WUJUDKAN KERJASAMA BERKELANJUTAN DENGAN UNIBRAW

KANIGARAN – Badan Perencanaan, Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Probolinggo menggelar penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) antara pemkot setempat dengan Universitas Brawijaya Malang, pada Senin (11/3) di Ruang Transit.

Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin mengatakan pelaksanaan kesepakatan bersama ini adalah untuk mewujudkan kerjasama dalam proses pembangunan yang berkelanjutan di Kota Probolinggo melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Saya percaya bahwa penandatanganan perjanjian kerja sama ini merupakan suatu langkah awal bagi kedua intansi. Dan, selanjutnya tentu diperlukan langkah-langkah teknis untuk merealisasikan kemanfaatan yang diharapkan,” ujarnya.

Disamping itu, Habib juga mengatakan dengan adanya kerja sama ini diharapkan Universitas Brawijaya  dapat membatu Pemerintah Kota Probolinggo, diantaranya, di tahun 2019 pemkot berencana membangun rumah sakit (RS) tipe D dan B yang baru, sedangkan RS yang lama akan menjadi RS tipe C.

“Semoga dengan adanya kerjasama ini, Universitas Brawijaya Malang dapat mengirimkan tenaga medisnya ke Kota Probolinggo. Dan, dapat mengirimkan mahasiswanya untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) ataupun On The Job Training (OJT) di Pemerintah Kota Probolinggo agar lebih berdaya guna bagi masyarakat di Kota Probolinggo,”harap Habib.

Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani mengatakan insyaallah kerjasama ini saling membantu dan menguntungkan. Unibraw juga akan memberikan sumbangan ke Pemkot Probolinggo yaitu sumbangan ilmu dan teknologi, tenaga KKN atau bisa dengan tenaga dosen yang sedang mengabdi. Sumbangan yang lain akan sulit untuk Unibraw kecuali sumbangan pemikiran-pemikiran yang dapat kami manfaatkan. “Semoga Perjanjian Kerjasama (PKS) ini dapat berlangsung dengan bagus, supaya Kota Probolinggo menjadi kota yang maju dan menjadi salah satu Kota Poros di Jawa Timur,” imbuhnya.

Selain itu, Prof. Nuhfil memaparkan hampir semua kabupaten/kota/provinsi yang ada di Indonesia memberikan beasiswa kepada warganya. Dan, hampir 30 % atau 16 ribu mahasiswa mendapat beasiswa dari berbagai pihak. “Syukur kalau  dari Pemkot Probolinggo bisa memberikan beasiswa kepada penduduk asli Kota Probolinggo untuk melanjutkan sekolah ke Unibraw,” terang Prof. Nuhfil.

“Semoga Probolinggo semakin maju. Pelabuhan serta pusat–pusat industri semakin berkembang. Ketika semua sudah makin berkembang diharapkan MoU dengan Unibraw dapat ditingkatkan lagi,” harapnya.

Setelah dilakukan penandatangan MoU, Wali Kota Probolinggo menyaksikan penandatanganan PKS antara Bappeda dan Litbang dengan Dekan Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang. (mita/humas)

The Agency of Regional Development Planning (Bappeda) of Probolinggo City held a signing of a memorandum of understanding (MoU) between the local government and Brawijaya University, Malang, on Monday (11/3) in the Transit Room of mayor’s office.

Probolinggo Mayor, Habib Hadi Zainal Abidin said the implementation of this memorandum of understanding was to realize cooperation in the process of sustainable development in Probolinggo City through education, research, community service and improving the quality of human resources.

“I believe that the signing of this cooperation agreement is the first step for both institutions. And, then, of course, technical steps are needed to realize the expected benefits,” he said.

Besides that, Habib also said that with this cooperation, it is expected that Brawijaya University can help the municipality, among others, to build a new type D and B public hospital (RS), as the old hospital will be a type C hospital.

“Hopefully with this collaboration, Brawijaya University can send its medical personnel to the city. And, you can send students to Community Service Program (KKN) or On The Job Training (OJT) in the municipality so that it would be more efficient for the people in Probolinggo City,” hoped Habib.

The Chancellor, Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani said, God willing, this collaboration is mutually beneficial. Brawijaya University will also make a donation to Probolinggo Municipality, including the contribution of science and technology, KKN staff and it can be supported by the lecturers who are serving. Other donations will be difficult for Unibraw except for the contribution of ideas that we can use. “Hopefully this Cooperation Agreement (PKS) can take place well, so that Probolinggo City will become an advanced city and become one of the pilot cities in East Java,” he added.

In addition, Prof. Nuhfil explained that almost all regencies/cities/ provinces in Indonesia provide scholarships to their people. And, almost 30% or 16,000 students get scholarships from various parties. “Thank God that Probolinggo Municipality can provide scholarships to the indigenous people of the city to continue their education to our university,” explained Prof. Nuhfil.

“Hopefully Probolinggo will be more advanced. Ports and industrial centers are growing. When everything is growing, it is expected that the MoU with the university will be increased,” he hoped.

After the MoU was signed, the Mayor of Probolinggo witnessed the signing of the PKS between Bappeda with the Dean of the Faculty of Engineering, Faculty of Agriculture, Faculty of Administrative Sciences Brawijaya University, Malang.