Tahun Depan Targetkan Adipura Paripurna Adipura Paripurna Set To Be The Next Target Tahun Depan Targetkan Adipura Paripurna (Adipura Paripurna Set To Be The Next Target)

image_pdfimage_print

Tahun Depan Targetkan Adipura Paripurna

Adipura Paripurna Set To Be The Next Target

 

 

Wujud syukur atas diraihnya Adipura Kirana 2016, Pemerintah Kota Probolinggo melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) menggelar tasyukuran di Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan (RTHKP) Kedopok. Anugerah Adipura Kirana diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla kepada Wali Kota Probolinggo Rukmini dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kabupaten Siak Sri Inderapura, Provinsi Riau, 22 Juni lalu.

 

Sementara itu, 5 lembaga pendidikan di Kota Probolinggo yakni, SMP Negeri 3, SD Negeri Mangunharjo 1, SD Negeri tisnonegaran 1, SD Negeri Sukoharjo 1, dan SD Negeri Kebonsari Kulon 1, juga berhasil meraih Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Timur. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo pada 28 juni lalu di Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

 

Dengan diraihnya penghargaan tersebut diatas, tentunya menambah panjang deretan prestasi demi prestasi yang diraih Kota Probolinggo di bidang lingkungan hidup. Oleh karenanya, tidak berlebihan jika BLH mengundang seluruh elemen yang terlibat didalamnya dalam tasyakuran sederhana.

 

Sedikitnya, ada 750 undangan yang hadir dalam acara tersebut. Diantaranya Wali Kota Rukmini, Wakil Wali Kota Suhadak; Sekda Kota Johny Haryanto. Tampak juga unsur dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) setempat, pejabat di lingkungan Pemkot Probolinggo, ketua TP PKK, dan ketua Dharma Wanita dan jajarannya. Kemudian, perwakilan RT/RW di 65 titik pantau Adipura, paguyuban, kelompok, dan organisasi masyarakat, mitra peduli lingkungan, bank sampah, sampai pengelola TPST.

 

Hadir pula, perwakilan sekolah peraih Adiwiyata, instansi pemerintah pendukung titik pantau, perusahaan, hingga ratusan pasukan cikrak (sebutan untuk tenaga kebersihan) dan pegawai BLH yang menjadi penggerak kebersihan di Kota Probolinggo.

 

Wali kota Rukmini mengatakan, perolehan Adipura Kirana ini tidak terlepas dari peran serta masyarakat dan dunia usaha. “Ada kontribusi langsung dari masyarakat melalui gerakan pemilahan sampah dari sumbernya, serta pengolahan sampah TPA, ” kata Rukmini dalam sambutannya.

 

Ia juga menyampaikan, raihan prestasi ini juga adanya peran bank sampah oleh pokmas, hingga mitra lingkungan BLH. “Saya ucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat di Kota Probolinggo yang telah berperan aktif, dalam mempertahankan keberlanjutan, pengelolaan lingkungan sehingga mampu menjadikan Kota Probolinggo, sebagai salah satu kota yang diperhitungkan, baik ditingkat regional, nasional dan internasional,” lanjutnya.

 

Wali kota berharap, Anugerah Adipura Kirana itu ditingkatkan menjadi kategori Paripurna. “Yang terpenting itu bukan penghargaannya, tapi bagaimana kita bisa mengubah perilaku masyarakat menjadi masyarakat yang betul-betul peduli terhadap lingkungannya,” tegasnya mengakhiri sambutan. abdjamal

 

 

Probolinggo city administration through Environment Agency (BLH) held a tasyakuran (a gathering to express thanks to God) to express their gratitude as they succeeded to receive Adipura Kirana award 2016. The event was held at Kedopok Open Green Space. The award was handed over directly by Vice President Jusuf Kalla to Probolinggo Mayor Rukmini in the commemoration of World Environment Day in Siak Sri Inderapura Regency, Riau Province, on June 22nd.

 

Meanwhile, 5 educational institution in the city involving junior high school SMPN 3, elementary school SDN Mangunharjo 1, SDN Tisnonegaran 1, SDN Sukoharjo 1, and SDN Kebonsari Kulon 1 have also received provincial-level Adiwiyata award. The award was handed over directly by East Java Governor Soekarwo on last June 28th in Pandaan, Pasuruan.

 

By having those awards, Probolinggo city has earned more awards in environment. Therefore, BLH invited all elements involved in environment to a moderate tasyakuran.

 

At least, 750 invitees attended the event including Mayor Rukmini, Vice Mayor Suhadak, and Regional Secretary Johny Haryanto. And also themember of Regional Leadership Coordination Forum (Forkopimda), local government officials, and others. Then, the representatives of RT/RW (neighborhood organization) in 65 observative spots of Adipura, environmental-related associations, waste bank officers, and others.

 

The representatives of schools who received Adiwiyata award, supporting-institutions at the observative spots, companies, and the city janitors who are the main actors of receiving the award also attended the event.

 

Mayor Rukmini said that the award was received thanks to the role of the citizens and business world. “There was direct contribution of the citizens through waste filtering and waste management at the landfill,” Rukmini said.

 

She also stated that this achievement was thanks to the role of waste bank managed by community group and the environmental partners of BLH. “I’d like to say thanks to all elements in the city who have been active in maintaining the sustainability of environment management so that Probolinggo is one of the best environment-city both nationally and internationally,” she continued.

 

The mayor hopes that after the city gets Adipura Kirana, it will have Adipura Paripurna; makes it as the next target. “The most important thing is not the award, but is how we can change the behaviour of the citizens to be the ones who care much to their environment,” she ended her speech.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.