Takmir Masjid Dapat Pembinaan 

image_pdfimage_print

KANIGARAN – Sebanyak 120 takmir masjid di Kota Probolinggo mendapatkan pembinaan tentang optimalisasi fungsi masjid dalam membina dan menggerakkan potensi umat, Kamis (14/3). Wali Kota Hadi Zainal Abidin pun meminta takmir menjaga keamanan di lingkungan masjid, yang kerap jadi sasaran tindakan kriminal.

Dalam laporannya, Kabag Kesra Chairul Anam menjelaskan, pembinaan kepada takmir diharapkan bisa meningkatkan pengelolaan masjid menyangkut perencanaan, organisasi, administrasi, kegiatan, pengawasan dan laporan. “Memakmurkan masjid serta mengoptimalkan prasarana, kebersihan dan keamanan masjid,” ujarnya.

Masjid merupakan merupakan tempat yang strategis dalam rangka membina dan meningkatkan aktivitas ibadah ritual serta menjaga stabilitas temperatur batin/spiritualitas jamaah guna memperoleh ketenangan dan ketentraman jiwa melalui sholat jamaah yang istiqomah.

Disamping itu, masjid juga berfungsi sebagai wahana kegiatan kesolehan sosial bagi jamaah dan masyarakat sekitarnya. Dengan demikian keberadaannya menjadi bermakna dan sangat diperlukan sebagai sarana ibadah ritual, ibadah sosial, pendidikan, silaturahim, bahkan pemberdayaan ekonomi. Di zaman rasulullah, tempat ibadah berupa masjid dijadikan menyusun strategi perang.

Untuk masa sekarang, fungsi dan peran masjid perlu lebih ditingkatkan guna menjawab tantangan global dunia yang semakin menyatu karena arus komunikasi dan informasi semakin canggih, sehingga menimbulkan pengaruh budaya global yang sulit untuk dihindari.

Menjawab tantangan itu, maka fungsi dan peranan masjid perlu adanya kajian sekaligus panduan-panduan bagi penyelenggaraan manajemen masjid yang sesuai pola manajemen kekinian atau modern terutama bagi masjid – masjid yang masih tertinggal khususnya dalam bidang manajemen dan pengembangan program.

Untuk itulah Pemerintah Kota Probolinggo memandang sangat perlu untuk mengadakan pembinaan dan peningkatan kualitas manajemen takmir. Agar nantinya para tamir bisa menjawab tantangan yang dihadapi pada saat sekarang ini.

Sehingga keberadaan masjid menjadi semakin bermakna dan sangat diperlukan. Tidak hanya masjid sebagai sarana ibadah ritual saja, namun nantinya masjid berkembang berfungsinya sebagai sarana ibadah sosial, pendidikan, silaturahim, bahkan pemberdayaan ekonomi dan sebagainya.

“Beberapa peristiwa kriminalitas pun saat ini juga kerap terjadi di dalam atau sekitar masjid. Untuk itu saya berpesan tingkatkan keamanan di masjid-masjid lingkungan demi kenyamanan jamaah yang sedang beribadah,” ujar Habib Hadi.

Wali kota juga menegaskan, jika ada kegiatan mengisi tausiyah agar penyampaiannya tidak provokatif dan rentan memecah belah umat Islam sehingga timbul perpecahan di masyarakat. Keberadaan masjid pun diharapkan bisa semakin banyak jamaahnya.

Pada kesempatan itu, Habib Hadi juga menginformasikan program jamaah subuh keliling (jasling) yang dilaksanakan saban hari Jumat. Ia pun mengingatkan para takmir bisa bersinergi baik dengan pemerintah dan jamaahnya.

“Saya tidak ingin ada kesalahpahaman yang disebabkan pengurus atau jamaah serta lingkungannya. Kalau ada yang mau pinjam masjid untuk istighosa, pengajian, maulidan ya tidak apa-apa, biarkan saja,” imbuh orang nomor satu di Kota Mangga ini.

Pembinaan tersebut dilaksanakan di Puri Manggala Bakti, dengan narasumber Sekretaris Dewan Masjid Indonesia Kota Probolinggo, Nashaihuddin Ahmad. Hadir dalam kegiatan tersebut, Wawali Muhammad Soufis Subri, Ketua MUI dan kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo (famydecta/humas)