DPRD-Pemkot Sepakati Ranwal RPJMD

image_pdfimage_print

SURABAYA – DPRD bersama Pemerintah Kota Probolinggo menyepakati rancangan awal (ranwal) Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Probolinggo tahun 2019-2024. Sebelum 30 Juni 2019, ranwal ini harus sudah ditetapkan menjadi RPJMD.

Penandatanganan kesepakatan itu dilakukan Wali Kota Hadi Zainal Abidin bersama Ketua DPRD Agus Rudianto Ghaffur, Wawali HMS Subri, Wakil Ketua DPRD Mukhlas Kurniawan dan Wakil Ketua DPRD Roy Amran. Yang disaksikan seluruh anggota DPRD dan kepala OPD terkait, di Garden Palace Surabaya, Selasa (5/3) malam.

Dalam sambutannya, Wali Kota Habib Hadi menjelaskan, sesuai amanat UU nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, RPJMD merupakan penjabaran dari visi misi dan program kepala daerah yang membuat tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan, pembangunan daerah dan keuangan daerah serta program OPD yang disertai dengan kerangka pendanaan bersifat indikatif untuk jangka waktu lima tahun.

Tahapan pertama dalam penyusunan RPJMD adalah penyusunan ranwal RPJMD merupakan penyempurnaan rancangan teknokratik RPJMD. “Hal ini untuk mensinergikan antara hasil kajian ilmiah melalui pendekatan teknokratik dengan kepentingan politik dari visi misi wali kota dan wawali. Sehingga RPJMD yang dihasilkan tidak sebatas kajian ilmiah. Namun dapat diimplementasikan dalam program dan kegiatan pembangunan daerah yang terintegrasi,” jelas Habib Hadi, saat sambutan.

Selanjutnya, ranwal RPJMD hasil pembahasan dan penyepakatan bersama dengan DPRD ini akan diserahkan ke Gubernur Jawa Timur untuk dikonsultasikan sebagaimana amanat Permendagri nomor 86 tahun 2017.

Selain pada tahapan pembahasan dan penyepakatan, nantinya juga perlu pembasan dan penetapan rancangan peraturan daerah tentang RPJMD dengan DPRD. “Oleh karena itu, kami berharap agar ada sinergi dan dukungan dari DPRD Kota Probolinggo dalam seluruh tahapan RPJMD ini,” kata Habib Hadi.

Sementara itu, Ketua DPRD Agus Rudianto Ghaffur menyatakan, selain janji politik ada visi misi yang harus diterjemahkan dalam dokumen RPJMD. Capaian periode sebelumnya, isu strategis, potensi unggulan juga harus diakomodir dalam RPJMD 2019-2024.

Menurut Agus Rudianto, dokumen RPJMD yang disusun ini adalah tahapan akhir dalam capaian RPJPD Kota Probolinggo. Jadi tidak hanya berorientasi pada RPJMD tahun  2019-2014 tetapi memiliki misi di seluruh tujuan RPJPD yang tercapai pada akhir periode 2019-2024.

“Seperti yang disampaikan oleh Pak Wali Kota tadi (saat sambutan), demi kemajuan Kota Probolinggo yang lebih luar biasa. Kami, seluruh pimpinan dan anggota DPRD akan menyepakati rancangan awal RPJMD,” tutur Ketua DPRD. Pembahasan dan kesepakatan ranwal RPJMD tersebut diakhiri paparan oleh Kepala Bappeda Litbang Rey Suwigtyo yang kemudian ditanggapi oleh pimpinan dan anggota DPRD yang hadir. (famydecta/humas)

The City Council (DPRD) along with Probolinggo Municipality agreed on the initial draft of the Probolinggo City Regional Medium-Term Development Plan (RPJMD) 2019-2024. Before June 30, 2019, this domain must be set as RPJMD.

The signing of the agreement was carried out by Mayor Hadi Zainal Abidin with the Speaker of the DPRD Agus Rudianto Ghaffur, Vice Mayor of HMS Subri, Deputy Speaker Mukhlas Kurniawan and Roy Amran. It was witnessed by all members of the DPRD and the related working units (OPD) heads, at the Surabaya Garden Palace, Tuesday (3/5) evening.

In his speech, Mayor Habib Hadi explained, according to the mandate of Law number 23 of 2014 concerning regional governance, the RPJMD is an elaboration of the vision and mission of regional heads that make goals, objectives, strategies, policy directions, regional development and regional finance and the OPD program accompanied by an indicative funding framework for a period of five years.

The first step in the preparation of the RPJMD is the drafting of the RPJMD which is an improvement of the RPJMD technocratic design. “This is to synergize the results of scientific studies through a technocratic approach with political interests from the mayor’s and vice mayor’s vision-mission. In this case, the RPJMD being produced is not limited to scientific studies, but it can also be implemented in integrated regional development programs and activities,” explained Habib Hadi, during his speech.

Furthermore, in the context of the RPJMD, results of the discussion and agreement with DPRD will be submitted to the Governor of East Java to be consulted as mandated by Regulation of Home Affairs Minister (Permendagri) Number 86 of 2017.

In addition to the stages of discussion and agreement, there will also need to be a refinement and stipulation of a draft regional regulation on the RPJMD with the DPRD. “Therefore, we hope that there will be synergy and support from the Probolinggo City DPRD in all stages of this RPJMD,” Habib Hadi said.

Meanwhile, the Speaker of the DPRD Agus Rudianto Ghaffur stated, in addition to political promises, there is a vision and mission that must be translated in the RPJMD document. The achievements of the previous period, strategic issues, and superior potential must also be accommodated in the 2019-2024 RPJMD.

According to Agus Rudianto, the RPJMD document being prepared is the final stage in the achievement of the Probolinggo City RPJPD. So it is not only oriented to the 2019-2014 RPJMD but has a mission in all the objectives of the RPJPD that will be finished at the end of the 2019-2024 period.

“As stated by the mayor (during the speech), for the progress of the city which is more extraordinary. We, all leaders and members of the DPRD will agree on the initial draft of the RPJMD,” said the Speaker of the DPRD. The deliberation and agreement of the RPJMD were concluded by the Head of Regional Development Planning (Bappeda) Rey Suwigtyo, who was then responded by the leaders and members of the DPRD present.