image_pdfimage_print

KANIGARAN – Dua tahun lalu, senam CERDIK sudah pernah digelar sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Probolinggo. Setelah lama tidak aktif, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin pun ingin kembali membudayakan senam bagi seluruh stafnya.

Senin pagi (11/3), agenda pertama wali kota mengajak Sekda Bambang Agus Suwignyo, para pejabat Pemkot serta staf Dinas Kesehatan untuk latihan senam CERDIK bersama di Puri Manggala Bakti. Apa sih senam CERDIK? CERDIK punya arti tersendiri. Yakni, Cek kesehatan secara teratur; Enyahkan asap rokok; Rajin olahraga; Diet seimbang; Istirahat cukup; serta Kelola stres dengan baik.

Sejatinya, senam cerdik adalah gerakan ringan yang bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Durasinya pun tidak lama. Kurang lebih hanya dua menit saja. Tetapi, manfaat senam ini begitu luar biasa jika dilakukan secara rutin.

Manfaat Senam CERDIK 

Kepala Dinas Kesehatan drg Ninik Ira Wibawati menjelaskan, senam CERDIK adalah instruksi Menteri Kesehatan RI tentang gerakan masyarakat hidup sehat. Instruksi ini dikeluarkan karena tren penyakit tidak menular (PTM) sangat tinggi di Indonesia. Yang dimaksud PTM antara lain penyakit jantung, kolesterol, diabetes.

Dinkes setempat pun sudah menggerakkan posbindu (pos pembinaan terpadu) PTM di masing-masing OPD. “Kami juga sudah melatih masing-masing OPD dua orang. Serta mengirimkan CD (compact disc) senam CERDIK. Harapannya, setelah apel atau seminggu beberapa kali, bisa senam dulu supaya sehat,” ujar Ninik.

Sayangnya, penerapan itu tidak berjalan maksimal di OPD. “Senam itu olahraga yang harus kita biasakan. Senam tidak usah terlalu berat, yang penting teratur,” tuturnya.

Ninik menjelaskan, kondisi bekerja yang selalu duduk berjam-jam itu tidak baik untuk tubuh. Bila sudah duduk selama dua jam, harus diselingi dengan peregangan. Ia menyontohkan di Kementerian Kesehatan, jika ada rapat lebih dua jam maka Menkes sendiri yang memimpin untuk melakukan peregangan.

“Dengan peregangan bisa membuat aliran darah lancar. Kalau fokus bekerja, duduk di meja saja itu tidak bagus. Kita punya pekerjaan banyak harus bisa mengelola stres,” imbuh Ninik lagi. Posbindu dan CERDIK dipastikan bisa menekan angka PTM.

Wali Kota Habib Hadi yang ikut tiga kali putaran lagu senam CERDIK nampak begitu bersemangat. Ia mengajak semua pejabat untuk bergabung. Dengan berpakaian lengkap, wali kota berada di baris terdepan kemudian mundur untuk memberi kesempatan yang lain.

“Enak. Seger. Bisa berkeringat,” kata Habib Hadi –sapaan akrab wali kota- di sela latihan bersama pagi itu. Wali kota pun mengimbau agar semua pegawai di masing-masing OPD kembali membudayakan senam CERDIK untuk menjaga kesehatan.

Menurutnya, dengan berolahraga di pagi hari sebelum memulai aktifitas bisa membuat bekerja makin semangat, berenergi dan fit. “Semua harus berolahraga. Senam ini mudah dan banyak manfaatnya. Waktu yang digunakan juga tidak menganggu jam kerja atau pelayanan. Bila perlu, yang ada pelayanannya bisa mengajak masyarakat untuk senam CERDIK juga. Peregangan otot sangat perlu untuk tubuh kita,” tegas Habib Hadi. (famydecta/humas)

Two years ago, some working units has senam Cerdik as their habit. Now, Probolinggo mayor Hadi Zainal Abidin wants to re-activate this action for all employees.

On Monday morning (11/3), the mayor asked regional secretary Bambang Agus Suwignyo, employer and Health Agency staff in practicing senam Cerdik at Puri Manggala Bhakti. What is senam Cerdik? Cerdik stands for, C for Cek kesehatan secara teratur (check your health regularly), E for Enyahkan asap rokok (erase the smoke), R for Rajin Olahraga (Keep doing sport regularly), D for Diet seimbang (balanced diet), I for Istirahat cukup (having a rest well), and K for Kelola stress dengan baik (managing stress well).

Actually, senam Cerdik is an easy movement which can be done by anyone, anytime, and anywhere. It has short duration, more than two minutes but it has many advantages if it was done regularly.

The advantages of Senam Cerdik

Head of Health Agency (Dinkes) drg. Ninik Ira Wibawati explained Senam Cerdik is the nstruction of Health Ministry of Indonesian Republic on society movement in healthy living. This instruction was issued since the high level of non-communicable diseases (PTM), such as heart disease, cholesterol, and diabetes, in Indonesia.

Regional Health Agency has been managed PTM Posbindu (pos Pembinaan Terpadu/Integrated development Post) at each agency. “We have trained two employees in each agency, and sent CD of Senam Cerdik, We hoped each agency will do Senam Cerdik some time in a week,” said Ninik.

Unfortunately, it does not run well. “We have to do gymnastic regularly, even in light movement,” she said.

Ninik explained that sitting for hours while working is not good for health. There is some stretching action after two hours sitting. She gave an example if there were a meeting in Health Ministry, so the health minister will lead the stretching action.

 “Stretching will make blood flow smoothly. It is not good if you have stay in your chair for hours. If you have many work to do, you have to manage your stress,” said Ninik. Posbindu and Senam Cerdik can reduce the number of PTM.

Mayor Habib Hadi seems enthusiastic while doing senam Cerdik third times. And he asked all employers to join and do senam Cerdik.

“It’s nice, refreshing, and sweating,” said Habib Hadi-what he called- while doing senam Cerdik. The mayor instructed to all agency to get used to do this senam Cerdik to keep healthy.

According him, doing sport in the morning will make more spirited and energizer in working.”Everybody have to do some sport. It (Senam Cerdik) is easy with many benefits and it does not waste your time. If it is needed, we invite people in doing senam Cerdik. It is good for our body,” said Habib Hadi.