image_pdfimage_print

KANIGARAN – Jalan sehat dalam rangkaian Hari Lahir Muslimat NU ke 73 di Kota Probolinggo. Wali Kota Hadi Zainal Abidin, Wawali HMS Subri bersama istri pun ikut dalam jalan sehat, Jumat (8/3) pagi. Wali kota melepas keberangkatan ribuan peserta dari Alun-alun Kota Probolinggo.

Rute yang dilalui oleh peserta yang didominasi anak sekolah dan muslimat itu melintasi Jalan Suroyo – Jalan Panglima Sudirman – Jalan Dr Sutomo – Jalan Ahmad Yani dan finish kembali di Alun-alun. Wali Kota Habib Hadi, Wawali Subri, Ketua TP PKK Aminah Hadi Zainal Abidin, Wakil Ketua TP PKK Diah Kristanti HMS Subri ikut membaur bersama peserta.

Ketua PC Muslimat NU Nyai Siti Aminah menjelaskan, 4000 kupon disebar dalam kegiatan pagi itu. Berbagai hadiah doorprize disiapkan, isinya kebanyakan alat dapur ditambah hadiah utama berupa kulkas sumbangan dari wali kota.

“Banyak acara yang kami adakan dalam Harlah Muslimat NU ini, selain ada jalan sehat ini besok (9/3) juga ada lomba tumpengan. Kami sangat berterimakasih kepada wali kota sekaligus dinas-dinas yang sudah membantu hingga acara Festival Pendalungan dan Pesta Rakyat Muslimat ini bisa terlaksana,” ujar Siti Aminah.

Ketua PC Muslimat NU ini juga berharap, ke depan, Muslimat NU di Kota Probolinggo bisa bekerjasama dan bersinergi dengan baik bersama wali kota dan semua OPD yang ada. “Demi kebersamaan dan kemajuan Kota Probolinggo,” katanya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Aminah Hadi Zainal Abidin yang ikut berjalan sesuai rute jalan sehat terlihat begitu menikmati kegiatan tersebut. “Jalan sehat ini asyik sekali. Seumur hidup saja, baru kali ini saya ikut jalan dan sangat menyenangkan,” ucap perempuan berparas ayu ini, yang berjanji bakal ikut jika ada agenda serupa.

Menurutnya, selain untuk kesehatan, jalan sehat ini bisa menjadi ajang silaturahim bersama masyarakat khususnya anak-anak dan muslimat NU. “Di momen ini, anak-anak sekolah juga bisa mengenal organisasi Muslimat NU,” kata Aminah.

Ia menambahkan, dalam kepengurusan TP PKK yang dibawahinya, Muslimat NU dilibatkan dalam pengurus PKK di Pokja 1 yang menangani keagamaan. “Tentunya keterlibatan ini adalah untuk syiar keagamaan, seperti kegiatan pengajian dan kegiatan peningkatan ketakwaan. Program sudah kami susun,” kata Aminah bersemangat. (famydecta/humas)

In 73th Muslimat NU (women moslem) anniversary series, Probolinggo mayor Hadi Zainal Abidin, vice mayor HMS Subri and their wives join in Jalan Sehat (Walking together) at city square of Probolinggo on Friday morning (8/3).

The participants who is dominated students and muslimat will walk through Jalan Suroyo-Jalan Panglima Sudirman-Jalan Dr.Sutomo-Jalan Ahmad Yani and will finish at city square. The mayor, the vice mayor and their wives joined among another participants.

Head of Muslimat NU Nyai Siti Aminah  explained that there are 4000 coupons for doorprizes, most of them are cooking utensils and main prize is refrigerator which is from the mayor.

 “Not only jalan sehat, we also have tumpengan (rice cone) competition tomorrow to commemorate Muslimat NU anniversary. We are very thankful to the mayor and the agencies for the help to create this Festival Pendalungan and Pesta Rakyat Muslimat,” said Siti Aminah.

The head of branch office of Muslimat NU also hoped Muslimat NU could collaborate and synergize well with the mayor and all working units in the future. “For togetherness and the development of Probolinggo city,” she said.

Meanwhile, it can be seen that the head of TP PKK Aminah Hadi Zainal Abidin really enjoyed this event. “It is fun, it is my first time join this such activity in my whole life, and it is really fun,” said this beautiful lady that will promise she will come if there is similar activity like this time.

According her, not only for health, jalan sehat is also for silaturahmi (friendly meeting) with the people especially the children and muslimat NU. “In this moment, students also learn about the organization of Muslimat NU,” said Aminah.

She added that in the board of TP PKK, Muslimat NU also involved in Pokja (working group) 1 which handle religious matters. “This involvement is as syiar (spreading religious values) such as pengajian (qur’an reading gathering) and all activity to increase  the faithfulness. The program had been arranged,” said Aminah.