terus berupaya menekan penyebaran penyakit demam berdarah di masyrakat, dengan terus memberikan sosialisasi dan pengertian pada masyarakat,” ungkapnya.

Pagi itu, Habib Hadi Zainal Abidin didampingi istrinya Aminah Hadi Zainal Abidin dalam proses syuting. Dengan mulai berbincang tentang bahayanya penyakit demam berdarah, serta mempraktekkan bagaimana menjaga kebersihan bak mandi, kolam, dan tempat makan burung.

Dalam himbauannnya, Habib Hadi mengajak masyarakat Kota Probolinggo untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran penyakit demam berdarah. Salah satu program yang dikampanyekan adalah melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3 M yaitu Menutup tempat penampungan air, Menguras dan menyikat tempat penampungan air, Memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak terpakai.

Selain itu, melakukan tindakan untuk mencegah agar terhindar dari gigitan nyamuk. “Tunjuk satu orang anggota keluarga sebagai juru pemantau jentik atau jumantik di rumah. Juga, untuk memantau keberadaan jentik secara rutin di rumah,” harap Habib hadi.

Iklan layanan ini dibuat oleh Dinas Kesehatan, yang nantinya akan disebarluaskan melalui media sosial (medsos) dan media elektonik. (Malinda/Humas)