166 CJH Berangkat ke Tanah Suci (166 Haj Pilgrims Departed for Holy Land)

image_pdfimage_print

166 CJH Berangkat ke Tanah Suci

166 Haj Pilgrims Departed for Holy Land

 

Tahun 2016 sebanyak 166 calon jamaah haji (CJH) asal Kota Probolinggo berangkat ke tanah suci. Usai mengikuti pembekalan, 18 Agustus ratusan CJH diberangkat ke asrama haji Sukolilo Surabaya, oleh Sekda Johny Haryanto di depan kantor wali kota setempat.

166 CJH terdiri dari 40 CJH dari Kecamatan Mayangan, Kanigaran 32 orang, Kademangan 42 orang, Wonoasih 20 orang, dan Kedopok 25 orang. Dari total jamaah tersebut sebanyak 77 orang berjenis kelamin laki-laki sementara sisanya yakni 89 orang adalah perempuan.

                Saat pembekalan yang dibuka Wali Kota Rukmini, diharapkan CJH mendapatkan wawasan tentang pelaksanaan ibadah haji yang baik dan sempurna menurut syariat Islam serta pemahaman secara teori dan praktek tentang pelaksanaan haji sehingga menjadi haji yang mabrur.

                                Wali Kota menyampaikan kepada para CJH agar sesampainya di tanah suci menjaga kesehatan baik fisik maupun mental, serta cepat beradaptasi dengan lingkungan, mengingat iklim yang berbeda dengan negara kita demikian juga tata pergaulan dan adat istiadatnya.

                Para CJH tersebut, kata wali kota, selain sebagai tamu Allah juga sebagai duta bangsa yang akan menjadi tamu di Negara Arab Saudi hendaknya bisa menjaga citra dan kepribadian bangsa Indonesia.

                Permintaan khusus juga di sampaikan wali kota pada para jamaah haji agar mendoakan Kota Probolinggo. “Secara khusus saya berpesan kepada calon jamaah haji Kota Probolinggo, pada saat berada di tanah suci, untuk bersama-sama mendoakan agar Negara kita, khususnya Kota Probolinggo terhindar dari balak dan musibah, aman, tentram, damai dan sejahtera, serta selalu dalam lindungan Allah SWT,” pesan Rukmini.

                Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, H. Muhammad mengatakan, CJH asal Kota Probolinggo sudah siap untuk mengikuti pelaksanaan ibadah haji tahun ini. “Calon jamaah haji Kota Probolinggo sudah melewati beberapa tahap persiapan, seluruhnya hampir selesai dan tidak ada masalah. Insyaallah, 166 jamaah bisa berangkat semua, termasuk yang mutasi masuk dari Kabupaten Probolinggo sebanyak 8 orang,” tuturnya.

Berdasarkan data usia calon jamaah haji diketahui bahwasannya jamaah tertua berusia 83 tahun atas nama Kornilis Dul Kapi Jamsiti warga Kecamatan Kanigaran sedangkan yang termuda atas nama Syarifah Faradhilla Mochammad Mahfud, 25 tahun warga dari kecamatan yang sama.

                Para CJH ini merupakan kloter 25 Sub Surabaya gelombang 1 dan akan bergabung dengan jamaah asal daerah lainnya seperti Kabupaten Tulungagung 46 orang, Kabupaten Kediri 65 orang dan Kota Surabaya 168 orang.

                Rencananya jamaah akan diberangkatkan dari Embarkasi menuju Bandara Internasional Amir Muhammad Madinah pada hari Jumat keesokan harinya. Sementara CJH diperkirakan akan tiba kembali di Bandara Internasional Juanda Surabaya pada hari Rabu, 28 September setelah sebelumnya take off dari Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah. rizameinita

 

166 Haj Pilgrims from Probolinggo city departed for Holy Land in 2016. After they had a provisioning, they were departed for Haj lodging house at Sukolilo Surabaya by Regional Secretary Johny Haryanto.

Those Haj pilgrims were from Mayangan district, Kanigaran district (32 people), Kademangan district (42 people), Wonoasih district (25 people). Of the total, 77 were men and the rest of them were women.

The provisioning was held to give the pilgrims knowledge on a perfect Haj based on the syariat of Islam and to give an understanding theoretically and practically on the implementation of Haj to be a good Haj.

Probolinggo Mayor stated to the pilgrims that when they arrived in the Holy Land, they have to keep their good health physically and mentally, to adapt with new environment, considering to a different climate with Indonesia as well as different customs between the two countries.

According to the mayor, the pilgrims are not only the guest of Allah but also the nation’s ambassadors who’d like to be the guest of Arab so that they have to take a good care of the image and personality of Indonesia.

The mayor also stated her special request to the pilgrims to pray for Probolinggo city. “Particularly, I’d like to ask the pilgrims to pray for our country, especially Probolinggo city so that the city can be safe, peaceful, and prosperous city,” Rukmini said.

The head of Religious Affairs Ministry Office of Probolinggo City, H. Muhammad said that the pilgrims from Probolinggo city are all set to do haj this year. “They have passed several preparation stages and there was no problem. Insya Allah, those 166 pilgrims could be departed,” he said.

Based on the age, it is known that the oldest pilgrim was Kornilis Dul Kapi Jamsiti (83 years old), a citizen form Kanigaran district. And the youngest one was Syarifah Faradhilla Mochammad Mahfud (25) from the same district.

The pilgrims were in the same flight group (flight group 25) Surabaya and will join other pilgrim from other regions including Tulungagung (46 poeple), Kediri (65 people), and Surabaya (168 people).

As is planned, they will be departed for International Airport Amir Muhammad Madinah on Friday. Meanwhile, they will arrive at International Airport Juanda Surabaya on Wednesday, September 28th, 2016.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.