SMA Sentong Dapat Perhatian BUMN 

image_pdfimage_print

KEDOPOK – Rencana Pemkot Probolinggo mengembangkan Sumber Mata Air (SMA) Sentong sebagai destinasi wisata mendapat dukungan dari banyak pihak. Salah satunya, sinergi Coorporate Social Responsibility (CSR) PTPN XI yang diwujudkan dalam berbagai kegiatan di bidang lingkungan.

Di antaranya bersih-bersih SMA Sentong, tabur benih ikan nila, penanaman pohon, pemeriksaan dan pengobatan gratis, pasar murah sembako berupa beras, gula dan minyak goreng dari harga Rp 100 ribu menjadi Rp 50 ribu serta ada pameran produk UMKM.

Sinergi CSR bertepatan dengan HUT PTPN XI ke 23 itu ditandai dengan apel di kawasan SMA Sentong yang dipimpin oleh Wali Kota Hadi Zainal Abidin. Peserta apel terdiri dari Komunitas Bebek Pro (Bersih-bersih Kali Probolinggo), pokdarwis, pegawai Pemkot Probolinggo serta pegawai PTPN XI.

“Sumber mata air sentong menjadi sumber mata air yang bermanfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Seperti untuk pengairan, tempat wisata dan sumber penyediaan ikan. Serta terbentuk perilaku sehat di masyarakat dengan tidak membuang sampah sembarangan dan mengelola sampah 3R,” jelas Ketua Panitia, Diputra Risman.

 

Wali Kota Habib Hadi pun menyambut baik CSR dari PTPN XI, meskipun tidak ada pabrik atau anak perusahaan BUMN tersebut di Kota Probolinggo tetapi berkenan untuk berpartisipasi. Hal ini tentunya menunjukkan besarnya komitmen PTPN XI untuk ikut serta dalam peningkatan kualitas lingkungan hidup serta kualitas hidup masyarakat sekitar.

“Melalui kegiatan yang dilakukan disini, menjadi media kampanye perlindungan dan pengelolaan lingkungan terutama pelestarian sumber mata air kepada masyarakat luas,” kata Habib Hadi.

Menurutnya, sumber air adalah sumber kehidupan semua makhluk, maka perlu dijaga kelestariannya agar jangan sampai terjadi krisis mata air dan dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Langkah konkrit yang telah ditempuh PTPN XI diharapkan menjadi pemicu untuk turut berperan serta secara aktif dalam pembangunan, khususnya dalam pengelolaan lingkungan hidup dan peningkatan nilai manfaat bagi masyarakat.

“Karena tidak ada pembangunan yang berhasil tanpa ada sinergi dari seluruh stakeholder, baik pemerintah masyarakat, maupun dunia usaha melalui kegiatan CSR perusahaan,” imbuh wali kota.

Ia berharap kegiatan CSR dapat dilakukan berkesinambungan baik oleh PTPN XI maupun perusahaan lain di Kota Probolinggo. Agar tercipta Kota Probolinggo yang lebih baik, berkeadilan, sejahtera, transparan, aman dan berkelanjutan sesuai visi pembangunan Kota Probolinggo tahun 2019-2024.

“Saya juga berharap kerjasama CSR dengan PTPN XI ini bukan hanya di program kemitraan dan bina lingkungan saja, tapi dapat ditindaklanjuti dengan MoU untuk CSR lainnya seperti penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH),” imbuh Habib Hadi.

Bak gayung bersambut, Direktur Utama PTPN XI Gede Meivera merespon positif keinginan Wali Kota Habib Hadi. “RTLH akan kami kaji lagi, kita lihat kondisi di lapangan. Itu memungkinkan, sekali lagi, itu memungkinkan kami untuk ikut (CSR) disana (RTLH),” ujarnya.

Diakui oleh Gede Meivera, pihaknya datang ke Kota Probolinggo untuk pemberdayaan masyarakat. Gede sangat respect terhadap sumber mata air, karena sumber air adalah sumber kehidupan yang perlu dilestarikan dan mendapat perhatian khusus.

“Kami bergerak di bidang pertanian. Meski kami tidak ada pabrik di Kota Probolinggo, seperti apa kata Pak Wali, akan kami tindaklanjuti untuk mengadakan MoU antara Pemkot Probolinggo dengan PTPN XI. Langkah ini adalah amanat bagi kami sebagai BUMN yang hadir untuk rakyat,” terang Gede, yang hadir didampingi Dirut Ops PTPN XI Danianto dan jajaran Direksi PTPN XI lainnya.

Ditemui usai acara, Habib Hadi menuturkan SMA Sentong potensinya luar biasa untuk menjadi daya tarik destinasi wisata dan mengembangkan ekonomi masyarakat. Tidak ada spot wisata, lanjut Habib Hadi, tidak mungkin bisa menyejahterahkan masyarakat.

Wali kota siap melakukan langkah-langkah yang pasti sesuai dengan kondisi dan kendala agar pengembangan SMA Sentong bisa segera terealisasi. Penanganan khusus Sentong ini, ia pun akan menggerakkan OPD terkait untuk gerak cepat. “Ada 13 sumber mata air di Kota Probolinggo yang harus kita angkat potensinya,” jelas Habib Hadi.

Pagi itu, wali kota bersama Wawali Muhammad Soufis Subri, Dirut PTPN XI Gede Meivera, Forkopimda melakukan penebaran 5000 bibit ikan nila dilanjutkan penanaman pohon di pinggiran SMA Sentong. Lalu meninjau stand UMKM, pasar murah dan pemeriksaan/pengobatan gratis. (famydecta/humas)