image_pdfimage_print

MAYANGAN – Taman Pemrosesan sampah Akhir (TPA) di Kota Probolinggo sedang sakit. Volume sampah terus bertambah tidak didukung dengan pengembangan TPA yang menerima kurang lebih 170 ton sampah per hari. Di masa kepemimpinannya, Wali Kota Hadi Zainal Abidin berjanji bakal memenuhi infrastuktur pendukung persoalan sampah di wilayahnya.

Jumat (8/3) pagi, Wali Kota Habib Hadi bersama Wawali HMS Subri dan Kepala Bappeda Litbang Rey Suwigtyo serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Budi Krisyanto meninjau langsung sanitary landfill yang mulai meninggi dan mengkhawatirkan.

“Seperti yang pernah saya sampaikan, Kota Probolinggo sedang sakit (kondisi TPA-nya) karena volume sampah ini terus bertambah. Pengurangan sampah tidak maksimal jika tidak ada usaha 3R (reduce, reuse, recycle). Ini yang harus dikendalikan, kita kurangi sampah masuk TPA. Berbagai elemen bisa melakukan ini yakni pemerintah, masyarakat, restoran, hotel dan perusahaan,” jelas Kepala DLH Budi Krisyanto.

Dua sel TPA sudah penuh, yang baru dibangun tahun 2015, tahun 2018 sudah penuh. Sehingga perlu dibangun sel ketiga yang masih berada di kawasan TPA. Sayangnya, pembangunan tersebut akan menghilangkan pohon yang sudah sejuk dan rindang untuk menampung sampah tiga tahun ke depan.

“Tetap harus semangat mengurangi sampah. Gunakan apa yang bisa dipakai kembali. Sampah yang masuk TPA berkurang dan umur TPA lebih banyak,” imbuh Budi Kris-sapaannya.

Menurut Budi Kris, saat ini harus mulai memikirkan perluasan TPA, mesin insenerator (teknologi pembakaran sampah yang berhasil guna) dan TPA regional.  “Insenerator kini bisa jadi salah satu solusi, implikasinya sangat memungkinkan di Kota Probolinggo. Dulu tidak terealisasi karena political will,” imbuhnya.

Progres pembangunan sel baru di TPA direncakan akan dimulai tahun ini. DED (Detail Engginering Design) sudah disiapkan saat P-APBD 2018 lalu. “Sudah tinggi (sampahnya). Penambahan sel baru seluas 4 hektar insyaallah secepatnya akan dibangun,” tegas Wali Kota Hadi Zainal Abidin.

Pemkot Probolinggo, lanjut Habib hadi, harus mendukung pengembangan TPA sehingga ada solusi penanganannya. Ia berharap dengan pembangunan sel baru dapat memberika edukasi ke masyarakat untuk lebih berperan serta peduli terhadap lingkungan.

Habib Hadi sudah menyampaikan kepada DLH untuk mengajukan alat guna mendukung pengelolaan sampah. “Alat-alatnya akan kami support, apa yang kurang dianggarkan segera agar bisa ditanggulangi. Tapi jika sudah dipenuhi tetapi tidak ada kesadaran masyarakat semua, mustahil bisa terwujud, kami tidak bisa sendiri. Itulah (partisipasi mengelola sampah) harapan saya. Tentunya lingkungan menjadi sehat, bersih dan nyaman,” ujarnya. (famydecta/humas)

Landsfill of Probolinggo city is not in a well condition. The volume of waste keeps increase without any support in developing the landsfill which received more than 170 tons of waste per day. In his reign, Mayor Hadi Zainal Abidin promised that he will build supporting infrastructure to manage the waste problems.

On Friday morning (8/3), mayor Habib Hadi along with vice mayor HMS Subri and head Bappeda Litbang (Regional Development Planning Agency) Rey Suwigtyo and head of Environmental Agency (DLH) Budi Krisyanto inspected the sanitary landsfill.

As I have said, the condition of Probolinggo city landsfill is not well, since the waste volume keep increase. Reducing waste does not get maximal result if there were no 3R action (reduce, reuse, recycle). We have to control it, to reduce the waste that goes to the landsfill. Many element should do it (3R) such as government, people, reataurants, hotels, and companies,” explained the head of DLH Budi Krisyanto.

Two cells of landsfill has been fulled, built at 2015 and 2018, so it needs to build third cell in this landsfill. Unfortunately, it will cut some trees to accommodate waste for three years ahead.

 “Keep on spirit in reducing the waste. Use what you can reuse, the waste in landsfill will reduce and landsfill will have longer time,” added Budi Kris-what he called.

According Budi Kris, it is time to think the the development of landsfill, incinerator machine (waste combustion technology) and regional landsfill. “Incinerator is one of possible solution for Probolinggo city. “It did not realize once, since political will,” he said.

The development of new cell will build this year. DED (Detail Engineering Design) has been prepared at revised budget on 2018. “It has a huge waste. The addition of four hectare new cell will build soon,” said mayor Hadi Zainal Abidin.

Habib Hadi said, Probolinggo city government must support the development of landsfill to get new solution. By building new cell, he hoped it will give education for people to be more concern and more care to the environment.

Habib Hadi asked DLH to propose some device to support waste management. “We will support the devices and budget to handle the waste management. It is impossible in waste management if there were no people’s awareness. It (people’s awareness) is very needed. It will make health, clean, and comfortable environment,” he said.