Siap Bangun Rumah Sakit Baru pada 2020 

image_pdfimage_print

KANIGARAN – Rencana pembangunan rumah sakit (RS) baru di era kepemimpinan Wali Kota Hadi Zainal Abidin – Wawali Muhammad Soufis Subri bukan sekadar isapan jempol semata. Pemimpin baru di Kota Probolinggo itu terus berjuang agar pembangunan RS tipe B bisa terealisasi pada 2020 mendatang.

Angin segar dukungan pembangunan fasilitas kesehatan berskala regional itu datang dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro saat berkunjung ke Kota Probolinggo, Sabtu (17/3). Ia mengaku mendukung rencana itu.

“Tahap pertama, kami sudah minta Pemerintah Kota Probolinggo mengajukan DAK (Dana Alokasi Khusus) tahun anggaran 2020, karena dalam DAK kesehatan fokusnya bisa sampai RS daerah tipe B,” ujar Menteri Bambang.

Begitu DAK 2020 disetujui, dana tersebut bisa dicairkan untuk tahapan pembangunan RS baru di Kota Probolinggo. Melihat potensi Kota Probolinggo dan jumlah penduduk di sekitar (Pasuruan-Lumajang), Menteri Bambang melihat keberadaan RS regional akan menarik pihak swasta.

Menteri PPN pun bakal membantu mencari partner sponsor swasta untuk pembangunan RS tersebut. Usulan mengembangkan RS, lanjut Menteri Bambang, keperuntukkannya bukan hanya untuk warga Kota Probolinggo saja. Tetapi sebagai rujukan regional.

Di satu sisi menolong pasien yang membutuhkan pertolongan, sisi lainnya bisa berkembang menjadi unit bisnis yang menjadikan Kota Probolinggo sebagai kota jasa.

“Pengembangan sektor jasa harus jadi. Pak wali jangan lupa penyiapan DAK 2010 usulan RS tipe B disampaikan, karena ini akan sangat membantu pengembangan dari sektor jasa,” tegasnya.

Diketahui, Wali Kota Habib Hadi bersama Wawali HMS Subri berkomitmen memperjuangan masalah kesehatan. Yaitu memaksimalkan pelayanan sarana prasana kesehatan dengan membangun RS baru untuk menampung pasien rujukan dari wilayah timur di Jawa Timur.

RS baru diproyeksikan bertipe B. Saat ini, lahan seluas 4 hektare telah disiapkan di dua wilayah kelurahan di Kecamatan Kedopok. “Mudah-mudahan tidak ada kendala. Progres bisa dilakukan sesuai tahapan,” jawab Habib Hadi. (famydecta/humas)