Coffee Morning Wali Kota Bareng LSM (Inviting Non-governmental Organizations, Mayor Held Coffee Morning)

image_pdfimage_print

Coffee Morning Wali Kota Bareng LSM

Inviting Non-governmental Organizations, Mayor Held Coffee Morning

Untuk mempererat tali silaturahmi dengan pihak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kota Probolinggo, akhir bulan lalu, Wali Kota Rukmini mengundang pihak LSM yang tergabung dalam Forum 9 LSM Pengawas dan Pemantau Pembangunan Daerah.

Bertajuk Coffee Morning dan Halal Bihalal bersama LSM se-Kota Probolinggo, acara ini juga dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Probolinggo. Dalam acara yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Rukmini menyampaikan harapannya agar pembangunan bisa berhasil dan bisa dirasakan oleh masyarakat Kota Probolinggo.

“Inti dari pertemuan hari ini adalah bagaimana saya ingin menjelaskan pembangunan yang bisa ditawarkan pada pihak LSM melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE),” ujar Rukmini.

Rukmini menjelaskan baik pembangunan fisik maupun pengadaan barang dan jasa harus melalui LPSE. Tiap SKPD yang memiliki proyek pengadaan barang dan jasa harus memasukkan proyek tersebut ke LPSE. Kemudian proyek tersebut harus bisa memenuhi standar 5 penawar untuk dipilih yang terbaik dan sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Tim pokja dalam hal ini harus menangkap tawar menawar ini dan kemudian dipilih pemenangnya sesuai dengan kriteria,” tutur Rukmini.

Pada kesempatan kali ini, Rukmini juga menjelaskan tentang beberapa pembangunan fisik yang akan dilaksanakan di Kota Probolinggo. Salah satunya adalah revitalisasi Pasar Baru yang akan dibangun menjadi 2 lantai, dimana lantai 2 dipergunakan sebagai lahan parkir konsumen yang akan berbelanja di pasar. Proyek revitalisasi ini menurut Rukmini digarap bertahap selama 3 tahun.

“Tahun pertama pasar ikan yang ada di Siaman kami relokasi dulu. Setelah pengerjaannya selesai, akan kami buatkan lapak-lapak permanen untuk pasar ikan ini,” jelas Rukmini.

Di tahun kedua, pemerintah kota setempat akan fokus pada relokasi Pasar Baru sisi selatan. Untuk merealisasikan proyek ini, Rukmini menyebutkan pihaknya akan terlebih dahulu merelokasi pedagang yang berjualan di sisi selatan Pasar Baru ke Jalan Niaga. Sisi selatan ini sendiri, sekitar kurang lebih 40 meter akan dipergunakan untuk lahan parkir sementara.

Sementara itu, di sisi utara, sekitar 60 meter akan dipergunakan sebagai tempat material bangunan dan juga lahan parkir. “Setelah selesai, kami utamakan pedagang lama untuk menempati pasar yang baru ini, tidak boleh ada pendaftaran baru,” ujar Rukmini.

Selanjutnya, di tahun 2017 nanti, Rukmini menyebutkan bahwa pemerintah setempat berencana untuk membangun rusunawa di dekat terminal kargo atau terminal truk. Rencananya rusunawa yang berisikan 99 kamar akan dipergunakan oleh warga Kampung Dok.

“Kami ingin bagaimana warga Kampung Dok ini tidak lagi terganggu kondisi saat ini. Namun untuk sementara relokasi warga Kampung Dok ini tidak bisa semuanya, karena rusunawa yang rencananya akan dibangun hanya mampu menampung 99 warga. Sementara warga Kampung Dok ini sekitar 217 orang. Jadi nanti bertahap,” jelas Rukmini. alfienhandiansyah

 

In order to strengthen the relation with non-governmental organizations (LSM) in the city, Mayor Rukmini invited the organizations LSM participated in Forum of 9 LSM as the supervisor of regional development.

The event was attended by Regional Leaders Coordination Forum (Forkopimda) of Probolinggo city. In the 2-hours event, Rukmini stated her expectation to succeed the development of the city.

“The main point of this meeting is that I’d like to explain any development projects we can offer to the LSM through Electronic Procurement Services (LPSE),” Rukmini said.

She explained that both physical and goods or services development should be processed by using LPSE. Each working unit which has goods or services procurement should put their projects to LPSE. Then the project should fulfill the standard of 5 best third-party who will do the project based on prevailing rules.

“The team of working group (pokja) should utilize this bargaining process to choose the winner based on determined criteria,” Rukmini said.

On this occasion, Rukmini also explained about physical developments which would be implemented in the city. One of them is revitalization of Pasar Baru (traditional market in the city) which will be built in 2 floors where the second floor will be used for parking area for the consumers. The project will be gradually implemented in 3 years.

In the first year, we’d like to relocate the fish market on Siaman. Then we will provide premanent booths for the fish market,she said.

In the second year, the local government will focus on relocation of Pasar Baru’s southern side. To realize the project, Rukmini admitted her side will firstly relocate the vendors at the southern side of Pasar Baru to Niaga Street. Of the southern side, 40 meters will be utilized as temporary parking area.

Meanwhile, at the northern side, 60 meters will be utilized as the site of materials and parking area. “When it’s done, we will prioritize the previous vendors to have the booths; there would be no new vendors,” said Rukmini.

Then, in 2017, Rukmini stated that the local government has a plan to build low-cost apartment (rusunawa) next to cargo terminal. As is planned, the apartment will have 99 rooms and will be used by Kampung Dok citizens.

“We want that the citizens won’t be bothered by the current condition. But, we can’t relocate all of the citizens at the same time because the apartment is allocated for ‘only’ 99 citizens, while the citizens of Kampung Dok are 217 people,” Rukmini explained.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.