image_pdfimage_print

WONOASIH – Kedungasem merupakan salah satu kelurahan penghasil bawang merah terbanyak di Kota Probolinggo. Mayoritas warganya adalah petani bawang merah. Untuk meningkatkan keterampilan para petani, Kelurahan Kedungasem mengadakan lomba mrotoli bawang (ngupas bawang) , Rabu (14/3) di Kampung Protol.

Warga begitu antusias. Mereka berbondong-bondong datang untuk mengikuti dan juga menyaksikan lomba tersebut. Untuk menentukan pemenang, setiap peserta diberi waktu satu jam untuk mrotoli bawang merah. Yang paling banyak dan paling bersih menjadi juaranya.

Lurah Kedungasem Nurhadi mengatakan, tujuan lomba mrotoli bawang merah ini untuk memeriahkan program Kecamatan Wonoasih yaitu Noasih Berdaya. Sebuah kegiatan peningkatan ketrampilan bagi warga yang biasa mrotoli bawang dan meningkatkan perekonomian warga Kedungasem.

“Lomba merotoli bawang ini saya kolaborasikan dengan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di Kedungasem, sehingga potensi yang ada di Kedungasem  ini salah satunya bawang merah akan terangkat ekonominya baik secara lokal maupun yang luar kota. Karena sekarang kita sudah ngirim bawang merah sampai ke Kalimantan dan Papua,” kata Nurhadi.

Nurhadi mengaku senang Kecamatan Wonoasih menciptakan kegiatan Noasih Berdaya. “Di wilayah kami punya potensi salah satunya adalah bawang merah. Kami coba angkat bawang merah dengan melakukan lomba seperti ini dengan tujuan untuk spirit, semangat, sportifitas dalam memrotoli bawang,” ucap Nurhadi.

Salah satu peserta Yuliastutik mengatakan, kesulitan lomba ini adalah jika salah satu bawangnya ada yang rusak atau busuk itu menjadi kendala. “Karena saya sudah berpengalaman mrotoli bawang alhamdulillah saya bisa menjadi juara 1,” kata Pujiastutik. (soni/humas)

Kedungasem is one of onion producer of Probolinggo city. The majority of the people is as the farmer of onion. To improve the skill of farmers, Kedungasem village government hold Mrotoli bawang (peeling onion) competition, on Wednesday (14/3) at Kampung Protol.

The people are so enthusiastic. They come to join the race or just to watch it. To determine the winner, each participant will be given an hour to peel onion. The participant who get the most and the cleanest onions will win this competition.

The head of Kedungasem village Nurhadi said this competition is to enliven Wonoasih sub-district program, that is Noasih Berdaya. It is also to improve the skill of the people who used to peel onion and to increase the economy values of Kedungasem people.

“I collaborated this competition with the SMEs of Kedungasem in order to make the potency of Kedungasem, in this case is onion, will have more economy values locally or regionally. Since we have sent our onion up to Kalimantan and Papua,” Nurhadi said.

Nurhadi is glad that Wonoasih sub-district created Noasih Berdaya. “One of our potency is onion. We try to introduce our onion by doing this competition in highly spirited,” said Nurhadi.

One of participant named Yuliastutik said the difficulty of this competition is when it is found rotten onion. “But since I experienced it, alhamdulillah I won this competition,” said Yuliastutik.